Polisi Dinilai Lamban Menagani Kasus Pembunuhan

Avatar

- Pewarta

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN. Pilar Pos  — Kasus pembunuhan yang terjadi pada hari kamis tanggal 23 juli 2025 sekitar pukul 21.00 malam di Desa Ambender, belum tuntas dan belum lega karena pelaku masih diduga berkeliaran.

Muniram (69), ayah sekaligus saksi kunci dari korban pembunuhan sadis di Desa Ambender, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, mendesak kepolisian Resor Pamekasan segera menangkap semua pelaku yang menewaskan anaknya M (40).

Dia, mengaku melihat langsung peristiwa yang terjadi pada anaknya yang dibantai di depan mata saya dan keluarga yang lain, sebab semua pelaku pembunuhan yang berkerabat satu sama lain, atas nama  S (43), R dan A belum di tangkap.

“Waktu itu, saya di panggil istri sedang keadaan sakit untuk mengambilkan air, ke dapur, Tiba-tiba dengar teriakan di beranda rumah bagian dalam. Saya datang ke lokasi datanganya suara itu, terkejut saat melihat anak dibacok di depan mata kepala sendiri. Lalu anak saya yang lain (kakak perempuan korban) berteriak di belakang sudah berlumuran darah dalam keadaan sedang di bacok, saya melihat kejadian itu,” katanya, Senin (18/8/25).

M mengaku diancam akan dibunuh oleh pelaku saat hendak menyelamatkan korban. “Mara dânna’ masemma’, mon terro èkalambâna. (sini mendekat kalau mau dibunuh juga!)” cerita M, menirukan nada ancaman dari pelaku. “Melihat anak bersimbah darah, saya serasa lumpuh seketika. Saya melihat dengan jelas  dan tahu identitas ketiga pelaku,” tambahnya.

Dari tiga pelaku itu, kata M, hanya satu yang ditangkap oleh polres setempat atas nama S (43). Sedangkan dua lainnya, R dan A belum ditangkap sampai saat ini.

M bilang, tidak mengerti apa motif dari ketiga pelaku. Dia mengaku belum lega karena penanganan kasus tersebut belum ada titik terang.

“Saya kecewa dan belum lega karena R dan A belum ditangkap. Tolong kepada polisi (Polres Pamekasan) segera tuntaskan kasus ini. Tangkap semua pelaku. Saya minta keadilan melalui polisi untuk secepatnya tangkap pelaku,” tegasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan menuturkan bahwa pelaku lebih tiga orang.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan ternyata pelakunya lebih dari tiga orang, sementara ada empat, dan dua orang sudah kami amankan,” terangnya, Selasa (19/06/25).

“Sedangkan dua pelaku (R dan A) sudah masuk  daftar pencarian orang (DPO) dan kami sudah melakukan penggerebekan namun sudah tidak ada di lokasi,” ungkap Doni.

AKP Doni Setiawan mengimbau kepada siapapun yang melihat R dan A untuk menginformasikan kepada pihak kepolisian.

Penulis : Affadal

Editor : Sukari

Sumber Berita : Sukari

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim
Pelaku Pencabulan di Robatal Masuk DPO, Polres Sampang Tahan Publikasi Pamflet
Nelayan Batioh Sampang Laporkan Dugaan Penggelapan Ganti Rugi Rumpon ke Polda Jatim
Polres Sampang Dinilai Tak Profesional Tangani Kasus Pencabulan di Robatal, LBH Janur Surati Kapolda Jatim
Reklamasi Ilegal di Pesisir Camplong: Ekosistem Pantai Rusak, Pemkab Sampang Dinilai Tutup Mata
Diduga Dukun Cabul di Pasean Diringkus Satreskrim Polres Pamekasan Usai Lecehkan Korbannya
Polres Sampang Akui Kesulitan Tangkap Pelaku Cabul Gegara Nomor HP Mati, Aktivis: Ini Alasan Tak Rasional
Kasus Dugaan Pencabulan di Gunung Rancak Sampang: LBH Janur Menilai Adanya Indikasi TPPO, Polisi Diminta Tetap Profesional

Berita Terkait

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:24 WIB

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 22:31 WIB

Pelaku Pencabulan di Robatal Masuk DPO, Polres Sampang Tahan Publikasi Pamflet

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:20 WIB

Nelayan Batioh Sampang Laporkan Dugaan Penggelapan Ganti Rugi Rumpon ke Polda Jatim

Jumat, 22 Agustus 2025 - 10:15 WIB

Polres Sampang Dinilai Tak Profesional Tangani Kasus Pencabulan di Robatal, LBH Janur Surati Kapolda Jatim

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:18 WIB

Polisi Dinilai Lamban Menagani Kasus Pembunuhan

Berita Terbaru

Caption: Ketua LPK Trankonmasi Jatim Faris Reza Malik (Kaos Merah) Didampingi Pukuhan Nelayan Saat Diwawancarai Wartawan Usai Laporan ke Kejati Jatim (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Hukum & Kriminal

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

Selasa, 26 Agu 2025 - 19:24 WIB