SAMPANG, Pilar Pos | Pemerintah Desa (Pemdes) Baruh, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, telah melaksanakan kegiatan proyek jalan rabat beton, di titik koordinat Dusun Baban. Proyek itu sudah selesai digarap sekitar dua bulan yang lalu.
Sesuai papan informasi, proyek tersebut dianggarkan melalui dari dana desa (DD) Tahun 2025 sebesar Rp287.073.550. Akan tetapi, proyek yang menelan Rp287 juta itu tak bertahan lama. Selasa (05/08/2025).
Bagaimana tidak, menurut pantauan Pilarpos.com pada Senin (04/08/2025) dilokasi ditemukan adanya kerusakan. Adapun bentuk kerusakan itu, retak dari sisi pinggir hingga memanjang ke bagian tengah. Kondisi itu, menguatkan rendahnya mutu serta kualitas pada proyek yang dibiayai dari dana desa di Desa Baruh.
Menurut warga pengguna jalan, proyek itu selesai sekitar dua bulan yang lalu. Kontruksi cor beton itu, menggunakan bahan produksi pabrikan atau ready mix.
Saat itu, warga sangat berharap pekerjaan yang menggunakan ready mix bisa bertahan lama. Namun, dengan kerusakan itu warga menjadi pesimis bahwa tidak semua pekerjaan yang menggunakan cor pabrikan akan membuat jalan menjadi awet.
“Proyek ini menggunakan Ready Mix, sekitar dua bulan yang lalu selesai dikerjakan, biasanya kalau pakai ready mix awet dan bertahan lama. Tapi kok cepat rusak, ini kenapa ya mas?,” ujar warga pengguna jalan sembari mempertanyakan.
Sementara itu, Adi Nurudin, Pj Kades Baruh membenarkan bahwa proyek yang ia bangun menggunakan Ready Mix. Dirinya mengungkapkan bahwa mutu dari cor beton tersebut ialah Fc’ 20 Mpa.
“Ready Mix pak, mutu cor betonnya menggunakan Fc’ 20 Mpa,” ungkapnya singkat.
Namun, ditanya soal tindak lanjut terkait kerusakan proyek rabat beton tersebut, hingga berita ini dimuat, Adi Nurudin Pj Kades Baruh tidak merespon.
Hingga kini, masyarakat menanti tanggung jawab pemerintah desa atas kerusakan proyek tersebut. Apa mau didiamkan begitu saja atau akan dilakukan perbaikan itu masih menjadi tanda tanya besar.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos