SAMPANG, Pilar Pos | Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, saat ini melaksanakan proyek optimalisasi pipa transmisi di jembatan Tenjuy, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung. Proyek itu sudah selesai dikerjakan.
Kegiatan optimalisasi ini menelan anggaran Rp170 juta. Anehnya, meski baru selesai dilakukan pemeliharaan, dibagian tengah besi wide flange (WF) sudah mulai bengkok, pipa transmisi yang berfungsi untuk mengalirkan air bersih juga terlihat sudah berkarat. Selain itu, meterial besi WF yang dipakai, sebagian menggunakan besi bekas.
Namun perlu diketahui, besi bekas yang dimaksud, ialah besi bekas bahan yang lama di pakai kembali karena masih layak dipakai.

Kabid Teknik PDAM Trunojoyo Holilurrahman membenarkan tahun ini pihaknya melaksanakan proyek optimalisasi pipa transmisi di jembatan Tenjuy. Anggarannya Rp170 juta dan proyek tersebut sudah rampung dikerjakan.
Dirinya tidak menampik jika besi wide flange (WF) yang dipasang di proyek revitalisasi pipa transmisi tersebut ada yang bengkok. Sebab, tidak semua besi WF diganti baru, bahan meterial yang masih bagus dan layak pakai digunakan kembali.
“Memang benar ada besi WF bekas bahan lama yang dipakai lagi. Karena kalau diganti baru semua, dananya tidak cukup,” katanya, Kamis (07/07/2025).
Meski memakai besi bekas, pihaknya meyakini jika bangunan tersebut kuat menahan beban pipa karena sudah dilengkapi dengan tali seling.
“Hari ini tim teknik turun ke lokasi untuk menarik tali seling supaya besi WF yang bengkok itu bisa lurus,” ujarnya.
Menurutnya, dana Rp170 juta dipergunakan untuk beberapa item pekerjaan. Diantaranya, pekerjaan konstruksi beton, penggantian besi wide flange (WF), dan pengecatan.
Ia menjelaskan, tujuan utama proyek optimalisasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keamanan pengaliran air. Juga untuk mendukung proyek pelebaran jalan yang direncanakan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
“Posisi pipa transmisi sudah miring dan besi penyanggah banyak yang sudah kropos, sehingga perlu dilakukan pemeliharaan/perbaikan agar penyaluran air bersih tetap maksimal,” jelasnya.
Ditanya terkait dengan kondisi pipa dan besi penyangga yang berkarat. Holil mengatakan bahwa tidak semua besi penyangga pipa diganti yang baru, besi siku yang masih bagus dipasang kembali. Sebab, anggarannya terbatas
“Yang berkarat itu cuma besi siku saja. Kalau besi WF hampir 70 persen masih baru,“ tandasnya.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos