Soroti Degradasi Lingkungan, PMII Sampang Tuntut Audit Tambang Galian C

Avatar

- Pewarta

Selasa, 21 April 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Puluhan Massa PMII Sampang Saat Gelar Aksi Demontrasi di Depan Kantor DPRD Sampang, Tuntut Audit Tambang Galian C (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Puluhan Massa PMII Sampang Saat Gelar Aksi Demontrasi di Depan Kantor DPRD Sampang, Tuntut Audit Tambang Galian C (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sampang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sampang, Selasa (21/4/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas memburuknya kondisi lingkungan yang dinilai kian mengkhawatirkan.

Dalam orasinya, PMII menyebut Kabupaten Sampang tengah mengalami degradasi lingkungan serius. Kondisi itu ditandai dengan banjir yang terus berulang, kerusakan wilayah pesisir, menurunnya kualitas lingkungan permukiman, serta meningkatnya risiko sosial di tengah masyarakat.

Salah satu orator aksi, Rofi, mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian lapangan, berbagai persoalan tersebut saling berkaitan. Ia menilai kerusakan lingkungan tidak lepas dari maraknya aktivitas tambang galian C yang tidak terkendali, lemahnya reklamasi, hingga tidak terpenuhinya kewajiban penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Perubahan pola tata air, hilangnya daerah resapan, hingga menurunnya fungsi ekosistem menunjukkan daya dukung lingkungan Sampang sudah terlampaui,” ujar Rofi di depan Kantor DPRD Sampang.

PMII juga menyoroti dampak ekonomi dan infrastruktur yang dirasakan masyarakat. Kerusakan jalan akibat aktivitas truk tambang, menurut mereka, justru diperbaiki menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bukan oleh pelaku usaha.

BACA JUGA :  Di Balik Teka-Teki Bakal Calon Ketua PJS, Jelang Kongres ke-2: Begini Pesan Tokoh Terpopuler Sampang

“Ini bukan sekadar krisis ekologis, tetapi sudah menjadi krisis keadilan publik. Keuntungan dinikmati segelintir pihak, sementara kerugian ditanggung masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, PMII menemukan sejumlah lokasi tambang yang tidak menjalankan kewajiban reklamasi pasca tambang. Kondisi tersebut menyebabkan lahan kritis, lubang bekas tambang, hingga kerusakan permanen yang berpotensi membahayakan masyarakat sekitar. Dampaknya juga dirasakan di sektor pertanian dan kesehatan, mulai dari menurunnya produktivitas lahan hingga polusi debu.

Di sisi lain, sedimentasi sungai disebut memperparah banjir yang semakin meluas dan sulit dikendalikan. Kawasan pesisir pun tak luput dari sorotan, dengan meningkatnya abrasi dan terganggunya ekosistem laut akibat praktik yang dinilai mengabaikan keseimbangan lingkungan.

BACA JUGA :  Telan Dana Rp287 Juta, Proyek Rabat Beton di Desa Baruh Sampang Tak Bertahan Lama

Atas kondisi tersebut, PMII mendesak pemerintah daerah dan DPRD segera mengambil langkah tegas. Rofi menyebut, dari puluhan tambang galian C di Sampang, hanya lima yang tercatat memiliki izin.

“Kemana aparat penegak hukum dan fungsi pengawasan DPRD? Selama bertahun-tahun terjadi pembiaran, sehingga kerusakan jalan akibat aktivitas tambang terus berlangsung,” cetusnya.

Dalam aksinya, PMII membawa sejumlah tuntutan, di antaranya audit menyeluruh terhadap perizinan tambang galian C, penghentian tambang ilegal, evaluasi kewajiban reklamasi, serta revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Mereka juga mendesak perbaikan infrastruktur yang rusak akibat aktivitas tambang, penghentian praktik yang merusak pesisir, restorasi mangrove, serta peningkatan pengawasan lingkungan secara transparan.

BACA JUGA :  DPD GMPK Sampang Optimistis Dr. Sudaryono Mampu Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional

PMII menegaskan, tanpa langkah konkret, Kabupaten Sampang berpotensi mengalami kerusakan lingkungan yang lebih parah hingga menuju kebangkrutan ekologis.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sampang, Baihaki, yang menemui massa aksi menyampaikan bahwa Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan bersama sejumlah anggota dari Fraksi NasDem dan PKS tidak dapat hadir karena mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di luar kota.

Meski demikian, Baihaki memastikan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan PMII. DPRD, kata dia, akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta pihak-pihak terkait dalam waktu dekat.

“Dalam satu pekan ke depan, pihak yang berkaitan dengan galian C akan kami panggil untuk mendata jumlah tambang dan status perizinannya. Jika ditemukan tidak berizin, akan langsung kami tindak dengan menggandeng aparat kepolisian,” ujarnya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek UKS Rp199 Juta di SDN Dulang 2 Sampang Disorot, Begel Diduga Tak Sesuai, CV Pelaksana Disebut Dipinjam
Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Raih Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026
Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut
Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi
Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam
Stok Solar dan Pertalite Kosong di SPBU Banyuanyar Sampang, Satreskrim Pastikan Pasokan Dijadwalkan Tiba Hari Ini
Pekerja Proyek SDN Komis I Sampang Tewas Usai Tertimpa Kerangka Bangunan, Penerapan K3 Perlu Diusut
Proyek Pokir TK Roudlatul Ulum di Jelgung Sampang Disorot, Dikerjakan Tanpa Papan Informasi dan Material Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

Proyek UKS Rp199 Juta di SDN Dulang 2 Sampang Disorot, Begel Diduga Tak Sesuai, CV Pelaksana Disebut Dipinjam

Minggu, 1 November 2026 - 01:29 WIB

Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Raih Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam

Berita Terbaru