Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi

Avatar

- Pewarta

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Pekerjaan Saluran Irigasi P3-TGAI yang Dikerjakan Kelompok P3A Bumi Rejeki di Desa Pangongsean (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Pekerjaan Saluran Irigasi P3-TGAI yang Dikerjakan Kelompok P3A Bumi Rejeki di Desa Pangongsean (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Proyek pembangunan saluran irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikelola Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Bumi Rejeki di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan.

Proyek senilai Rp195 juta yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan berpotensi menimbulkan kerugian negara. Minggu, (19/7/2026).

Hasil pantauan di lapangan pada Sabtu (18/7/2026), ditemukan sejumlah kejanggalan pada pekerjaan konstruksi saluran irigasi tersebut. Salah satunya, pekerjaan pasangan batu terlihat dipasang tanpa didahului galian pondasi yang memadai. Selain itu, susunan batu juga tampak tidak menggunakan mortar (adukan) secara merata sebagaimana standar pekerjaan pasangan batu.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Temuan itu juga memunculkan dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang dibiayai negara tersebut.

BACA JUGA :  Kasus Kesalah Pahaman Warga Palesanggar Berakhir Damai Di Mapolres Pamekasan

Tak hanya diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar perencanaan, proyek yang semestinya mendapat pendampingan dan pengawasan ketat dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) itu justru terkesan dikerjakan secara asal-asalan.

Padahal, TPM memiliki tugas mendampingi kelompok P3A mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban. Dalam tahap pelaksanaan, TPM berkewajiban memastikan pekerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi teknis, gambar kerja, dan RAB yang telah ditetapkan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik. Sejumlah bagian pekerjaan diduga jauh dari standar teknis yang seharusnya diterapkan dalam program P3-TGAI.

Salah seorang pekerja di lokasi membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan pekerjaan yang dilaksanakan oleh P3A Bumi Rejeki.

BACA JUGA :  Tangis dan Keikhlasan di Al-Khoziny Sidoarjo: Ayah Santri Korban Kembalikan Santunan ke Pesantren

“Iya benar mas, kalau yang di sini pekerjaan yang digarap oleh P3A Bumi Rejeki. Di lokasi ini ada beberapa titik saluran proyek,” ujar salah seorang pekerja saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Asisten Tenaga Ahli (ASTA) BBWS Brantas wilayah Kecamatan Torjun, Arif Rahman, mengaku akan segera melakukan pengecekan terhadap pekerjaan tersebut melalui TPM yang bertugas mendampingi P3A Bumi Rejeki.

Menurut Arif, metode pemasangan batu yang dilakukan tanpa mortar merupakan teknik pekerjaan yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis maupun RAB.

“Kalau pekerjaan batu disusun tanpa mortar atau lolo, itu sudah salah secara teknik pekerjaan. Yang benar itu setelah galian, pemasangan batu harus menggunakan mortar, jadi mortar, batu, lalu mortar lagi,” jelasnya.

Ia menegaskan akan meminta TPM meningkatkan pengawasan dan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

BACA JUGA :  Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang

“Tak suruh bongkar nanti mas. Ini sudah sering saya ingatkan kepada pendamping agar terus mengawasi proses pengerjaan dan memastikan pekerjaan sesuai RAB,” tegas Arif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persoalan teknis tersebut sebelumnya juga telah menjadi bahan konsultasi saat kunjungan tim BBWS Brantas. Menurutnya, apabila pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi tetap dipertahankan, maka volume pekerjaan harus disesuaikan kembali dengan perhitungan RAB.

“Tinggal pilihannya. Kalau tidak dibongkar, maka panjang salurannya harus ditambah. Nanti dihitung lagi RAB-nya agar sesuai dengan kondisi pekerjaan yang sudah dilakukan. Untuk titik berikutnya harus mengikuti gambar dan RAB yang ada,” pungkasnya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di SPBU 5469202 Pliyang Sampang, Tangki BBM Modifikasi Jadi Sorotan
Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot
Dijanjikan Kerja di Dubai, PMI Asal Sampang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Polisi Mulai Telusuri Jalur Keberangkatan
Geger! Oknum Kapus dan Staf Perempuan Digerebek di Ruang Kerja Puskesmas Robatal Sampang
Perkuat Organisasi dan Pengabdian, Rakercab II PSHT Cabang Sampang Jadi Momentum Evaluasi
Diduga Tinggalkan Rumah Saat Kompor Masih Menyala, Rumah Warga Sampang Terbakar
Tiga Remaja Berboncengan Kecelakaan di Pangarengan Sampang, Satu Pelajar Meninggal Dunia
Di Balik Teka-Teki Bakal Calon Ketua PJS, Jelang Kongres ke-2: Begini Pesan Tokoh Terpopuler Sampang

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Mobil Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di SPBU 5469202 Pliyang Sampang, Tangki BBM Modifikasi Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Dijanjikan Kerja di Dubai, PMI Asal Sampang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Polisi Mulai Telusuri Jalur Keberangkatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Geger! Oknum Kapus dan Staf Perempuan Digerebek di Ruang Kerja Puskesmas Robatal Sampang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Perkuat Organisasi dan Pengabdian, Rakercab II PSHT Cabang Sampang Jadi Momentum Evaluasi

Berita Terbaru