Parah ! Proyek Rabat Beton di Desa Somber Sampang Cepat Rusak, Diduga Dikerjakan Tak Susuai RAB

Avatar

- Pewarta

Jumat, 25 Juli 2025 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Kerusakan Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Somber (Sumber Foto: Pilar Pos)

Caption: Kondisi Kerusakan Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Somber (Sumber Foto: Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Pekerjaan pembangunan jalan rabat beton di Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan tajam dan patut dipertanyakan.

Pasalnya, proyek yang disinyalir melalui dana desa (DD) di Desa Somber, baru selesai dibangun sekitar empat bulan yang lalu itu cepat rusak. Jumat (25/07/2025).

Kerusakan itu terbukti, saat media Pilar Pos monitoring kelokasi pada Jumat (25/07/2025) ditemukan kerusakan dibeberapa titik. Adapun bentuk kerusakan itu di bagian tengah terlihat jelas cor beton terbelah memanjang hingga terlihat material bagian bawah.

Kondisi itu menguatkan rendahnya mutu serta kualitas pada pekerjaan pembangunan rabat beton. Parahnya kerusakan itu terindikasi dan dugaan kuat pada saat pengerjaan berlangsung dikerjakan tidak sesuai dengan besaran teknik (Bestek) di rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditentukan.

BACA JUGA :  Geger ! Mayat Perempuan Asal Pamekasan Ditemukan Mengapung di Perairan Dharma Tanjung Sampang
Parah ! Proyek Rabat Beton di Desa Somber Sampang Cepat Rusak, Diduga Dikerjakan Tak Susuai RAB
Caption: Kondisi Kerusakan Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Somber (Sumber Foto: Pilar Pos)

Selain itu, pelaksana diduga mengabaikan kewajiban pemasangan prasasti proyek. Sebab, dilokasi tidak ditemukan prasasti proyek yang terpampang dilokasi untuk mengetahui asal-muasal dari proyek tersebut.

Saat ditanya ke warga sekitar mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan rabat beton yang berada di Dusun Pelan itu baru selesai sekitar empat bulan yang lalu.

Dirinya memastikan, bahwa pembangunan rabat beton tersebut bukan hasil dari swadaya masyarakat, melainkan merupakan pekerjaan proyek di desanya.

“Itu proyek bukan swadaya. Selesai pengerjaan sekitar empat bulan yang lalu,” ungkapnya.

Warga lain, disekitar rabat beton juga memastikan bahwa pekerjaan tersebut bukan hasil swadaya. Menurutnya, pada saat pengerjaan berlangsung memang ada kejanggalan dari hasil pekerjaan pembangunan rabat beton.

“Itu proyek panjangnya sekitar 300 meter, dan itu memang tipis, bahkan campuran semen juga sedikit. Iya wajar kalau cepat rusak,” cetusnya.

Sementara itu, Ach Nurul Huda, Penjabat (Pj) Kades Somber, saat dikonfirmasi perihal kegiatan rabat beton yang rusak, dirinya seakan-akan tidak mau menjelaskan dari mana program dana rabat beton berasal.

BACA JUGA :  Kritik Pedas Kohati Sampang: Polisi Terkesan Lemah Tangani Kasus Pencabulan di Robatal

Saat dicecar pertanyaan terkait rabat beton, Pj Kades hanya diam beribu bahasa, dirinya hanya minta waktu dan terkesan menghindar dari pertanyaan. Namun, dirinya sedikit menjelaskan bahwa di Desa Somber di tahun 2025 belum mencairkan dan masih dalam proses pencairan.

Namun dikonfirmasi dan ditanya terus-menerus terkait pekerjaan rabat beton, dirinya akhirnya mengarahkan media ini untuk menghubungi pria bernama Rosi.

“Saya ada di Sampang, kenapa kalau besok-besok, mohon maaf. Kalau dana desa masih belum mencairkan dan masih proses pencairan, tanyakan ke Rosi ya,” kata Ach Nurul Huda saat dihubungi Pilar Pos.

Namun, alih-alih mendapatkan informasi tentang pekerjaan proyek rabat beton yang rusak. Sebab, Rosi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan telepon selulernya, sampai berita ini dimuat tidak memberikan tanggapan apapun atau nihil

BACA JUGA :  Dugaan Penggelapan Rp21 Miliar Dana Ganti Rumpon Nelayan Madura, Polda Jatim Panggil PT Elnusa dan PT Bintang

Dari kejadian tersebut, perlu adanya keterlibatan dinas terkait dan pihak Kecamatan Tambelangan selaku Tim monitoring untuk turun langsung kelokasi, mengingat keadaan rabat beton saat ini sedang rusak parah, dan agar jelas dari mana anggaran rabat beton berasal.

Dan juga ada kejanggalan terkait pelaksanaan pekerjaan rabat beton. Sebab, ada kegiatan proyek di tahun 2025, sementara di Desa Somber saat ini, terkonfirmasi belum mencairkan dana desa, dan masih dalam tahap pencairan. Yang menjadi tanda tanya besar, dari program apa proyek itu berasal.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi
Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah
Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga
Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli
Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah
Demo Penundaan Pilkades di Sampang Ricuh, Aktivis: Polisi Lebih Bela Penguasa daripada Rakyat
Ribuan Massa Geruduk DPRD Sampang, Aksi Tolak Penundaan Pilkades Berujung Ricuh
Proyek Jembatan Daleman–Pasarenan Rp2,1 Miliar Disorot, AMS Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejari Sampang

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:29 WIB

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:28 WIB

Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah

Sabtu, 22 November 2025 - 14:14 WIB

Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga

Jumat, 21 November 2025 - 11:00 WIB

Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli

Minggu, 16 November 2025 - 08:29 WIB

Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah

Berita Terbaru