SURABAYA, Pilar Pos | Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, dan Manajemen Pendidikan Islam Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Wilayah III Jawa Timur. Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang mempertemukan ketua dan pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan (MP), Administrasi Pendidikan (AP), serta Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur itu dibuka langsung oleh Direktur Kemahasiswaan Unesa, Dr. Muhammad Sholeh, S.Pd., M.Pd., didampingi Koordinator Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Unesa.
Rakorda juga dirangkai dengan Seminar Kebijakan Pendidikan Nasional yang menghadirkan Sekretaris Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Dr. Mufarrihul Hasin, S.Pd.I., M.Pd., sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Sholeh menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut di lingkungan Unesa. Ia berharap Rakorda mampu menjadi ruang kolaborasi yang produktif bagi mahasiswa penggerak pendidikan di Jawa Timur.
“Selamat datang di Kampus Para Juara. Unesa siap berkolaborasi karena sejatinya Unesa siap bersaing dalam hal-hal kebaikan, sesuai dengan jargon kita, Unesa Satu Langkah di Depan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Koordinator Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Unesa menilai sinergi antarkampus menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas tata kelola pendidikan sekaligus memperluas kontribusi mahasiswa dalam pembangunan sektor pendidikan nasional.
Penguatan Visi-Misi dan Evaluasi Organisasi
Rakorda IMMAPSI Jatim tahun ini menitikberatkan pada penguatan visi-misi organisasi serta evaluasi menyeluruh terhadap arah gerakan mahasiswa manajemen pendidikan di Jawa Timur.
Ketua IMMAPSI Jawa Timur, Faisol, menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak boleh terjebak dalam aktivitas seremonial semata. Menurutnya, IMMAPSI harus menjadi ruang perjuangan intelektual yang mampu memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.
“IMMAPSI Jatim harus kita posisikan sebagai wadah perjuangan, bukan sekadar organisasi biasa yang terjebak formalitas. Melalui Rakorda ini, kita lakukan penguatan visi-misi dan evaluasi mendalam agar setiap langkah ke depan benar-benar berdampak bagi dunia pendidikan,” tegas Faisol.
Ia menjelaskan, semangat perjuangan mahasiswa MP, AP, dan MPI harus berpijak pada nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui aspek pembelajaran, mahasiswa didorong menjadi kader yang kritis dan memiliki kompetensi dalam tata kelola pendidikan. Pada bidang penelitian, mahasiswa dituntut mampu mengkaji berbagai persoalan pendidikan secara ilmiah. Sementara melalui pengabdian, mahasiswa diharapkan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata.
Wadah Menyuarakan Aspirasi Pendidikan
Selain membahas penguatan internal organisasi, Rakorda juga menjadi forum strategis untuk menghimpun berbagai aspirasi terkait masa depan rumpun ilmu manajemen pendidikan di Indonesia.
Mahasiswa MP, AP, dan MPI berkomitmen mengawal berbagai regulasi pendidikan agar lulusan dari disiplin ilmu tersebut memperoleh ruang yang lebih strategis dalam sistem pendidikan nasional, khususnya sebagai konseptor dan pengelola pendidikan yang profesional.
Berbagai gagasan dan aspirasi tersebut kemudian didiskusikan secara mendalam dalam Seminar Kebijakan Pendidikan Nasional bersama Dr. Mufarrihul Hasin. Diskusi berlangsung dinamis dengan membedah sejumlah tantangan kebijakan pendidikan sekaligus menawarkan solusi alternatif dari perspektif mahasiswa.
Melalui Rakorda yang digelar di Unesa ini, IMMAPSI Wilayah III Jawa Timur di bawah kepemimpinan Faisol berkomitmen melahirkan rekomendasi strategis dan program kerja yang visioner. Forum tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Jawa Timur terus bergerak, berbenah, dan menyuarakan aspirasi demi terwujudnya pendidikan Indonesia yang lebih maju dan berkualitas.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











