SAMPANG, Pilar Pos | Pekerjaan pembangunan jalan rabat beton di Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan tajam dan patut dipertanyakan.
Pasalnya, proyek yang disinyalir melalui dana desa (DD) di Desa Somber, baru selesai dibangun sekitar empat bulan yang lalu itu cepat rusak. Jumat (25/07/2025).
Kerusakan itu terbukti, saat media Pilar Pos monitoring kelokasi pada Jumat (25/07/2025) ditemukan kerusakan dibeberapa titik. Adapun bentuk kerusakan itu di bagian tengah terlihat jelas cor beton terbelah memanjang hingga terlihat material bagian bawah.
Kondisi itu menguatkan rendahnya mutu serta kualitas pada pekerjaan pembangunan rabat beton. Parahnya kerusakan itu terindikasi dan dugaan kuat pada saat pengerjaan berlangsung dikerjakan tidak sesuai dengan besaran teknik (Bestek) di rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditentukan.

Selain itu, pelaksana diduga mengabaikan kewajiban pemasangan prasasti proyek. Sebab, dilokasi tidak ditemukan prasasti proyek yang terpampang dilokasi untuk mengetahui asal-muasal dari proyek tersebut.
Saat ditanya ke warga sekitar mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan rabat beton yang berada di Dusun Pelan itu baru selesai sekitar empat bulan yang lalu.
Dirinya memastikan, bahwa pembangunan rabat beton tersebut bukan hasil dari swadaya masyarakat, melainkan merupakan pekerjaan proyek di desanya.
“Itu proyek bukan swadaya. Selesai pengerjaan sekitar empat bulan yang lalu,” ungkapnya.
Warga lain, disekitar rabat beton juga memastikan bahwa pekerjaan tersebut bukan hasil swadaya. Menurutnya, pada saat pengerjaan berlangsung memang ada kejanggalan dari hasil pekerjaan pembangunan rabat beton.
“Itu proyek panjangnya sekitar 300 meter, dan itu memang tipis, bahkan campuran semen juga sedikit. Iya wajar kalau cepat rusak,” cetusnya.
Sementara itu, Ach Nurul Huda, Penjabat (Pj) Kades Somber, saat dikonfirmasi perihal kegiatan rabat beton yang rusak, dirinya seakan-akan tidak mau menjelaskan dari mana program dana rabat beton berasal.
Saat dicecar pertanyaan terkait rabat beton, Pj Kades hanya diam beribu bahasa, dirinya hanya minta waktu dan terkesan menghindar dari pertanyaan. Namun, dirinya sedikit menjelaskan bahwa di Desa Somber di tahun 2025 belum mencairkan dan masih dalam proses pencairan.
Namun dikonfirmasi dan ditanya terus-menerus terkait pekerjaan rabat beton, dirinya akhirnya mengarahkan media ini untuk menghubungi pria bernama Rosi.
“Saya ada di Sampang, kenapa kalau besok-besok, mohon maaf. Kalau dana desa masih belum mencairkan dan masih proses pencairan, tanyakan ke Rosi ya,” kata Ach Nurul Huda saat dihubungi Pilar Pos.
Namun, alih-alih mendapatkan informasi tentang pekerjaan proyek rabat beton yang rusak. Sebab, Rosi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan telepon selulernya, sampai berita ini dimuat tidak memberikan tanggapan apapun atau nihil
Dari kejadian tersebut, perlu adanya keterlibatan dinas terkait dan pihak Kecamatan Tambelangan selaku Tim monitoring untuk turun langsung kelokasi, mengingat keadaan rabat beton saat ini sedang rusak parah, dan agar jelas dari mana anggaran rabat beton berasal.
Dan juga ada kejanggalan terkait pelaksanaan pekerjaan rabat beton. Sebab, ada kegiatan proyek di tahun 2025, sementara di Desa Somber saat ini, terkonfirmasi belum mencairkan dana desa, dan masih dalam tahap pencairan. Yang menjadi tanda tanya besar, dari program apa proyek itu berasal.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











