Demo Penundaan Pilkades di Sampang Ricuh, Aktivis: Polisi Lebih Bela Penguasa daripada Rakyat

Avatar

- Pewarta

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Aksi demontrasi tolak penundaan pilkades di Sampang saat terjadi kericuhan (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Aksi demontrasi tolak penundaan pilkades di Sampang saat terjadi kericuhan (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Aksi ribuan warga dari berbagai desa di Kabupaten Sampang menuntut kejelasan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berujung ricuh. Sukardi, Aktivis di Sampang menilai kericuhan justru dipicu oleh tindakan aparat keamanan, khususnya Polres Sampang.

Menurutnya, sejak awal ada indikasi upaya pengkondisian agar aksi terkesan tidak kondusif. Massa dilarang berorasi di depan kantor DPRD Sampang, padahal titik aksi tersebut telah disampaikan dalam surat pemberitahuan resmi.

“Kami sudah koordinasi sejak awal, tapi malah dihalangi dan diarahkan ke Alun-Alun. Ini seolah disengaja agar aksi terlihat anarkis. Kami khawatir ada penyusup yang ingin menodai perjuangan masyarakat desa,” kata Sukardi.

Ia juga menilai aparat bertindak represif dengan menembakkan gas air mata dari jarak dekat tanpa upaya persuasif terlebih dahulu dan bahkan tanpa menggunakan water canon sebagai langkah awal pengendalian.

BACA JUGA :  Terungkap, CV Sinergi Mitra Andalan Garap Proyek Pasar Ikan Banyuates Sampang Rp1,2 Miliar dari CSR Petronas

“Kalau mau tangkap perusak silakan, tapi jangan rakyat yang ditindas. Hukum jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegasnya.

Sukardi menyebut pihaknya tengah menyiapkan laporan ke Propam Polda Jatim terkait dugaan pelanggaran prosedur dan keberpihakan aparat. Ia mengklaim memiliki bukti foto dan video tindakan represif polisi.

BACA JUGA :  Suasana Haru Warnai Buka Puasa Bersama WBP dan Keluarga di Rutan Sampang

“Kami punya bukti kuat Polres Sampang bertindak tidak profesional. Aparat seolah membela penguasa daerah, bukan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Hartono membantah tudingan tersebut. Dikutip dari Kabar Madura, ia menyebut permintaan massa untuk berorasi di halaman kantor DPRD tidak logis dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Permintaannya tidak masuk akal. Sudah kami beri kelonggaran mundur 10 meter, tapi mereka menolak. Itu menunjukkan niat yang tidak baik,” ujarnya.

Hartono menegaskan, tindakan aparat sudah sesuai prosedur. Gas air mata ditembakkan setelah massa melempari batu ke arah petugas.

BACA JUGA :  Dari Keterbatasan Menuju Terang: Perjalanan Jihadudin Ansori, Pegawai P3K yang Menyalakan Harapan di Sampang

“Kami sudah sabar, tapi karena dilempari, kami terpaksa bertindak,” tegasnya.

Diketahui, aksi tersebut dipicu penundaan Pilkades di Sampang sejak 2021. Pemkab sebelumnya berjanji menggelar Pilkades pada 2025, namun kembali ditunda dengan alasan peraturan belum turun dan anggaran dialihkan ke infrastruktur. Massa mendesak agar Pilkades digelar pada 2026.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Sengaja Dibakar oleh Anak Sendiri, Sebuah Rumah di Ketapang Sampang Ludes
Nahas ! Ditinggal Pergi oleh Penghuni, Sebuah Rumah di Robatal Sampang Ludes Dilalap Si Jago Merah
Diduga Komponen Lepas, Dua Mobil Pick Up Adu Depan di Ambunten Sumenep
Kandang dan Dapur Hingga Sapi Warga Paopale Laok Hangus Terbakar, Begini Keterangan Polres Sampang
Tumpukan Sampah Cemari Pesisir Pulau Mandangin, DLH Sampang Sebut Banyak Sampah Kiriman Arus Laut
Kebakaran Kandang Ternak di Sampang, Empat Sapi dan Delapan Kambing Hangus Terbakar
Nahas, Balita 4 Tahun di Sampang Meregang Nyawa di Kubangan Air Tanaman Tembakau
Advokat Senior PERADIN Sampang Menangkan Sengketa Dua SHM Desa Bumi Anyar di PTUN Surabaya

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:15 WIB

Diduga Sengaja Dibakar oleh Anak Sendiri, Sebuah Rumah di Ketapang Sampang Ludes

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Nahas ! Ditinggal Pergi oleh Penghuni, Sebuah Rumah di Robatal Sampang Ludes Dilalap Si Jago Merah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Diduga Komponen Lepas, Dua Mobil Pick Up Adu Depan di Ambunten Sumenep

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Kandang dan Dapur Hingga Sapi Warga Paopale Laok Hangus Terbakar, Begini Keterangan Polres Sampang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Tumpukan Sampah Cemari Pesisir Pulau Mandangin, DLH Sampang Sebut Banyak Sampah Kiriman Arus Laut

Berita Terbaru