SAMPANG, Pilar Pos || Musibah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sampang, Madura. Kali ini, sebuah kandang peternakan ayam petelur milik program Ketahanan Pangan (Ketapang) tahun anggaran 2025 di Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, ambruk diterpa angin kencang hingga rata dengan tanah, Rabu (04/02/2026).
Namun, sorotan publik tidak semata tertuju pada peristiwa ambruknya kandang tersebut. Lebih dari itu, muncul pertanyaan besar terkait realisasi program Ketahanan Pangan senilai Rp295.619.200 yang seharusnya sudah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pasalnya, kandang peternakan ayam petelur yang dibangun melalui anggaran Dana Desa (DD) 2025 dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Desa Kotah itu diketahui belum pernah diisi ayam hingga memasuki tahun 2026. Kondisi tersebut terungkap setelah kandang tersebut roboh akibat angin kencang yang terjadi pada Minggu (01/02/2026).
Sekedar diketahui, anggaran senilai Rp295.619.200 program Ketahanan Pangan (Ketapang) dari dana desa tahun 2025 itu untuk kegiatan perternakan ayam petelur dan pertanian jagung di desa Kotah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian ambruk, kandang ayam tersebut dalam kondisi kosong tanpa adanya ayam petelur di dalamnya.
“Ini kandang ayam petelur program ketahanan pangan ambruk dan tidak terisi ayam. Pertanyaannya, ke mana anggaran pengadaan ayamnya? Kenapa sampai sekarang belum ada ayam,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (03/02/2026).
Sementara itu, Riyadi, salah satu perangkat Desa Kotah, membenarkan bahwa kandang peternakan ayam petelur tersebut hingga kini memang belum terisi ayam. Ia mengaku pihak desa telah melakukan pemesanan ayam sejak tahun 2025, namun hingga tahun 2026 ayam tersebut belum juga dikirim.
“Iya benar, Mas. Kandang ini memang belum terisi ayam. Kami sudah melakukan pemesanan, tapi masih inden atau menunggu,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Riyadi juga menjelaskan bahwa ambruknya kandang ayam petelur tersebut disebabkan oleh angin kencang yang melanda wilayah setempat pada Minggu lalu. Peristiwa tersebut, lanjutnya, telah dilaporkan kepada pihak Kecamatan Jrengik.
“Kejadian ini sudah kami laporkan ke pihak kecamatan. Nantinya kandang akan dibangun kembali dan dianggarkan ulang jika memungkinkan di anggaran tahun 2026,” pungkasnya.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











