Arahkan Ganti Rugi Rumpon ke Bupati Sampang, Petronas Lempar Tanggung Jawab

Avatar

- Pewarta

Selasa, 29 Juli 2025 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Sejumlah nelayan bersama aktivis saat menggelat audiensi dengan perwakilan petronas dan skk migas di aula ruma makan bebek sinjay beberapa minggu yang lalu membahas tentang ganti rugi rumpon (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

Caption: Sejumlah nelayan bersama aktivis saat menggelat audiensi dengan perwakilan petronas dan skk migas di aula ruma makan bebek sinjay beberapa minggu yang lalu membahas tentang ganti rugi rumpon (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Perusahaan migas asal Malaysia, Petronas Carigali, kembali menjadi sorotan setelah dinilai tidak bertanggung jawab atas kerusakan rumpon milik nelayan di perairan utara Madura, Selasa (29/07/2025).

Ironisnya, Petronas justru mengarahkan nelayan dan aktivis untuk menyampaikan keluhan kepada Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, alih-alih menyelesaikan ganti rugi secara langsung.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Senior Manager Corporate Affairs & Administration Petronas Carigali Indonesia, Erik Yoga, saat diwawancarai secara investigatif pada Senin (28/07/2025).

Dalam pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada wartawan, Erik Yoga menulis bahwa Petronas hanya menjalankan arahan dari kepala daerah.

“Arahan dari Pak Bupati agar panjenengan merapat ke Pemkab, kalau ada keluhan atau permintaan klarifikasi,” tulis Erik Yoga dalam pesan singkatnya kepada wartawan.

Erik mengaku bahwa dirinya secara langsung diminta oleh Bupati Sampang untuk mengarahkan seluruh pihak yang menyuarakan kerusakan rumpon agar menyampaikannya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

BACA JUGA :  Perkuat Struktur Organisasi, AWAS Sampang Tetapkan H. Moh. Yasin sebagai Dewan Penasihat

“Saya diminta beliau agar semua pihak yang terkait keluhan-keluhan rumpon ini diarahkan ke Pemkab,” tulis Erik dalam pesan tersebut.

Sikap Petronas yang dinilai melempar tanggung jawab ini langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Hanafi, aktivis Ormas Pro Jokowi Kabupaten Sampang. Ia menilai Erik Yoga dan Petronas telah berupaya lari dari kewajiban moral dan hukum.

“Kenapa malah dilempar ke Bupati? Seharusnya Petronas, PT Elnusa, dan SKK Migas segera mengganti kerugian rumpon milik nelayan. Jangan berlindung di balik pemerintah daerah,” tegas Hanafi.

Hanafi mempertanyakan, posisi Bupati Sampang dalam proyek eksplorasi migas ini. Ia menilai keterlibatan Bupati terkesan membela perusahaan asing daripada melindungi hak-hak masyarakatnya sendiri.

BACA JUGA :  Aksi Curanmor di Kedungdung Sampang Terbongkar, Dua Pemuda Diamankan Polisi

“Memangnya Bupati ini sebagai apa. Kok sampai pasang badan seakan jadi pahlawan untuk perusahaan asing,” sindirnya tajam.

Nada serupa juga dilontarkan oleh Imron, aktivis pembela nelayan asal Sokobanah. Ia menilai Petronas dan SKK Migas telah melanggar komitmen yang sebelumnya telah disepakati bersama para perwakilan nelayan.

“Petronas dan SKK Migas ini harus komitmen dong. Dalam notulen pertemuan di Bebek Sinjay, disepakati akan ada audiensi terbuka mengenai transparansi pembayaran ganti rugi rumpon yang telah diberikan kepada PT Elnusa. Tapi sekarang kenapa justru diarahkan ke Bupati? Jangan-jangan uang ganti rugi itu sudah dialihkan atau masuk ke pihak tertentu, termasuk Bupati Slamet Junaidi,” ujar Imron dengan nada curiga.

Sebagai bentuk protes, para nelayan yang tergabung dalam aliansi pembela rumpon berencana melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di beberapa titik strategis. Aksi tersebut rencananya akan berlangsung selama dua hari berturut-turut.

BACA JUGA :  Bea Cukai Madura Terima 385 Ribu Batang Rokok Ilegal dari Polres Sampang Usai Kecelakaan Dump Truck

“Kalau tidak ada penyelesaian, ribuan nelayan akan turun ke lapangan. Hari pertama kita demo ke objek vital nasional Rig Bukit Tua dan kantor Petronas di Gresik. Hari kedua kita akan lanjut ke SKK Migas Jabanusa. Tuntutannya jelas: ganti rugi rumpon harus diselesaikan tanpa intervensi pihak luar, apalagi dari birokrasi lokal,” tutup Imron dengan lantang.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wartawan Sampang Gelar Doa Bersama, Titip Harapan Keselamatan Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Gunung Krakatau
AMPG Bangun Sumur Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Sampang
Dimediasi Tokoh Agama dan Masyarakat, Kasus Dugaan Penganiayaan di Tlagah Sampang Berujung Damai
Diduga Sengaja Dibakar oleh Anak Sendiri, Sebuah Rumah di Ketapang Sampang Ludes
Nahas ! Ditinggal Pergi oleh Penghuni, Sebuah Rumah di Robatal Sampang Ludes Dilalap Si Jago Merah
Diduga Komponen Lepas, Dua Mobil Pick Up Adu Depan di Ambunten Sumenep
Kandang dan Dapur Hingga Sapi Warga Paopale Laok Hangus Terbakar, Begini Keterangan Polres Sampang
Tumpukan Sampah Cemari Pesisir Pulau Mandangin, DLH Sampang Sebut Banyak Sampah Kiriman Arus Laut

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:52 WIB

Wartawan Sampang Gelar Doa Bersama, Titip Harapan Keselamatan Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Gunung Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 23:16 WIB

AMPG Bangun Sumur Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Sampang

Jumat, 4 September 2026 - 19:51 WIB

Dimediasi Tokoh Agama dan Masyarakat, Kasus Dugaan Penganiayaan di Tlagah Sampang Berujung Damai

Kamis, 3 September 2026 - 23:15 WIB

Diduga Sengaja Dibakar oleh Anak Sendiri, Sebuah Rumah di Ketapang Sampang Ludes

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Nahas ! Ditinggal Pergi oleh Penghuni, Sebuah Rumah di Robatal Sampang Ludes Dilalap Si Jago Merah

Berita Terbaru