Pamekasan, Pilar Pos | Pasalnya salah seorang berinisial NY asal Pamekasan ditawarkan jadi suplayer catring di madinah tahun anggaran 2026 oleh pihak PPIH asal Kabupaten Jember yang berstatus sebagai petugas bagian Akomodasi pada 18 februari sebelum bulan ramadhon 1447 H./2026 M lalu.
NY (inisial) korban asal Pamekasan dihubungi melalui via seluler oleh AW Pelaku yang menawarkan langsung terkait catering jemaah haji tahun 2026 dan memastikan bahwa catering itu bisa dihandle NY, dengan alasan dia dapat jatah untuk tahun ini, sehingga sepakat berani mengambil langkah untuk bekerjasama dan melanjutkan ke vendor yang ada di saudi sebagai team yang menyiapkan kebutuhan catering disana.
“Tidak hanya itu tapi pihak PPIH AW juga meminta uang visa sebagai dalih pemberangkatan ke saudi sebesar 45 juta rupiah namun karena saya tidak bisa memenuhi uang visa sebesar itu, hanya mampu memberikan 3juta rupiah untuk sementara waktu dan siap melunasi apabila kerjasama sudah berjalan, sedang AW siap menutupi sisa dari kemampuan yang dikeluarkan saya,” Beber NY kepada medi ini, Rabu, 29/04/2026.
“AW minta 45 juta saya belum bisa memenuhi tapi saya siap mengembalikan sisa yang ditanggung AW setelah semuanya berjalan sehingga uang yang saya keluarkan 3juta rupiah karena masih banyak hal. lain juga yang harus saya persiapkan.” Tambahnya
selain itu MF selaku orang tua NY membernarkan adanya tawaran pemenuhan catering jamaah haji
yang diakui AW sebagai Jatahnya di 2026 ini.
“Melalui via seluler AW menghubungi saya untuk menyampaikan hal yang sema dengan anak saya dan dia meyakinkan pada kami semua tentang jatah catering di Saudi dan sayapun juga menyetujui hingga kami ada transaksi pembayaran uang Visa ke AW melalui anak saya NY,” Terangnya.
Dan masih menurut keterangan NY semua rangkaian masih terjalin kondusif sampai di suatu waktu oknum beserta istri mengunjungi NY di Madura dan masih memastikan bahwasanya kerjasama masih kondusif dan tidak ada pembatalan.Bahkan sampai NY mengunjungi rumah AW di Jember Kalisat sampai zoom dengan team Saudi menjelang detik keberangkatan AW ke Saudi untuk bertugas semua masih kondusif.
Lalu setelah AW berangkat ke Jakarta,mulailah berkurang komunikasi hingga oknum sampai di Saudi,sampai NY meminta salah satu teamnya yg kebetulan seorang petugas PPIH perbantuan Saudi Daker Madinah untuk mengunjungi AW di sebuah acara ta’aruf yg diselenggarakan oleh panitia.
Masih kata NY sampai detik ini pertanggal 22 April 2026 belum ada kepastian dari AW tentang kerjasama yang sudah disepakati antara saya, team di Saudi dan AW hingga akhirnya melalui kerjasama team berhasil menemui AW di Saudi dan AW memberikan informasi sepihak dengan membatalkan kerjasama dan mengenyampingkan etika musyawarah sewaktu menemui NY dan Zoom Meeting bersama team.
“Sampai tanggal 22 april 2026 tidak ada komunikasi dan informasi yang pasti tentang kerjasama ini tiba-tiba saya mendengarkan informasi sepihak dari team setelah saya suruh menemui AW di Saudi bahwa AW membatalkan kerjasama ini dengan alasan kontrak batal dan diberikan kepada pihak lain, yang dimana dari awal tidak pernah ada pembahasan lelang dan yg mendapatkan kerjasamanya sebuah lembaga yg sama-sama orang Madura dan , dan dari semua yang di musyawarahkan AW dari awal terhadap NY hal inilah yang membuat NY tertipu oleh AW dan pertanggung jawaban atas kerugian yang saya alami secara pribadi dan team secara keseluruhan.” Imbuh NY.
Sampai NY mengunjungi kembali keluarga AW dengan membawa saksi saksi menuntut pertanggung jawaban secara kekeluargaan dan barulah atas bantuan istrinya bisa berkomunikasi dengan AW pasca terputusnya komunikasi sejak AW berangkat ke Jakarta hingga ke Saudi dan tidak ada permintaan maaf juga itikad baik dari AW untuk menyelesaikan perkara ini, hanya pengembalian uang Visa yg diminta oleh NY untuk dikembalikan yg mana sebelum NY mengunjungi rumah AW di Jember sudah melakukan penagihan by chat kepada AW namun tidak direspon.
Dan NY melakukan pengusutan lanjutan terhadap instansi terkait yaitu KEMENHAJ Jember juga Pamekasan atas arahan arahan yg ditemukan dan mengenai hal ini yg bersangkutan tidak pernah ada wewenang juga andil dalam hal ini.
Yang mana dalam semua rangkaian dari awal yg dilakukan oleh oknum semuanya adalah fiktif.
Tidak selesai sampai disini rasa kekecewaan yang di alami NY namun untuk selanjutnya tetap akan diproses secara hukum apabila AW tidak bertanggung jawab dan memenuhi kerugian yang dialaminya
“Saya tetap akan menempuh jalur hukum apabila AW tidak mau bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi atas kerugian yang saya alami dan team kami di Saudi.Karena setelah saya lakukan pengusutan lebih lanjut kepada instansi ditemukan temuan² lain yg mengarah kepada penipuan,” tutup NY.
Sampai berita ini diturunkan, pihak terduga pelaku AW saat dihubungi melalui Whatsapp oleh awak media ini tidak ada respon sama sekali. (Red)











