Program Ketapang Desa Tambaan Sampang Tuai Tanda Tanya, Tiga Sapi di Kandang Disebut Bukan Aset BUMDes

Avatar

- Pewarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Tujuh Sapi Yang Berada di Kandang Milik BUMDes Satria Muda Tambaan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Tujuh Sapi Yang Berada di Kandang Milik BUMDes Satria Muda Tambaan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Pengelolaan program Ketahanan Pangan (Ketapang) berupa penggemukan sapi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Satria Muda Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan. Program yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2025 itu dinilai belum transparan dalam pengelolaan aset dan administrasinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemerintah Desa Tambaan pada tahun 2025 mengalokasikan anggaran sebesar Rp204.986.000 untuk pengelolaan BUMDes melalui program penggemukan sapi.

Namun, keberadaan sapi yang diklaim sebagai aset usaha desa kini patut dipertanyakan. Saat media Pilarpos.com melakukan peninjauan ke lokasi kandang BUMDes pada Minggu (24/5/2026), terlihat sedikitnya terdapat tujuh ekor sapi di dalam kandang tersebut.

BACA JUGA :  FORMABES Datangi RS Nindhita Sampang, Desak Pertanggungjawaban Dugaan Malpraktik

Akan tetapi, warga setempat menyebut tidak seluruh sapi itu merupakan aset milik BUMDes. Menurut pengakuan warga, satu ekor anak sapi merupakan milik pribadi orang yang merawat kandang, sementara tiga ekor lainnya disebut sebagai sapi titipan milik pihak lain.

“Di kandang itu memang ada tujuh ekor, Mas. Tapi satu ekor anak sapi milik pribadi orang yang merawat, tiga ekor milik desa, sedangkan tiga ekor lagi milik orang Pertamina yang dititipkan untuk dijadikan hewan kurban,” ungkap salah seorang warga kepada wartawan.

Tak hanya itu, warga juga mengungkapkan bahwa kandang sapi tersebut berdiri di atas tanah milik pribadi, bukan di atas tanah aset desa atau tanah percaton.

BACA JUGA :  Dibungkus Pakai Kertas, Pendistribusian MBG dari SPPG di Desa Sreseh Sampang Diduga Tak Sesuai SOP

“Tanah ini bukan tanah percaton, tapi tanah pribadi,” ujarnya.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya terkait kejelasan pengelolaan aset dan administrasi usaha penggemukan sapi yang dijalankan BUMDes Satria Muda Tambaan.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tambaan, Sulaiman, membantah saat ini adanya sapi titipan di kandang BUMDes. Ia menegaskan seluruh sapi program Ketapang masih berada di lokasi kandang.

“Tidak, mungkin sudah diambil (yang titipan), seluruh sapi itu sekarang masih ada di kandang semua,” katanya.

Sulaiman menjelaskan, anggaran penyertaan modal untuk program penggemukan sapi melalui BUMDes mencapai sekitar Rp200 juta. Dana tersebut, kata dia, digunakan untuk pembelian enam ekor sapi sekaligus biaya sewa kandang.

BACA JUGA :  Bukan SiLPA: Kandang Baru Dibangun Saat Masuk 2026, Program Ketapang BUMDes Krampon Sampang TA 2025 Diduga Gagal Total

“Semua sapi untuk BUMDes enam ekor. Dana Rp200 juta itu untuk pembelian sapi dan sewa kandang,” tuturnya.

Sementara itu, pihak pengelola BUMDes Satria Muda Tambaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pengurus BUMDes juga terkendala karena pihak desa belum memberikan kontak Ketua maupun Direktur BUMDes.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Mendikdasmen, Soroti Krisis Pendidikan dan Politik Seremonial
Dugaan Penyalahgunaan Tanah Percaton Desa Astapah Disorot, Satpol PP Sampang Siapkan Penertiban
Aset Desa Astapah Sampang Diduga Dikuasai Pribadi, Pengakuan Warga dan Kades Bertolak Belakang
Pengambilan BLT Kesra di POS Jrengik Sampang Diduga Libatkan Orang Suruhan, Warga Dibayar Rp100 Ribu
Satgas Pangan Polres Sampang Pastikan Stok Beras Aman, Bulog Siapkan Tambahan 100 Ton
DPMD Sampang Disorot: Monev Ketapang BUMDes Diduga Tebang Pilih, Desa Krampon dan Pajeruan Luput Agenda Evaluasi
Diduga Ada Pemotongan Honor Kader MBG B3 di Robatal Sampang, SPPG Jelgung Klaim Sudah Sesuai Aturan
Bukan SiLPA: Kandang Baru Dibangun Saat Masuk 2026, Program Ketapang BUMDes Krampon Sampang TA 2025 Diduga Gagal Total

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:23 WIB

Program Ketapang Desa Tambaan Sampang Tuai Tanda Tanya, Tiga Sapi di Kandang Disebut Bukan Aset BUMDes

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Mendikdasmen, Soroti Krisis Pendidikan dan Politik Seremonial

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:39 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Tanah Percaton Desa Astapah Disorot, Satpol PP Sampang Siapkan Penertiban

Senin, 18 Mei 2026 - 08:40 WIB

Aset Desa Astapah Sampang Diduga Dikuasai Pribadi, Pengakuan Warga dan Kades Bertolak Belakang

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:33 WIB

Pengambilan BLT Kesra di POS Jrengik Sampang Diduga Libatkan Orang Suruhan, Warga Dibayar Rp100 Ribu

Berita Terbaru