Listrik Bermasalah Hampir 9 Tahun, Warga Dusun Kanderuh Sampang Desak PLN Bertindak

Avatar

- Pewarta

Jumat, 2 Januari 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Ilustrasi

Caption: Ilustrasi

SAMPANG, Pilar Pos || Hampir satu dekade, warga Dusun Kanderuh, Desa Banjarbillah, Kecamatan Sampang, harus hidup dalam bayang-bayang buruknya layanan listrik. Aliran listrik yang kerap tidak stabil akibat penurunan tegangan (voltase drop) dikeluhkan terus terjadi sejak 2017 dan hingga awal 2026 belum juga menemui solusi. Jumat (02/01/2026)

Kondisi ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan telah menimbulkan kerugian nyata bagi masyarakat. Berbagai peralatan elektronik rumah tangga rusak, aktivitas warga terganggu, bahkan roda perekonomian ikut tertekan akibat pasokan listrik yang tak pernah benar-benar normal.

Menurut informasi, hingga kini Dusun Kanderuh belum memiliki gardu distribusi listrik sendiri. Pasokan listrik masih bergantung pada jalur yang relatif jauh dan tidak ideal, sehingga daya listrik kerap melemah, terutama pada jam-jam penggunaan tinggi.

BACA JUGA :  Sukses, Lounching Perdana SPPG Bindang Siap Didistribusikan

Keluhan itu datang dari Kuryadi, salah-satu perwakilan Persatuan Pemuda Kanderuh Banjarbillah (PPKB). Dirinya menegaskan persoalan ini sudah berlangsung sejak awal penyambungan listrik dilakukan pada 2017. Namun, hampir sembilan tahun berlalu, belum terlihat langkah konkret dari PLN Rayon Sampang untuk menyelesaikan masalah mendasar tersebut.

“Ini bukan persoalan baru. Hampir sembilan tahun kami hidup dengan listrik yang tidak normal. Televisi, kulkas, pompa air, banyak yang rusak karena voltase sering turun mendadak,” ujar Kuryadi kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, pada 2025 lalu pihak PLN sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi dengan melakukan pendataan dan dokumentasi jaringan. Namun, langkah tersebut dinilai hanya sebatas formalitas tanpa tindak lanjut yang jelas.

BACA JUGA :  Petronas Sudah Transfer, Nelayan Tak Terima: Aliansi Batumarmar Laporkan Dugaan Korupsi ke Polres Pamekasan

“Mereka datang, ambil data, foto-foto. Setelah itu senyap. Tidak ada perbaikan, tidak ada pembangunan gardu. Warga jelas kecewa,” tegasnya.

Sorotan juga datang dari LSM Pemuda Indonesia. Ketua LSM, Zainal Abidin, menilai terdapat dugaan keterlibatan pihak ketiga dalam proses penyambungan maupun pengelolaan jaringan listrik di wilayah tersebut. Dugaan ini dinilai berpotensi menghambat penanganan persoalan secara maksimal dan perlu dievaluasi secara terbuka.

“Kami mendesak PLN dan aparat terkait melakukan evaluasi menyeluruh dan transparan agar masalah ini tidak terus berlarut,” tegas Zainal.

Akumulasi kekecewaan warga kini mencapai titik kritis. Pemuda dan masyarakat Dusun Kanderuh menyatakan siap menggelar aksi orasi maupun audiensi terbuka jika dalam waktu dekat tidak ada respons serius dari PLN.

BACA JUGA :  Sudah Dilarang, Tak Dibantu: Nelayan Banyuanyar Sampang Keluhkan Sikap HCML

“Kami hanya menuntut hak dasar sebagai warga negara: listrik yang layak dan aman. Jika terus diabaikan, kami siap turun menyuarakan aspirasi,” tandas Kuryadi.

Sementara itu, Pemerintah Desa Banjarbillah menyatakan kesiapan untuk mengawal dan memfasilitasi aspirasi warga agar persoalan listrik di Dusun Kanderuh segera mendapat solusi nyata. Warga berharap sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan aparat terkait dapat segera diwujudkan guna mengakhiri persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.

Penulis : Safii

Editor : Agus Junaidi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi I DPRD Sampang Soroti Dugaan Penguasaan Tanah Percaton Astapah, BPPKAD dan Satpol PP Akan Dipanggil
Salat Iduladha 1447 H di Sampang Berlangsung di Depan Pendopo Trunojoyo, Bupati Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah Islamiyah
Program Ketapang Desa Tambaan Sampang Tuai Tanda Tanya, Tiga Sapi di Kandang Disebut Bukan Aset BUMDes
PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Mendikdasmen, Soroti Krisis Pendidikan dan Politik Seremonial
Dugaan Penyalahgunaan Tanah Percaton Desa Astapah Disorot, Satpol PP Sampang Siapkan Penertiban
Aset Desa Astapah Sampang Diduga Dikuasai Pribadi, Pengakuan Warga dan Kades Bertolak Belakang
Pengambilan BLT Kesra di POS Jrengik Sampang Diduga Libatkan Orang Suruhan, Warga Dibayar Rp100 Ribu
Satgas Pangan Polres Sampang Pastikan Stok Beras Aman, Bulog Siapkan Tambahan 100 Ton

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Sampang Soroti Dugaan Penguasaan Tanah Percaton Astapah, BPPKAD dan Satpol PP Akan Dipanggil

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:23 WIB

Program Ketapang Desa Tambaan Sampang Tuai Tanda Tanya, Tiga Sapi di Kandang Disebut Bukan Aset BUMDes

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Mendikdasmen, Soroti Krisis Pendidikan dan Politik Seremonial

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:39 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Tanah Percaton Desa Astapah Disorot, Satpol PP Sampang Siapkan Penertiban

Senin, 18 Mei 2026 - 08:40 WIB

Aset Desa Astapah Sampang Diduga Dikuasai Pribadi, Pengakuan Warga dan Kades Bertolak Belakang

Berita Terbaru

Berita

Bani Insan Peduli (BIP) Salurkan 87 Ekor Hewan Qurban 

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:29 WIB

Caption: Moh. Ridho Nur Abdillah, Penulis Opini (Sumber Foto: Ridho/Pilar Pos)

Berita

Nahkoda yang Kehilangan Lautnya

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WIB