Reklamasi Ilegal di Pesisir Camplong: Ekosistem Pantai Rusak, Pemkab Sampang Dinilai Tutup Mata

Avatar

- Pewarta

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Salah-satu kondisi urukan sirtu di pesisir Kecamatan Camplong tepatnya di Taddan (Sumber Foto: Rosi Camplong PJS/dok Pilar Pos)

Caption: Salah-satu kondisi urukan sirtu di pesisir Kecamatan Camplong tepatnya di Taddan (Sumber Foto: Rosi Camplong PJS/dok Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Ekosistem pesisir di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kian terancam. Sejumlah lahan pantai yang seharusnya menjadi kawasan perlindungan lingkungan berubah fungsi menjadi “tanah reklamasi” hasil timbunan sirtu.

Ironisnya, praktik reklamasi dan jual beli lahan pesisir ini diduga melibatkan oknum masyarakat, melainkan juga dugaan kuat melibatkan oknum Kepala Desa. Aktivitas ini marak di beberapa desa, di antaranya Desa Dharma Tanjung, Sejati, Dharma Camplong, Tambaan, Banjar Talelah, dan Taddan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan ini telah berlangsung bertahun-tahun. Lahan pesisir yang diperjualbelikan langsung ditimbun untuk pembangunan rumah maupun tempat usaha. Bahkan, sebagian kawasan lahan basah berubah menjadi tambang galian C ilegal, dengan pasir hasil urukan dijual untuk kepentingan komersial.

BACA JUGA :  Proyek P3-TGAI TA 2025 di Kabupaten Sampang Tembus Rp23,4 Miliar

Dampaknya, kerusakan lingkungan kian masif. Hutan bakau yang berfungsi sebagai benteng alami pantai mati secara besar-besaran. Ekosistem terumbu karang ikut hancur akibat sedimentasi, arus laut berubah, dan abrasi semakin menggerus garis pantai. Kondisi ini memperburuk nasib nelayan yang kehilangan sumber penghidupan.

BACA JUGA :  Tidak Beres! Baru Berjalan di Tahun 2026 PPIH Asal Jember Melakukan Penipuan, Kini Resmi Dilaporkan

Meski kerusakan nyata terlihat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dinilai tidak melakukan upaya penertiban maupun pemulihan. Padahal, aktivitas tersebut jelas melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 jo. UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Ketua Barisan Pemuda Peduli Desa (BPPD), Agung Pratama Deny Logito, mengecam keras praktik reklamasi ilegal tersebut. Ia menilai, tindakan itu bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga merampas ruang publik.

BACA JUGA :  Wajah Baru di Polres Sampang, IPTU Nur Fajri Alim Resmi Nahkodai Satreskrim

“Tanah reklamasi dan lahan basah seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan umum dan konservasi, bukan dijadikan komoditas bisnis atau ditambang ilegal. Pemkab Sampang tidak boleh tinggal diam,” tegasnya.

Agung menambahkan, jika pemerintah daerah tetap membiarkan praktik ini, pihaknya siap melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga aparat penegak hukum pusat.

“Kalau dibiarkan, Camplong bukan hanya kehilangan garis pantainya, tapi juga hancur ekosistem laut dan nelayan akan kehilangan mata pencaharian,” pungkasnya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Jember Dinilai Lamban Tangani Kasus Penipuan Katering Haji 2026, Pelapor Berencana Mengadu ke Polda Jatim
Dugaan Korupsi BLUD RSUD Sampang, Eks Bendahara Ditahan Kejari, Kerugian Negara Ditaksir Rp5 Miliar
Petani 72 Tahun di Sampang Tewas Dipukul Linggis di Kandang Kambing, Pelaku Terancam Pidana Mati
Tragis! Duduk di Teras Rumah Berujung Maut, Petani Sampang Diduga Dibacok Menantu
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Disabilitas, GMNI Desak Polres Pamekasan Tindaklanjuti Terduga T
Gegara Bensin Dan Minuman Yakult, Pria Asal Palengaan Diamankan Polsek Tlanakan Pamekasan
Kasus Dugaan Investasi Bodong Warung Seblak di Pamekasan Berujung Laporan Polisi, Korban Klaim Rugi Rp44 Juta
Tragis!!! Tega Seorang Ibu Membunuh Anak Kandungnya

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Polres Jember Dinilai Lamban Tangani Kasus Penipuan Katering Haji 2026, Pelapor Berencana Mengadu ke Polda Jatim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Dugaan Korupsi BLUD RSUD Sampang, Eks Bendahara Ditahan Kejari, Kerugian Negara Ditaksir Rp5 Miliar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Petani 72 Tahun di Sampang Tewas Dipukul Linggis di Kandang Kambing, Pelaku Terancam Pidana Mati

Senin, 21 September 2026 - 19:02 WIB

Tragis! Duduk di Teras Rumah Berujung Maut, Petani Sampang Diduga Dibacok Menantu

Kamis, 17 September 2026 - 10:35 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Disabilitas, GMNI Desak Polres Pamekasan Tindaklanjuti Terduga T

Berita Terbaru