SAMPANG, Pilar Pos | Proyek pemeliharaan saluran skunder Buleung daerah irigasi (DI) Klampis, di Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, mulai dikerjakan. Pekerjaan tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Kamis (04/12/2025).
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini tercatat dalam Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 000.3.2/29901.9/104.6.09/2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 320.111.124. Proyek tersebut ditandatangani pada 27 Oktober 2025 dan dilaksanakan oleh CV Birza Utama.
Namun, pelaksanaan proyek tersebut ditemukan kejanggalan. Pasalnya, saluran yang saat ini tahap pengerjaan itu diduga asal jadi dan disinyalir sarat penyimpangan.

Bagaimana tidak, menurut pantauan media pilarpos.com pada Selasa (02/12/2025) pelaksanaan proyek tersebut di temukan kejanggalan. Seperti, bentuk bangunan di salah-satu titik terlihat pasangan batu saluran menopang ketanah. Selain itu, material batu gunung yang digunakan kualitasnya diragukan.
Sebab, material batu dilokasi terlihat berwana ke kuningan yang dikhawatirkan mudah pecah dan hancur. Kondisi itu, akan berpengaruh pembangunan dalam masa panjang.
Pemeliharaan saluran irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air ke area persawahan sekitar, terutama menjelang musim tanam. Warga setempat berharap pekerjaan dilakukan secara profesional dan sesuai spesifikasi teknis agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Saat dikonfirmasi, Fariz, Direktur CV Birza Utama mengeklaim bahwa proyek yang ia garap sudah sesuai. Menurutnya, proyek itu dilaksanakan sepanjang 268 meter kanan-kiri dengan ketebalan saluran 30 Cm, serta ada pekerjaan cor pondasi dan penggalian tanah menggunakan Excavator (alat berat).
“Iya sudah sesuai, dan itu diukur pakai bak ukur. Material pasir yang digunakan adalah pasir pasang dan batu gunung,” kata Fariz sembari mengirim foto bukti pelaksanaan, Selasa (02/12/2025).
Fariz juga mengungkapkan, bahwa pekerjaan yang sama di Sampang ada lima lokasi. Diantaranya: Desa Bancelok, Kara, Tanah Merah, Petapan, dan Mlakah (jrengik).
“Kalau bisa paket lainnya ditanyakan juga, ada 5 di Sampang,” ungkapnya.
Hingga kini, pantauan di lokasi menunjukkan papan proyek sudah terpasang, dan pekerjaan saat ini masih dikerjakan. Sejumlah petani meminta agar pihak pelaksana mengutamakan kualitas karena saluran tersebut merupakan jalur penting bagi kebutuhan irigasi pertanian.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











