LPG 3 Kg Langka dan Mahal, DPRD Sampang Warning dan Larang Dapur MBG Gunakan Gas Subsidi

Avatar

- Pewarta

Rabu, 22 April 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Muhammad Nur Mustakim, Sekretaris Komisi II DPRD Sampang Saat Diwawancarai Beberapa Wartawan di Ruang Kerjanya (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Muhammad Nur Mustakim, Sekretaris Komisi II DPRD Sampang Saat Diwawancarai Beberapa Wartawan di Ruang Kerjanya (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Maraknya isu kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi di Kabupaten Sampang menjadi perhatian serius. Dalam beberapa pekan terakhir, pasokan LPG 3 kilogram (kg) di masyarakat kerap tersendat, disertai lonjakan harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Sampang, Muhammad Nur Mustakim, mengingatkan para pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menggunakan LPG bersubsidi.

Ia menegaskan, LPG 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, bukan untuk kegiatan usaha, termasuk dapur MBG.

“Untuk usaha mikro dengan omzet di atas Rp5 juta, disarankan tidak menggunakan LPG subsidi. Itu sudah jelas tidak diperbolehkan, termasuk dapur MBG,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

Politikus PAN tersebut juga mengungkapkan, Komisi II DPRD Sampang telah menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama perwakilan Pertamina Patra Niaga serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sampang.

BACA JUGA :  Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang

Menurutnya, hearing tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait isu kelangkaan dan kenaikan harga LPG subsidi.

“Rapat ini berdasarkan laporan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kg, ditambah harganya yang melonjak dan belum terkendali,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, DPRD menyoroti berbagai aspek, mulai dari kecukupan kuota, penerapan HET, hingga alur distribusi LPG dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) ke agen, pangkalan, hingga pengecer.

Berdasarkan data, alokasi LPG 3 kg untuk Kabupaten Sampang pada 2025 mencapai sekitar 21 ribu metrik ton atau setara kurang lebih 7 juta tabung per tahun. Sementara harga dari Pertamina ke agen berada di kisaran Rp18 ribu per tabung.

Meski demikian, Mustakim menilai persoalan bukan terletak pada ketersediaan stok.

BACA JUGA :  Bahaya Longsor, Belasan Rumah Retak dan Hancur Di Pasean Pamekasan

“Dari keterangan Pertamina, stok sebenarnya aman. Kami menduga ada kebocoran di jalur distribusi, seperti penimbunan atau pengalihan ke non-subsidi yang memicu lonjakan harga,” tegasnya.

Ia mendorong agar persoalan tersebut ditelusuri secara menyeluruh. DPRD juga meminta Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang melakukan investigasi lapangan jika ditemukan indikasi permainan harga.

“Di Sampang ada sekitar 16 agen dan 517 pangkalan LPG. Jika ada sidak, DPRD harus dilibatkan karena ini menyangkut keluhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri Salam, mengungkapkan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan.

Hasilnya, lima dari enam pangkalan yang disidak kedapatan menjual LPG 3 kg di atas HET.

Kelima pangkalan tersebut berada di Pasar Rongtengah, Jalan Bahagia, Jalan Semeru, Jalan Mutiara, dan sekitar Pasar Srimangunan.

BACA JUGA :  Seorang Anak Gadis Diduga Dicabuli Ayah Tiri, Polres Sampang Siapkan Jerat Pidana Terhadap Pelaku Bejat

“Sesuai aturan, harga LPG 3 kg di pangkalan adalah Rp18 ribu. Namun di lapangan banyak dijual Rp20 ribu hingga Rp23 ribu. Temuan ini sudah kami laporkan ke Pertamina,” jelasnya.

Di sisi lain, perwakilan Pertamina Patra Niaga enggan memberikan keterangan kepada awak media usai rapat.

“Mohon maaf, kami terburu-buru karena ada kegiatan di kantor,” ujar salah satu perwakilan sebelum meninggalkan lokasi.

Diketahui, dalam beberapa pekan terakhir warga Sampang harus membeli LPG 3 kg dengan harga berkisar Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per tabung. Selain mahal, gas bersubsidi tersebut juga kerap sulit ditemukan di pasaran.

Kondisi ini pun memicu keresahan masyarakat dan menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Sampang.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek UKS Rp199 Juta di SDN Dulang 2 Sampang Disorot, Begel Diduga Tak Sesuai, CV Pelaksana Disebut Dipinjam
Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Raih Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026
Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut
Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi
Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam
Stok Solar dan Pertalite Kosong di SPBU Banyuanyar Sampang, Satreskrim Pastikan Pasokan Dijadwalkan Tiba Hari Ini
Pekerja Proyek SDN Komis I Sampang Tewas Usai Tertimpa Kerangka Bangunan, Penerapan K3 Perlu Diusut
Proyek Pokir TK Roudlatul Ulum di Jelgung Sampang Disorot, Dikerjakan Tanpa Papan Informasi dan Material Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

Proyek UKS Rp199 Juta di SDN Dulang 2 Sampang Disorot, Begel Diduga Tak Sesuai, CV Pelaksana Disebut Dipinjam

Minggu, 1 November 2026 - 01:29 WIB

Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Raih Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam

Berita Terbaru