SAMPANG, Pilar Pos || Sebuah kandang sapi yang diduga berasal dari program Ketahanan Pangan (Ketapang) berupa penggemukan sapi Tahun Anggaran 2025 di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Kondisi tersebut juga memicu keluhan di kalangan masyarakat, Kamis (07/5/2026).
Pasalnya, jumlah sapi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pajeruan diduga terus berkurang secara bertahap hingga kini menimbulkan tanda tanya.
Berdasarkan keterangan warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, awalnya kandang tersebut berisi lima ekor sapi. Namun, jumlahnya berkurang menjadi dua ekor, hingga kini tersisa satu ekor tanpa penjelasan resmi dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
“Awalnya ada lima ekor sapi, kemudian tinggal dua. Informasi terakhir sekarang hanya satu ekor di kandang. Itu diduga dijual,” ungkapnya, Kamis (07/5/2026).
Warga menduga, berkurangnya jumlah sapi tersebut bukan karena faktor teknis peternakan, melainkan telah dijual secara bertahap.
Ia juga menjelaskan bahwa kandang sapi tersebut merupakan bagian dari program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan dikelola oleh BUMDes Desa Pajeruan.
“Itu kandang sapi milik BUMDes Desa Pajeruan,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Penjabat (Pj) Kepala Desa Pajeruan, Sholihen, serta salah satu perangkat desa, Faruk, memilih bungkam tanpa memberikan keterangan.
Sikap tersebut justru memunculkan dugaan adanya lemahnya pengelolaan dan pengawasan program BUMDes di desa tersebut.
Di sisi lain, Camat Kedungdung, Syamsul, saat dikonfirmasi terkait besaran anggaran program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang dikelola BUMDes Desa Pajeruan, mengaku tidak mengingat secara pasti.
“Maaf mas, untuk anggaran saya tidak hafal, dan ini saya masih di perjalanan,” ujarnya singkat.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











