Bersitegang, Pengukuran Tanah Di Sampang Sempat Cekcok, Kedua Belah Pihak Ngotot

PilarPos

- Pewarta

Senin, 22 Desember 2025 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pose bersama saat kedua belah pihak Baju  Mayuti (baju hijau), Tudak Memakai Baju (Mat Sam) berdamai atas masing-masing kepemilikan tanahnya usai dilakukan pengukuran tanahnya, didampingi Abdus Salam, SH. MH. Advokat Lembaga Bantuan Hukum LBH Pusara. (Topi Baju Kuning loreng) Senin, 22/12/2025.

Pose bersama saat kedua belah pihak Baju Mayuti (baju hijau), Tudak Memakai Baju (Mat Sam) berdamai atas masing-masing kepemilikan tanahnya usai dilakukan pengukuran tanahnya, didampingi Abdus Salam, SH. MH. Advokat Lembaga Bantuan Hukum LBH Pusara. (Topi Baju Kuning loreng) Senin, 22/12/2025.

Sampang, Pilar Pos | Pengukuran tanah milik Mayuti di DusunTetean Desa Bira Barat Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang Madura sempat cekcok karena pihak Mat Sam selaku pihak yang mengaku kepemilikan tidak terima tanahnya dipatok. Senin, 22/12/2025.

Pengakuan Mayuti sejak lahir sudah menempati rumah dengan keluasan tanah 50 x 50 meter persegi, diwarisi orang tuanya. Namun pada saat itu hanya sebatas wasiat saja tanpa ada keterangan surat tanah resmi.

Dari pihak Pak Mat Sam dulu menitip kandang sapi di sebelah timur rumah Mayuti, kemudian sampai membangun Toko sama persis di depan Kandang arah ke jalan raya. Sehingga dari pihak Mat Sam sampai pada akhirnya ingin menguasai rumah dan tanah yang ditempati Mayuti.

BACA JUGA :  Alih-alih Program Bantuan Pemerintah IFP Sekolah di Pamekasan Diduga Tidak Tepat Sasaran Dinas Pendidikan Terkesan Angkat Tangan

Sempat beberapa tahun silam diurus sertifikat melalui Kepala Desa setempat didampingi aparat kepolisian untuk diukur atas nama Mayuti namun tidak ada hasil karena pihak sebelah ngotot dan mengakui jika tanah yang ditempati Mayuti miliknya.

“Tanah ini saya beli pak, luas sampai sungai ke timur, tapi saya diusir dan diancam jika tidak pindah, padahal tanah dan rumah ini milik saya, saya cukup sabar pak meski tanah saya diambil, sampai saya mau diinjak-injak,” Kata Mayuti pada awak media ini.

BACA JUGA :  Telan Rp170 Juta, Proyek Optimalisasi Pipa Transmisi PDAM Trunojoyo Sampang Pakai Besi Bekas

Al hasil Abdus Salam selaku Advokat Pusara dengan menunjukkan Nomor persil IIA Blok Tetean Kohir Nomor 1055 dan akte hibah Nomor 154/2019 kepemilikan tanah atas nama Mayuti langsung menggelar eksekusi secara formal dan adil kedua belah pihak dipertemukan, dihadiri pihak Babinsa Polsek ketapang, danramil ketapang serta dari pihak BPN Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sampang untuk dilakukan pengukuran tanah.

“Alhamdulillah kedua belah pihak sepakat dengan menunjukkan batas lahan tanah untuk dipatok dan diukur resmi bersertifikat atas nama Mayuti disaksikan beberapa tokoh masyarakat setempat dan aparat kepolisian,” Ujar Abdus Salam.

BACA JUGA :  Sukses, Lounching Perdana SPPG Bindang Siap Didistribusikan

“Memang sempat kedua belah pihak antara Keluarga Mayuti dan Pak Mat Sam bersitegang pada saat pematokan tanah untuk dilakukan pengukuran oleh BPN namun alhasil bisa terarasi dan keduanya sama-sama mengalah,” Imbuh Abdus.

“Kedepan kita tinggal beres-beres untuk memilah batas antara kandang dan dapur yang tidak ikut ke pengukuran sehingga keduanya tidak lagi ada perseteruan,” Pungkaa Abdus.

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi
Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang
PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang
Pemuda Pancasila dan Komando HAM Sampang Tolak Eksekusi Lahan Gunung Sekar, Siap Tempuh PK ke Mahkamah Agung
Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang
Sebelum Eksploitasi Sumur Hidayah Dimulai, Nelayan Sampang Tuntut Kompensasi Rumpon Rp6 Miliar
Jalan Kedungdung-Bringkoning di Sampang Diresmikan Presiden Prabowo, Material Cor Disuplai PT Sejahtera Jaya Alim Mix

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:47 WIB

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:39 WIB

PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 07:56 WIB

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:03 WIB

Pemuda Pancasila dan Komando HAM Sampang Tolak Eksekusi Lahan Gunung Sekar, Siap Tempuh PK ke Mahkamah Agung

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita

Mempererat Wartawan dan LSM Gelar Acara Sholawat Bersama

Sabtu, 18 Jul 2026 - 19:44 WIB