SAMPANG, Pilar Pos || Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Batuporo Timur 1 yang berlokasi di Dusun Pandian, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, pada Jumat (23/01/2026). Sidak tersebut dilakukan menyusul viralnya informasi di masyarakat terkait dugaan tidak adanya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut.
Sebelumnya, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menyampaikan bahwa aktivitas pembelajaran di SDN Batuporo Timur 1 hanya berlangsung setiap hari Jumat. Namun, berdasarkan pantauan Pilarpos.com di lokasi pada hari yang sama, tidak ditemukan adanya aktivitas belajar mengajar sebagaimana yang disampaikan pihak Dinas Pendidikan.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menyampaikan bahwa kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam, sehingga mendorong pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.
“Kondisi ini cukup memprihatinkan. Karena itu, kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan fakta yang sebenarnya,” ujar Mahfud.
Ia menegaskan, saat sidak dilakukan, Komisi IV memang tidak menemukan adanya kegiatan belajar mengajar di SDN Batuporo Timur 1.
“Berdasarkan temuan tersebut, kami sepakat membentuk panitia khusus (pansus) dan melakukan audit secara menyeluruh terkait permasalahan di SDN Batuporo Timur 1,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sampang lainnya, Sohibus Sulton, menilai SDN Batuporo Timur 1 sudah tidak layak untuk dipertahankan. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut dinilai tidak efektif dan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
“SDN Batuporo Timur 1 ini sudah layak ditutup. Guru-guru yang ada sebaiknya dipindahkan ke sekolah lain yang masih kekurangan tenaga pendidik agar lebih produktif dan tidak terjadi pemborosan anggaran karena di sini tidak ada aktivitas,” pungkasnya.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











