Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi

Avatar

- Pewarta

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Proyek Pemeliharaan Saluran Sekunder di Desa Pangelen Sampang yang Dikerjakan Oleh CV Birza Utama (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Proyek Pemeliharaan Saluran Sekunder di Desa Pangelen Sampang yang Dikerjakan Oleh CV Birza Utama (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Proyek pemeliharaan saluran skunder Buleung daerah irigasi (DI) Klampis, di Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, mulai dikerjakan. Pekerjaan tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Kamis (04/12/2025).

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini tercatat dalam Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 000.3.2/29901.9/104.6.09/2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 320.111.124. Proyek tersebut ditandatangani pada 27 Oktober 2025 dan dilaksanakan oleh CV Birza Utama.

Namun, pelaksanaan proyek tersebut ditemukan kejanggalan. Pasalnya, saluran yang saat ini tahap pengerjaan itu diduga asal jadi dan disinyalir sarat penyimpangan.

BACA JUGA :  DPMD Sampang Disorot: Monev Ketapang BUMDes Diduga Tebang Pilih, Desa Krampon dan Pajeruan Luput Agenda Evaluasi
Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi
Caption: Material Batu Gunung Proyek Pemeliharaan Saluran Sekunder di Desa Pangelen yang Dikerjakan Oleh CV Birza Utama (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Bagaimana tidak, menurut pantauan media pilarpos.com pada Selasa (02/12/2025) pelaksanaan proyek tersebut di temukan kejanggalan. Seperti, bentuk bangunan di salah-satu titik terlihat pasangan batu saluran menopang ketanah. Selain itu, material batu gunung yang digunakan kualitasnya diragukan.

Sebab, material batu dilokasi terlihat berwana ke kuningan yang dikhawatirkan mudah pecah dan hancur. Kondisi itu, akan berpengaruh pembangunan dalam masa panjang.

Pemeliharaan saluran irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air ke area persawahan sekitar, terutama menjelang musim tanam. Warga setempat berharap pekerjaan dilakukan secara profesional dan sesuai spesifikasi teknis agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

BACA JUGA :  Parah ! Proyek Rabat Beton di Desa Somber Sampang Cepat Rusak, Diduga Dikerjakan Tak Susuai RAB

Saat dikonfirmasi, Fariz, Direktur CV Birza Utama mengeklaim bahwa proyek yang ia garap sudah sesuai. Menurutnya, proyek itu dilaksanakan sepanjang 268 meter kanan-kiri dengan ketebalan saluran 30 Cm, serta ada pekerjaan cor pondasi dan penggalian tanah menggunakan Excavator (alat berat).

“Iya sudah sesuai, dan itu diukur pakai bak ukur. Material pasir yang digunakan adalah pasir pasang dan batu gunung,” kata Fariz sembari mengirim foto bukti pelaksanaan, Selasa (02/12/2025).

Fariz juga mengungkapkan, bahwa pekerjaan yang sama di Sampang ada lima lokasi. Diantaranya: Desa Bancelok, Kara, Tanah Merah, Petapan, dan Mlakah (jrengik).

BACA JUGA :  Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah

“Kalau bisa paket lainnya ditanyakan juga, ada 5 di Sampang,” ungkapnya.

Hingga kini, pantauan di lokasi menunjukkan papan proyek sudah terpasang, dan pekerjaan saat ini masih dikerjakan. Sejumlah petani meminta agar pihak pelaksana mengutamakan kualitas karena saluran tersebut merupakan jalur penting bagi kebutuhan irigasi pertanian.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang
PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang
Pemuda Pancasila dan Komando HAM Sampang Tolak Eksekusi Lahan Gunung Sekar, Siap Tempuh PK ke Mahkamah Agung
Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang
Sebelum Eksploitasi Sumur Hidayah Dimulai, Nelayan Sampang Tuntut Kompensasi Rumpon Rp6 Miliar
Jalan Kedungdung-Bringkoning di Sampang Diresmikan Presiden Prabowo, Material Cor Disuplai PT Sejahtera Jaya Alim Mix
Tumpukan Kayu Kuasai Bahu Jalan Nasional di Sampang, Polisi Diminta Segera Bertindak

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:47 WIB

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:39 WIB

PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 07:56 WIB

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:03 WIB

Pemuda Pancasila dan Komando HAM Sampang Tolak Eksekusi Lahan Gunung Sekar, Siap Tempuh PK ke Mahkamah Agung

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:36 WIB

Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang

Berita Terbaru