Potret MBG di SDN Gunongsekar 1 Sampang, Jatah Tiga Hari Disebut Tak Layak: Kualitas Dipertanyakan

Avatar

- Pewarta

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Jatah MBG Tiga Hari Untuk Siswa di SDN Gunongsekar 1 Sampang (Sumber Foto: Wali Siswa/dok Pilar Pos)

Caption: Jatah MBG Tiga Hari Untuk Siswa di SDN Gunongsekar 1 Sampang (Sumber Foto: Wali Siswa/dok Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Gunongsekar 1 Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, menuai sorotan. Sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas menu jatah tiga hari yang dibagikan kepada siswa karena dinilai kurang layak dan diduga tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan.

Pantauan di lapangan, pada Senin (23/2/2026) siswa menerima dua kotak susu ukuran 125 ml, satu butir telur, satu bungkus kecil kurma dalam plastik klip, satu buah pir, dua potong roti kecil, satu potong sayap ayam, serta satu cup kecil kolak buah. Beberapa siswa mengaku tidak menghabiskan makanan tersebut karena rasa dan tampilannya dinilai kurang menarik.

BACA JUGA :  Suasana Haru Warnai Buka Puasa Bersama WBP dan Keluarga di Rutan Sampang

“Ini paket MBG untuk jatah tiga hari kepada siswa di SDN Gunongsekar 1. Masak iya menunya seperti itu? Ayamnya juga hanya sayap. Saya menduga variasi makanan yang diberikan tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,” keluh salah satu wali murid, Selasa (24/2/2026).

Keluhan juga mengarah pada dugaan pengelolaan anggaran. Sejumlah pihak menilai pelaksana program lebih berorientasi pada keuntungan dibanding menjaga kualitas dan kecukupan gizi. Dugaan tersebut mencuat karena perbandingan antara besaran anggaran yang disebut cukup besar dengan kondisi makanan yang dinilai tidak sepadan.

“Kalau namanya makan bergizi gratis, seharusnya benar-benar bergizi. Ini banyak anak yang tidak suka, porsinya juga terasa kurang untuk jatah tiga hari,” imbuhnya.

Kepala SDN Gunongsekar 1 Sampang, Muzakki, menegaskan bahwa pihak sekolah hanya bertindak sebagai penerima dan penyalur kepada siswa. Sekolah, kata dia, tidak terlibat dalam proses pengadaan maupun penentuan menu.

BACA JUGA :  Gedung Baru KPU Sampang Rp400 Juta Didanai BTN, Muncul Pertanyaan soal “Reward” Pilkada 2024

“Kami hanya menerima dan membagikan kepada siswa. Soal menu dan teknis pengadaan itu dari pihak penyedia, yakni SPPG Tanggumong 003 sebagai penyalur,” ujarnya.

Ia mengakui adanya keluhan dari sejumlah guru dan wali murid karena persoalan tersebut menjadi perbincangan di masyarakat. Pihaknya berharap penyedia program lebih transparan dan rinci dalam menjelaskan komposisi menu untuk jatah tiga hari.

BACA JUGA :  Potret Laporan Kasus Rumpon Sampang ke Polda Jatim: SP2HP Terus Terbit, Tersangka Tak Kunjung Muncul

“Harapan kami, penyalur MBG bisa lebih detail menjelaskan menu tiga hari itu. Jika memang digabungkan dalam satu kali pembagian, tidak masalah, asalkan jelas dan transparan dari sisi jumlah serta pemenuhan gizinya,” pungkasnya.

Sementara itu, masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh dari instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang agar program peningkatan gizi bagi siswa tersebut berjalan tepat sasaran dan tidak sekadar formalitas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia program MBG di SDN Gunongsekar 1 Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harumkan Nama Pesantren, Santri PP Gedangan Sampang Juara Umum Munada 4
Diduga Lahan Warga Diserobot, Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar di Sampang Tuai Protes
Mobil Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di SPBU 5469202 Pliyang Sampang, Tangki BBM Modifikasi Jadi Sorotan
Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot
Dijanjikan Kerja di Dubai, PMI Asal Sampang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Polisi Mulai Telusuri Jalur Keberangkatan
Geger! Oknum Kapus dan Staf Perempuan Digerebek di Ruang Kerja Puskesmas Robatal Sampang
Perkuat Organisasi dan Pengabdian, Rakercab II PSHT Cabang Sampang Jadi Momentum Evaluasi
Diduga Tinggalkan Rumah Saat Kompor Masih Menyala, Rumah Warga Sampang Terbakar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Harumkan Nama Pesantren, Santri PP Gedangan Sampang Juara Umum Munada 4

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Diduga Lahan Warga Diserobot, Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar di Sampang Tuai Protes

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Mobil Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di SPBU 5469202 Pliyang Sampang, Tangki BBM Modifikasi Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Dijanjikan Kerja di Dubai, PMI Asal Sampang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Polisi Mulai Telusuri Jalur Keberangkatan

Berita Terbaru