Proyek Saluran Drainase di Desa Banyukapah Sampang Diduga Asal Jadi, Kualitas Dipertanyakan

Avatar

- Pewarta

Jumat, 15 Agustus 2025 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Kualitas Batu dan Bentuk Bangunan pada Pekerjaan Pembangunan Saluran Drainase di Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang (Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Kualitas Batu dan Bentuk Bangunan pada Pekerjaan Pembangunan Saluran Drainase di Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang (Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Pekerjaan pembangunan saluran drainase di Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan tajam. Pasalnya, proyek dana desa yang di bangun di Dusun Kasangka ini diduga asal jadi. Jumat (15/08/2025).

Bagaimana tidak, menurut pantauan media pada Rabu (13/08/2025) proyek yang saat ini sedang digarap itu ditemukan ada kejanggalan. Seperti, terlihat proyek tersebut langsung dilaksanakan penataan batu tanpa ada ruang pekerjaan galian pondasi dibawahnya. Kondisi itu, akan mengkhawatirkan bangunan dalam masa panjang.

Sebab, galian pondasi merupakan tahap awal yang sangat penting dalam proses konstruksi bangunan. Proses ini melibatkan penggalian tanah untuk menciptakan ruang bagi pondasi sebagai struktur dasar yang akan menopang seluruh beban bangunan di atasnya.

Pondasi yang kuat dan stabil, akan menjaga bangunan dari pergerakan yang tidak diinginkan, seperti penurunan atau kemiringan.

Selain itu, proyek yang tidak mencantumkan papan informasi dilokasi, kualitas material batu yang digunakan pada proyek itu juga sangat diragukan dan patut dipertanyakan. Dilokasi, terlihat batu yang dipakai diduga berkualitas rendah dan mudah pecah.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pencabulan di Gunung Rancak Sampang: LBH Janur Menilai Adanya Indikasi TPPO, Polisi Diminta Tetap Profesional

Perlu diketahui dilokasi, di sepanjang jalur proyek saluran drainase yang akan dikerjakan tersebut juga masih ada bangunan saluran lama yang terlihat masih layak digunakan. Namun, apakah itu termasuk volume? Itu masih menjadi tanda tanya besar.

Tidak adanya pekerjaan galian pondasi, dan bahan material batu yang digunakan dugaan berkualitas rendah, rupanya juga menjadi tanda tanya besar warga setempat.

Menurut warga, ia mengaku sering melewati jalan dan melihat sendiri proyek yang saat ini dilaksanakan di desanya. Ia menduga pekerjaan itu dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada di rencana anggara biaya (RAB).

“Saya memang sering lewat dan melihat proyek saluran itu mas. Kualias batu terlihat jelas warnanya pucat dan mudah pecah dan juga tidak ada pekerjaan galian pondasi. Masak pekerjaannya seperti itu dan memang tidak ada pilihan bahan batu yang lebih keras lagi ya selain itu?,” kata warga yang enggan namanya dipublikasikan sembari mempertanyakan proyek tersebut.

Kendati demikian, ia berharap kepada Pemerintah Desa (Pemdes) lebih ketat mengawasi agar proyek itu dikerjakan sesuai yang ada di RAB.

BACA JUGA :  Abaikan Prosedur K3, Pekerja Proyek Jembatan Daleman-Pasarenan Sampang Menantang Bahaya

Lebih lanjut, warga meminta kepada dinas terkait dan APH agar segera monitoring dan investigasi ke proyek tersebut untuk memastikan pekerjaan itu untuk meminimalisir kemungkinan yang tidak diinginkan.

“Berhubung pekerjaan itu bersumber dari Negara dan uang rakyat, Saya sebagai warga setempat meminta pihak terkait yang berwenang segera turun lokasi agar proyek itu sesuai yang diharapkan bersama,” pintanya.

Sementara itu, Ruspandi, Penjabat (Pj) Kades Banyukapah mengatakan bahwa proyek pembangunan saluran drainase itu merupakan program dari dana desa (DD) tahun 2025 senilai Rp161 juta, dilaksanakan dengan volume panjang sekitar 220 meter.

BACA JUGA :  Dialog Kemanusiaan KNPI Sampang Bersama PPDI, Fokus Pemberdayaan Disabilitas

“Kalau galian tanah, waktu dulu sudah dilakukan menggunakan bego (alat berat). Disana, lokasi tanahnya keras dan bebatuan,” kata Ruspandi Pj kades Banyukapah, Kamis (14/08/2025).

Disinggung ada bangunan lama pada jalur yang akan dibangun saluran?, Ruspandi mengatakan, belum mengetahui dan akan berkoordinasi kepada bagian yang ia tunjuk untuk proyek fisik di desa atau tim pelaksana kegiatan (TPK) perihal bangunan lama tersebut.

“Kalau papan informasi sudah disediakan namun memang belum dipasang. Tapi, terkait bangunan yang lama masuk volume atau tidak, Saya masih mau berkoordinasi dulu ke bagian yang saya tunjuk,” tuturnya.

Namun, kembali dikonfirmasi perihal tidak adanya pekerjaan galian pondasi tanah dibawah struktur bangunan saluran, hingga berita ini dimuat Ruspandi memilih bungkam alias tidak memberikan jawaban apapun. Padahal pesan yang dikirim melalui nomor WhatsApp nya centang dua warna biru menandakan sudah dibaca.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi
Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang
PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang
Pemuda Pancasila dan Komando HAM Sampang Tolak Eksekusi Lahan Gunung Sekar, Siap Tempuh PK ke Mahkamah Agung
Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang
Sebelum Eksploitasi Sumur Hidayah Dimulai, Nelayan Sampang Tuntut Kompensasi Rumpon Rp6 Miliar
Jalan Kedungdung-Bringkoning di Sampang Diresmikan Presiden Prabowo, Material Cor Disuplai PT Sejahtera Jaya Alim Mix

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:47 WIB

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:39 WIB

PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 07:56 WIB

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:03 WIB

Pemuda Pancasila dan Komando HAM Sampang Tolak Eksekusi Lahan Gunung Sekar, Siap Tempuh PK ke Mahkamah Agung

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita

Mempererat Wartawan dan LSM Gelar Acara Sholawat Bersama

Sabtu, 18 Jul 2026 - 19:44 WIB