Anggota DPR RI Aboe Bakar Disorot, Kiai Sampang Justru Ajak Ulama Madura Perkuat Perang Lawan Narkoba

Avatar

- Pewarta

Kamis, 16 April 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: KH Mahrus Abdul Malik, Pengasuh Ponpes Al-Ihsan Jrangoan Sampang, dan Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI Partai PKS (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: KH Mahrus Abdul Malik, Pengasuh Ponpes Al-Ihsan Jrangoan Sampang, dan Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI Partai PKS (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan Jrangoan, Omben, Kabupaten Sampang, Madura, KH Mahrus Abdul Malik mengajak para kiai dan ulama di Madura untuk mendukung upaya pencegahan peredaran narkotika di lingkungan pesantren. Kamis (16/4/2026).

Ajakan tersebut ditujukan khusus kepada ulama yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (AUMA) dan Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA), sebagai bentuk dukungan terhadap langkah Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi.

“Saya mengharapkan dukungan para kiai, khususnya AUMA dan BASSRA, untuk bersama-sama mendukung upaya pencegahan narkoba di pesantren,” ujar KH Mahrus Abdul Malik. Rabu, (15/4/2026).

Menurutnya, langkah yang dilakukan Habib Aboe Bakar bersama Komisi III DPR RI merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan pesantren dari ancaman narkotika.

BACA JUGA :  Jalan Kabupaten Sampang Rusak Diduga Akibat Truk Tambang, Warga Trapang Tuntut Tanggung Jawab Perusahaan

Ia menegaskan, peran ulama sangat penting dalam mengawal gerakan tersebut agar pesantren tetap menjadi tempat yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

“Pesantren harus benar-benar dijaga. Kami memohon kepada para kiai untuk ikut mengawal perjuangan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang sebelumnya menyinggung keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam pusaran narkotika.

Ia mengakui pernyataannya dalam rapat kerja telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya di Madura.

BACA JUGA :  CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka

“Saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya. Pernyataan saya sebelumnya terlalu umum dan tidak tepat,” ujar Habib Aboe Bakar, Kamis (16/4/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta maaf kepada para habaib, ulama, dan kiai di seluruh wilayah Madura, meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, serta masyarakat yang merasa tersinggung.

Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk mendiskreditkan pesantren maupun ulama.

“Saya sangat menghormati para ulama. Mereka adalah guru-guru yang saya cintai dan hormati,” katanya.

Lebih lanjut, Habib Aboe Bakar menjelaskan bahwa pernyataannya dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap meluasnya peredaran narkotika. Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk pesantren, untuk meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA :  Dua Mobil Hangus Terbakar di Banyuates Sampang, Polisi Selidiki Penyebabnya

Namun, ia mengakui cara penyampaian yang kurang tepat telah menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, saya berkomitmen untuk menemui langsung para tokoh masyarakat yang merasa keberatan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait pernyataannya mengenai data sebaran narkotika di lembaga pemasyarakatan.

Polemik ini bermula dari pernyataan Aboe Bakar dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bareskrim Polri pada 7 April 2026. Dalam rapat tersebut, ia menyebut adanya informasi terkait dugaan keterlibatan oknum di lingkungan pesantren dan ulama di Madura dalam jaringan narkotika.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Banjarbillah Sampang Disorot BGN, Distribusi MBG Diduga Tak Sesuai Juknis
Aktivis Kasih PR Kejari Bondowoso Percepat Tangani Kasus Alih Fungsi Hutan Ijen
MWC NU Pasean Sukses Gelar Musyawarah Ranting Desa Bindang Masa Khidmat 2025-2030
Akhiri Kunjungan dengan Keakraban Hangat, Presiden Prabowo Lepas Presiden Erdogan Tinggalkan Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Kunjungi Jatim, Pantau Pelayanan PTSP Kanwil
Presiden Prabowo: Kekuatan Pertahanan Penting dalam Menjaga NKRI
Kemenperin : Fokus Industrialisasi, Aditya Muhamad Bintang Ajak Generasi Muda Siap Terjun Ke Sektor Industri
Khofifah: Natal Sebagai Momentum Menebar Cinta Kasih dan Menguatkan Kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:02 WIB

Anggota DPR RI Aboe Bakar Disorot, Kiai Sampang Justru Ajak Ulama Madura Perkuat Perang Lawan Narkoba

Kamis, 9 April 2026 - 23:10 WIB

SPPG Banjarbillah Sampang Disorot BGN, Distribusi MBG Diduga Tak Sesuai Juknis

Rabu, 3 September 2025 - 20:43 WIB

Aktivis Kasih PR Kejari Bondowoso Percepat Tangani Kasus Alih Fungsi Hutan Ijen

Senin, 21 Juli 2025 - 21:19 WIB

MWC NU Pasean Sukses Gelar Musyawarah Ranting Desa Bindang Masa Khidmat 2025-2030

Kamis, 13 Februari 2025 - 21:35 WIB

Akhiri Kunjungan dengan Keakraban Hangat, Presiden Prabowo Lepas Presiden Erdogan Tinggalkan Indonesia

Berita Terbaru