Warga Sampang Jadi Korban Tabrak Lari di Pemekasan, Kendaraan Dinas Desa Pandian Sumenep Disinyalir Terlibat

Avatar

- Pewarta

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Mobil Korban Suzuki Ertiga M 1912 NQ Yang Ditabrak Dari Belakang Mengalami Lecet Body Belakang (Sumber Foto: Indra Maulana Arifin/dok Pilar Pos)

Caption: Mobil Korban Suzuki Ertiga M 1912 NQ Yang Ditabrak Dari Belakang Mengalami Lecet Body Belakang (Sumber Foto: Indra Maulana Arifin/dok Pilar Pos)

PAMEKASAN, Pilar Pos || Insiden kecelakaan lalu lintas dengan modus tabrak lari terjadi di Jalan Raya kawasan Hotel Odaita, Kabupaten Pamekasan, Madura, pada Sabtu (13/12/2025). Peristiwa ini menimpa Indra Maulana Arifin, warga Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, yang hingga kini masih menunggu itikad baik dan pertanggungjawaban pelaku.

Kepada Pilar Pos, Indra menuturkan bahwa saat kejadian ia mengendarai mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi M 1912 NQ dan hendak berbelok ke kiri menuju area hotel. Kondisi jalan saat itu dalam keadaan macet. Namun tiba-tiba, kendaraannya ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil lain bernopol M 1026 VP.

“Jalan sedang macet. Mobil dari kanan memaksa menyalip, lalu menabrak saya dari belakang. Begitu saya turun, pengemudi mobil itu langsung kabur tanpa tanggung jawab,” ungkap Indra, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan keterangan korban serta penelusuran data kendaraan, mobil yang diduga menabrak dan melarikan diri tersebut mengarah kuat pada kendaraan berpelat merah, yakni minibus Wuling Confero 1.5 berwarna hitam metalik, tahun perakitan 2022. Kendaraan tersebut tercatat resmi sebagai aset milik Pemerintah Desa Pandian, Kabupaten Sumenep, dengan masa berlaku STNK hingga 24 Maret 2028.

BACA JUGA :  Soroti Degradasi Lingkungan, PMII Sampang Tuntut Audit Tambang Galian C

Data kendaraan bahkan mencantumkan secara detail nomor mesin, kapasitas mesin 1.485 cc, serta alamat kepemilikan di wilayah Kota Sumenep. Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius terkait penggunaan kendaraan dinas di luar wilayah tugas, sekaligus memperkuat dugaan adanya pelanggaran etika dan hukum oleh pengemudi yang bertugas saat itu.

BACA JUGA :  SPBU 54.692.10 di Panyepen Sampang Layani Pengisian Pertalite ke Jerigen, Warga Pertanyakan Pengawasan

Indra menegaskan, yang paling melukai dirinya bukan semata kerugian materi akibat mobilnya tergores di bagian belakang, melainkan sikap tidak bertanggung jawab dari pengemudi kendaraan dinas tersebut.

“Bukan soal lecetnya mobil, tapi pengemudi plat merah itu kabur begitu saja. Tidak ada etika, tidak ada tanggung jawab,” tegasnya.

Peristiwa yang terjadi di ruang publik ini diduga terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar kawasan hotel, yang diharapkan dapat menjadi alat bukti kuat untuk mengungkap kronologi tabrakan dari belakang tersebut.

BACA JUGA :  Diduga Ada Pemotongan Honor Kader MBG B3 di Robatal Sampang, SPPG Jelgung Klaim Sudah Sesuai Aturan

Kini, korban dan keluarganya mendesak aparat kepolisian agar segera bertindak tegas dengan memanggil pihak-pihak terkait, khususnya pengemudi yang menggunakan mobil dinas milik Desa Pandian pada waktu kejadian.

Sementara itu, Pilarpos.com telah berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Pandian, Moh. Budiyanto, serta Sekretaris Desa Pandian guna meminta penjelasan terkait kepentingan kendaraan dinas berada di wilayah Pamekasan hingga terlibat kecelakaan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Desa Pandian.

Korban berharap kasus ini tidak berhenti di jalan, dan menjadi ujian nyata bagi penegakan hukum terhadap penyalahgunaan kendaraan negara serta tindakan tabrak lari, siapapun pelakunya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harumkan Nama Pesantren, Santri PP Gedangan Sampang Juara Umum Munada 4
Diduga Lahan Warga Diserobot, Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar di Sampang Tuai Protes
Mobil Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di SPBU 5469202 Pliyang Sampang, Tangki BBM Modifikasi Jadi Sorotan
Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot
Dijanjikan Kerja di Dubai, PMI Asal Sampang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Polisi Mulai Telusuri Jalur Keberangkatan
Geger! Oknum Kapus dan Staf Perempuan Digerebek di Ruang Kerja Puskesmas Robatal Sampang
Perkuat Organisasi dan Pengabdian, Rakercab II PSHT Cabang Sampang Jadi Momentum Evaluasi
Diduga Tinggalkan Rumah Saat Kompor Masih Menyala, Rumah Warga Sampang Terbakar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Harumkan Nama Pesantren, Santri PP Gedangan Sampang Juara Umum Munada 4

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Diduga Lahan Warga Diserobot, Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar di Sampang Tuai Protes

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Mobil Xenia Terbakar Usai Isi Pertalite di SPBU 5469202 Pliyang Sampang, Tangki BBM Modifikasi Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Dijanjikan Kerja di Dubai, PMI Asal Sampang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Polisi Mulai Telusuri Jalur Keberangkatan

Berita Terbaru