SPPG Banjarbillah Bantah, Kader Ngaku Diizinkan: Polemik Bungkus Kertas pada MBG Sampang

Avatar

- Pewarta

Selasa, 7 April 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Pendistribusian MBG dari SPPG Sampang Tambelangan Banjarbillah Melalui Kader Posyandu Kepada PM Ibu Menyusui (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Pendistribusian MBG dari SPPG Sampang Tambelangan Banjarbillah Melalui Kader Posyandu Kepada PM Ibu Menyusui (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pendistribusian Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, terus menuai sorotan. Selasa (07/3/2026).

Program yang semestinya menjamin kualitas dan higienitas itu justru dipertanyakan, setelah ditemukan paket MBG untuk ibu menyusui dibagikan dalam bungkus kertas, bukan menggunakan wadah standar food tray (ompreng).

Fakta tersebut terjadi pada pendistribusian oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sampang Tambelangan Banjarbillah melalui kader posyandu di Dusun Somber, kepada penerima manfaat (PM) pada Sabtu (04/4/2026) yang lalu.

Sebagai informasi, MBG tersebut menyasar kelompok rentan B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program ini merupakan bagian dari delapan program prioritas cepat (quick wins) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA :  Dua Proyek Rabat Beton di Sampang Tak Transparan, Pj Kades Baruh: Papan Informasi Mau Ditanyakan ke Mentor

Kepala SPPG Sampang Tambelangan Banjarbillah, Lailatul Fitria, tak membantah bahwa makanan tersebut berasal dari dapurnya. Namun, ia menegaskan distribusi awal telah menggunakan wadah sesuai standar.

“Iya, betul itu menu MBG dari SPPG kami. Akan tetapi, dari dapur dikirim menggunakan ompreng,” ujarnya kepada wartawan tim media ini saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya juga telah memfasilitasi wadah tambahan berupa thinwall. Namun, dalam praktiknya, sebagian wadah tidak kembali karena tertinggal di rumah penerima manfaat.

Menurutnya, penggunaan bungkus kertas hanya terjadi pada satu kasus dan merupakan inisiatif kader di lapangan.

“Hanya satu penerima yang dibungkus kertas minyak karena wadahnya belum dikembalikan. Itu inisiatif kader,” tegasnya.

Lailatul juga menegaskan bahwa penggunaan kertas minyak bukan kebijakan SPPG. Bahkan, pihaknya mengaku telah melarang penggunaan kemasan tersebut sejak awal.

BACA JUGA :  Proyek Jalan Rabat Beton di Desa Kotah Sampang Terindikasi Akan Sarat Penyimpangan

“Kami tidak pernah menganjurkan penggunaan kertas minyak. Jika itu terjadi, murni kesalahan kader,” katanya.

Ia menambahkan, kader yang bersangkutan telah mendapat teguran. Dalam skema distribusi, kader diketahui menerima upah Rp1.000 per ompreng.

Namun, pernyataan pihak SPPG itu tak sepenuhnya sejalan dengan keterangan kader posyandu di lapangan.

Saroh, kader posyandu Dusun Somber, mengakui bahwa ia mendistribusikan MBG kepada penerima manfaat dalam kondisi dibungkus kertas. Ia bahkan menyebut praktik tersebut merupakan inisiatif dari kader agar distribusi lebih mudah.

“Kalau dari dapur memang pakai ompreng. Cuma diakali sama kader, karena kalau pakai ompreng susah. Dari dapur juga tidak masalah, yang penting diantar ke rumah penerima, tidak disuruh ambil sendiri,” ungkap Saroh kepada Pilarpos.com saat dikonfirmasi, pada Minggu (05/4/2026).

Ia menjelaskan, sebenarnya pihak dapur telah menyediakan wadah thinwall. Namun, tidak semua wadah kembali karena sebagian tertinggal di rumah penerima yang sedang tidak berada di tempat.

BACA JUGA :  Proyek Peningkatan Jalan Labuhan-Sreseh Sampang Senilai Rp1,98 Miliar Dikeluhkan Warga

“Thinwall saya tidak terkumpul semua. Ada yang tertinggal di rumah penerima yang tidak ada orangnya. Jadi sebagian pakai kertas minyak, sebagian tetap pakai thinwall,” jelasnya.

Lebih jauh, Saroh menyebut penggunaan bungkus kertas bukan semata inisiatif kader. Ia mengklaim langkah tersebut juga sempat dibahas dan diperbolehkan oleh pihak dapur.

“Sudah sempat dirembuk. Dari dapur memperbolehkan pakai kertas, asalkan beli sendiri dan tidak disediakan dapur,” tandasnya.

Perbedaan keterangan antara pihak dapur SPPG dan kader di lapangan ini pun memunculkan tanda tanya, sekaligus memperkuat dugaan adanya ketidaksinkronan dalam pelaksanaan SOP program MBG di tingkat distribusi.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Menjabat Kapolres Sampang, AKBP Hartono Emban Tugas Baru di Polda Jatim
Sebanyak 733 Perempuan di Sampang Resmi Menyandang Status Janda Selama Enam Bulan 2026, Cerai Gugat Mendominasi
Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Dievaluasi, BBWS Brantas Pastikan Temuan Telah Diperbaiki
DPD GMPK Sampang Optimistis Dr. Sudaryono Mampu Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional
Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi
Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang
PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:58 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Menjabat Kapolres Sampang, AKBP Hartono Emban Tugas Baru di Polda Jatim

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:02 WIB

Sebanyak 733 Perempuan di Sampang Resmi Menyandang Status Janda Selama Enam Bulan 2026, Cerai Gugat Mendominasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:20 WIB

Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Dievaluasi, BBWS Brantas Pastikan Temuan Telah Diperbaiki

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

DPD GMPK Sampang Optimistis Dr. Sudaryono Mampu Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita

AKBP Wahyu Hidayat Resmi Menjabat Kapolres Pamekasan

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:22 WIB