SAMPANG, Pilar Pos || Sebuah kandang peternakan ayam yang diduga berasal dari program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 di Desa Baruh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi sorotan. Pasalnya, hingga awal Mei 2026, kandang tersebut belum juga rampung dan belum diisi ternak. Senin, (04/5/2026).
Sorotan ini memunculkan pertanyaan terkait realisasi program yang seharusnya telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, memasuki bulan kelima tahun 2026 (lompat tahun anggaran), kandang tersebut masih terlihat belum selesai, bahkan belum tampak aktivitas peternakan di lokasi.
Berdasarkan pantauan Pilarpos.com pada Senin (4/5/2026), kondisi kandang masih dalam tahap pengerjaan. Selain itu, kandang juga tampak kosong tanpa adanya ayam yang dipelihara.
Dari informasi yang dihimpun, pembangunan kandang ayam tersebut diduga bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2025 dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Baruh. Hingga saat ini, kandang tersebut diketahui belum pernah diisi ternak sejak awal pembangunan.
Sekretaris Desa (Sekdes) Baruh, Mahrus, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kandang ayam tersebut merupakan bagian dari program BUMDes Desa Baruh.
“Iya,” singkat Mahrus saat dikonfirmasi pada Senin (4/5/2026).
Namun, saat ditanya mengenai kendala yang menyebabkan pembangunan belum rampung serta belum adanya pengisian ayam hingga tahun 2026, ia tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua BUMDes Desa Baruh, Faruk, menjelaskan bahwa terkait persoalan kandang ayam dan pengadaan ternak, pihaknya mengarahkan media untuk melakukan konfirmasi kepada seseorang bernama Ansori yang ia sebut sebagai mentor desa.
Meski demikian, Faruk membenarkan bahwa pembangunan kandang tersebut merupakan program tahun anggaran 2025. Ia juga menyebut bahwa anggaran pembangunan telah masuk ke BUMDes.
“Dananya sudah masuk, kalau tidak keliru hampir Rp300 juta,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faruk mengklaim bahwa pembangunan kandang pada dasarnya telah selesai. Namun, terkait penggunaan anggaran serta alasan belum adanya pengisian ayam hingga saat ini, ia kembali mengarahkan agar hal tersebut dikonfirmasi kepada Sekdes dan Ansori.
“Kalau kandang, insyaallah selesai. Untuk bahan-bahan kandang, semua pembelanjaannya ada. Kalau ayam dan pakan, saat ini masih dalam proses pemesanan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Ansori yang disebut sebagai mentor desa belum memberikan keterangan meski telah dihubungi. Upaya konfirmasi lanjutan akan terus dilakukan guna memperoleh kejelasan terkait penggunaan anggaran negara yang dikelola oleh Pemerintah Desa Baruh.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











