Sapi BUMDes di Sampang Diduga Dijual, Pemdes Pajeruan Akhirnya Buka Suara

Avatar

- Pewarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Kandang BUMDes di Salah satu Dusun di Desa Pajeruan, Nampak Seekor Sapi di Kandang (Sumber Foto: Milik Warga/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Kandang BUMDes di Salah satu Dusun di Desa Pajeruan, Nampak Seekor Sapi di Kandang (Sumber Foto: Milik Warga/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Polemik dugaan penjualan sapi milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pemerintah desa setempat, Jumat (8/5/2026).

Sebelumnya, program ketahanan pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 yang dikelola BUMDes Pajeruan menjadi sorotan warga. Pasalnya, dari lima ekor sapi yang semula berada di kandang, kini jumlahnya disebut berkurang drastis, bahkan dikabarkan hanya tersisa satu ekor. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya penjualan sapi secara diam-diam tanpa transparansi kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Sebagai Bentuk Tanggung Jawab, CV Kencana Bahari Perbaiki Kerusakan Proyek Jalan Labuhan-Sreseh Sampang

Menanggapi hal itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Pajeruan, Sholihen, akhirnya buka suara. Ia menyatakan bahwa berdasarkan keterangan pengelola BUMDes, sapi-sapi tersebut tidak hilang, melainkan dipindahkan ke kandang lain karena kendala perawatan.

“Saya sudah klarifikasi dan mempertanyakan keberadaan sapi kepada pengelola BUMDes, sapi itu dipastikan ada, dan hanya saja dipindah dan di titip ke kandang lain agar ada yang merawat, karena yang merawat tidak mampu dan kewalahan untuk membayar pekerja pencari rumput,” katanya kepada Pilarpos.com, Rabu (07/5/2026).

Ia membenarkan bahwa program penggemukan sapi tersebut merupakan bagian dari program Ketapang Tahun Anggaran 2025. Total anggaran yang dialokasikan, kata dia, mencapai lebih dari Rp300 juta yang terbagi untuk dua kandang di dusun berbeda.

BACA JUGA :  Dijanjikan Aspal Hibah Pemprov Jatim Tak Kunjung Terealisasi, Warga Tambelangan Sampang Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Dana itu, sudah dicairkan penuh dan dipasrahkan ke BUMDes agar di kelola untuk usaha bagi hasil. Hasilnya, nantik kembali ke APBDes Pajeruan.

“Anggarannya sekitar Rp300 juta lebih, terbagi untuk dua kandang di lokasi berbeda. Dari masing-masing kandang, awalnya diisi lima ekor sapi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sholihen menjelaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk penyertaan modal pembelian sepuluh ekor sapi serta pembangunan dua kandang.

BACA JUGA :  CV Putri Jihan Jadi Pemenang Lelang, Proyek Tambatan Perahu Pelabuhan Tanglok di Sampang Belum Dimulai

“Setiap ekor sapi dianggarkan rata-rata sekitar Rp15 juta, bahkan ada yang lebih. Total ada sepuluh ekor sapi, sedangkan sisa anggaran digunakan untuk pembangunan kandang,” terangnya.

Sebagai Pj Kepala Desa sekaligus pengawas BUMDes Pajeruan, ia juga mengimbau kepada pengelola agar keberadaan sapi tetap berada di kandang utama guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami minta agar sapi tetap berada di lokasi kandang, sehingga tidak menimbulkan informasi yang simpang siur di masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang
Sebelum Eksploitasi Sumur Hidayah Dimulai, Nelayan Sampang Tuntut Kompensasi Rumpon Rp6 Miliar
Jalan Kedungdung-Bringkoning di Sampang Diresmikan Presiden Prabowo, Material Cor Disuplai PT Sejahtera Jaya Alim Mix
Tumpukan Kayu Kuasai Bahu Jalan Nasional di Sampang, Polisi Diminta Segera Bertindak
Fokus Tingkatkan Kemandirian Warga, Program PPM Medco Energi Tahun 2026 Menyasar Enam Desa dan Satu Pulau di Sampang
Proyek Sekolah Rakyat Rp200 Miliar di Sampang Baru 73 Persen, Target Rampung Akhir Juni Terancam Molor
Komisi I DPRD Sampang Soroti Dugaan Penguasaan Tanah Percaton Astapah, BPPKAD dan Satpol PP Akan Dipanggil
Salat Iduladha 1447 H di Sampang Berlangsung di Depan Pendopo Trunojoyo, Bupati Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah Islamiyah

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:36 WIB

Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:14 WIB

Jalan Kedungdung-Bringkoning di Sampang Diresmikan Presiden Prabowo, Material Cor Disuplai PT Sejahtera Jaya Alim Mix

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:56 WIB

Tumpukan Kayu Kuasai Bahu Jalan Nasional di Sampang, Polisi Diminta Segera Bertindak

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:26 WIB

Fokus Tingkatkan Kemandirian Warga, Program PPM Medco Energi Tahun 2026 Menyasar Enam Desa dan Satu Pulau di Sampang

Senin, 1 Juni 2026 - 22:21 WIB

Proyek Sekolah Rakyat Rp200 Miliar di Sampang Baru 73 Persen, Target Rampung Akhir Juni Terancam Molor

Berita Terbaru

Politik dan Pemerintahan

DPC PPP Pamekasan Resmi Dipimpin Ra Bakir Hasan Periode 2026–2031

Minggu, 28 Jun 2026 - 20:05 WIB