Kasus Dugaan Pencabulan di Gunung Rancak Sampang: LBH Janur Menilai Adanya Indikasi TPPO, Polisi Diminta Tetap Profesional

Avatar

- Pewarta

Kamis, 7 Agustus 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Andi Subahri, Ketua LBH Janur Sampang (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

Keterangan Foto: Andi Subahri, Ketua LBH Janur Sampang (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Kasus dugaan pencabulan gadis usia 17 tahun yang terjadi di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Senin (28/07/2028) yang lalu, terus menjadi perhatian publik.

Peristiwa memilukan dialami oleh korban seorang gadis di wilayah Kecamatan Robatal yang diduga dilakukan oleh inisial BS (terlapor) yang disebut-sebut seorang laki-laki di wilayah Kecamatan Ketapang itu, kini menjadi perhatian khusus dari LBH Janur Kabupaten Sampang.

Pasalnya, selain adanya peristiwa dugaan tindak pidana pencabulan, juga ada dugaan indikasi tindak pidana perdagangan orang (TTPO) yang dialami korban.

Hal itu, disampaikan oleh Andi Subahri, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jawara Advokasi Nusantara (Janur) Kabupaten Sampang. Dirinya mengaku saat ini juga ikut mengawal proses hukum dugaan pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal.

BACA JUGA :  Polres Sampang Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Pulau, 3 Kg Sabu Disita

Ketua LBH Janur Sampang Andi Subahri mengatakan bahwa pihaknya telah mengkaji dan mempelajari kronologi terungkapnya kasus dugaan pencabulan tersebut secara mendalam. Selain tindak pidana pencabulan ada dugaan indikasi tindak pidana perdagangan orang (TTPO) yang dialami korban.

“Kami menilai kasus ini merupakan kasus konspirasi atau banyak orang yang terlibat di dalamnya. Jadi kami meminta polisi untuk menangkap semua orang yang terlibat dalam kasus ini,” ungkap Andi Subahri, Kamis (07/08/2025).

Lebih lanjut Andi mengungkapkan, bahwa sejak Selasa (05/08/2025) pihaknya telah menerima kuasa dari wali atau keluarga korban atas laporan dugaan tindak pidana perlindungan anak.

BACA JUGA :  Demo Penundaan Pilkades di Sampang Ricuh, Aktivis: Polisi Lebih Bela Penguasa daripada Rakyat

“Kami akan memberikan advokasi atau pendampingan hukum secara menyeluruh kepada korban agar proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada bentuk pelanggaran, termasuk potensi intimidasi terhadap korban maupun keluarganya,” katanya.

Andi menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas, mulai dari proses penyelidikan, penyidikan hingga persidangan, guna memastikan keadilan bagi korban.

Ia juga mengingatkan Polres Sampang agar tidak main-main dan tetap profesional dalam mengungkap kasus tersebut. Sebab, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur adalah bentuk pelanggaran kemanusiaan yang sangat berat.

BACA JUGA :  PPP Sampang Gelar Muscab X, Perebutan Kursi Ketua Mulai Mengerucut

“Harapannya polisi bisa serius mengungkap kasus ini dan segera menangkap para pelaku dan juga bisa mengembangkan kasus ini ke dugaan TPPO,” ujar Andi Subahri.

Terpisah, Plh Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan. Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Kami pastikan para penyidik akan menangani kasus ini sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Eko.

Ia menegaskan Polres Sampang tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kasus ini menjadi atensi serius dan akan kami proses secepatnya sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Jember Dinilai Lamban Tangani Kasus Penipuan Katering Haji 2026, Pelapor Berencana Mengadu ke Polda Jatim
Dugaan Korupsi BLUD RSUD Sampang, Eks Bendahara Ditahan Kejari, Kerugian Negara Ditaksir Rp5 Miliar
Petani 72 Tahun di Sampang Tewas Dipukul Linggis di Kandang Kambing, Pelaku Terancam Pidana Mati
Tragis! Duduk di Teras Rumah Berujung Maut, Petani Sampang Diduga Dibacok Menantu
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Disabilitas, GMNI Desak Polres Pamekasan Tindaklanjuti Terduga T
Gegara Bensin Dan Minuman Yakult, Pria Asal Palengaan Diamankan Polsek Tlanakan Pamekasan
Kasus Dugaan Investasi Bodong Warung Seblak di Pamekasan Berujung Laporan Polisi, Korban Klaim Rugi Rp44 Juta
Tragis!!! Tega Seorang Ibu Membunuh Anak Kandungnya

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Polres Jember Dinilai Lamban Tangani Kasus Penipuan Katering Haji 2026, Pelapor Berencana Mengadu ke Polda Jatim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Dugaan Korupsi BLUD RSUD Sampang, Eks Bendahara Ditahan Kejari, Kerugian Negara Ditaksir Rp5 Miliar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Petani 72 Tahun di Sampang Tewas Dipukul Linggis di Kandang Kambing, Pelaku Terancam Pidana Mati

Senin, 21 September 2026 - 19:02 WIB

Tragis! Duduk di Teras Rumah Berujung Maut, Petani Sampang Diduga Dibacok Menantu

Kamis, 17 September 2026 - 10:35 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Disabilitas, GMNI Desak Polres Pamekasan Tindaklanjuti Terduga T

Berita Terbaru