SAMPANG, Pilar Pos || Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, diduga bermasalah. Sejumlah dana milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan raib meski bantuan tercatat telah cair. Senin (2/3/2026).
Permasalahan ini mencuat setelah beberapa KPM di Dusun Pao Baruh mengaku selama bertahun-tahun tidak memegang langsung kartu bantuan sosial milik mereka.
Ironisnya, setelah kartu PKH berhasil diurus dan kini berada di tangan masing-masing KPM, ditemukan adanya riwayat transaksi uang masuk dan keluar dalam buku tabungan. Namun para penerima mengaku tidak pernah menerima bantuan tunai tersebut.
Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, warga sebelumnya tidak mengetahui bahwa mereka terdaftar sebagai penerima bantuan PKH dari pemerintah.
“Setelah kami urus, ternyata beberapa warga memang tercatat sebagai penerima PKH. Tapi saat buku tabungan dicek, dana bantuan sudah ada transaksi dan sebagian ditransfer ke rekening atas nama MEY,” ungkapnya.
Menurut keterangan warga, rekening tujuan transfer tersebut diduga milik oknum seorang warga di Sampang Kota.
Sumber tersebut menduga praktik serupa tidak hanya terjadi pada satu penerima bantuan. Dari data sementara yang dihimpun, sedikitnya empat KPM mengalami kerugian dengan total mencapai puluhan juta rupiah.
Adapun rincian dana bantuan yang tercatat masuk namun diduga tidak diterima KPM antara lain:
KPM inisial MR sebesar Rp12.196.000
KPM inisial SB sebesar Rp17.700.112
KPM inisial MM sebesar Rp18.844.543
KPM inisial MLM sebesar Rp22.275.000
“Ini hak masyarakat yang seharusnya diterima KPM. Karena sebelumnya mereka tidak tahu sebagai penerima bantuan, dana itu diduga sudah diambil pihak lain. Kami berharap aparat penegak hukum turun tangan dan mengusut tuntas,” tegasnya.
Sementara itu, Pendamping PKH Desa Barunggagah, Fitrih, saat dikonfirmasi mengaku belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait persoalan tersebut karena dirinya baru bertugas di desa tersebut sejak Oktober 2025.
“Saya baru dipindah ke Desa Barunggagah pada Oktober 2025. Untuk kejadian sebelumnya, lebih jelasnya bisa dikonfirmasi ke pendamping yang lama,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pendamping PKH sebelumnya. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











