Telan Rp170 Juta, Proyek Optimalisasi Pipa Transmisi PDAM Trunojoyo Sampang Pakai Besi Bekas

Avatar

- Pewarta

Kamis, 7 Agustus 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Besi WF yang Bengkok Pada Proyek Optimalisasi Pipa Transmisi di Jembatan Tenjuy Desa Moktesareh, Oleh PDAM Sampang (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Besi WF yang Bengkok Pada Proyek Optimalisasi Pipa Transmisi di Jembatan Tenjuy Desa Moktesareh, Oleh PDAM Sampang (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, saat ini melaksanakan proyek optimalisasi pipa transmisi di jembatan Tenjuy, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung. Proyek itu sudah selesai dikerjakan.

Kegiatan optimalisasi ini menelan anggaran Rp170 juta. Anehnya, meski baru selesai dilakukan pemeliharaan, dibagian tengah besi wide flange (WF) sudah mulai bengkok, pipa transmisi yang berfungsi untuk mengalirkan air bersih juga terlihat sudah berkarat. Selain itu, meterial besi WF yang dipakai, sebagian menggunakan besi bekas.

Namun perlu diketahui, besi bekas yang dimaksud, ialah besi bekas bahan yang lama di pakai kembali karena masih layak dipakai.

BACA JUGA :  Fokus Tingkatkan Kemandirian Warga, Program PPM Medco Energi Tahun 2026 Menyasar Enam Desa dan Satu Pulau di Sampang
Telan Rp170 Juta, Proyek Optimalisasi Pipa Transmisi PDAM Trunojoyo Sampang Pakai Besi Bekas
Caption: Kondisi Pipa yang Berkarat di Proyek Optimalisasi Pipa Transmisi di Jembatan Tenjuy Desa Moktesareh (Sumber Foto: (Agus Junaidi/Pilar Pos)

Kabid Teknik PDAM Trunojoyo Holilurrahman membenarkan tahun ini pihaknya melaksanakan proyek optimalisasi pipa transmisi di jembatan Tenjuy. Anggarannya Rp170 juta dan proyek tersebut sudah rampung dikerjakan.

Dirinya tidak menampik jika besi wide flange (WF) yang dipasang di proyek revitalisasi pipa transmisi tersebut ada yang bengkok. Sebab, tidak semua besi WF diganti baru, bahan meterial yang masih bagus dan layak pakai digunakan kembali.

“Memang benar ada besi WF bekas bahan lama yang dipakai lagi. Karena kalau diganti baru semua, dananya tidak cukup,” katanya, Kamis (07/07/2025).

Meski memakai besi bekas, pihaknya meyakini jika bangunan tersebut kuat menahan beban pipa karena sudah dilengkapi dengan tali seling.

BACA JUGA :  Telan Dana Rp287 Juta, Proyek Rabat Beton di Desa Baruh Sampang Tak Bertahan Lama

“Hari ini tim teknik turun ke lokasi untuk menarik tali seling supaya besi WF yang bengkok itu bisa lurus,” ujarnya.

Menurutnya, dana Rp170 juta dipergunakan untuk beberapa item pekerjaan. Diantaranya, pekerjaan konstruksi beton, penggantian besi wide flange (WF), dan pengecatan.

Ia menjelaskan, tujuan utama proyek optimalisasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keamanan pengaliran air. Juga untuk mendukung proyek pelebaran jalan yang direncanakan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

BACA JUGA :  Proyek Saluran Drainase di Desa Banyukapah Sampang Diduga Asal Jadi, Kualitas Dipertanyakan

“Posisi pipa transmisi sudah miring dan besi penyanggah banyak yang sudah kropos, sehingga perlu dilakukan pemeliharaan/perbaikan agar penyaluran air bersih tetap maksimal,” jelasnya.

Ditanya terkait dengan kondisi pipa dan besi penyangga yang berkarat. Holil mengatakan bahwa tidak semua besi penyangga pipa diganti yang baru, besi siku yang masih bagus dipasang kembali. Sebab, anggarannya terbatas

“Yang berkarat itu cuma besi siku saja. Kalau besi WF hampir 70 persen masih baru,“ tandasnya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang
PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang
Pemuda Pancasila dan Komando HAM Sampang Tolak Eksekusi Lahan Gunung Sekar, Siap Tempuh PK ke Mahkamah Agung
Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang
Sebelum Eksploitasi Sumur Hidayah Dimulai, Nelayan Sampang Tuntut Kompensasi Rumpon Rp6 Miliar
Jalan Kedungdung-Bringkoning di Sampang Diresmikan Presiden Prabowo, Material Cor Disuplai PT Sejahtera Jaya Alim Mix
Tumpukan Kayu Kuasai Bahu Jalan Nasional di Sampang, Polisi Diminta Segera Bertindak

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:47 WIB

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:39 WIB

PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 07:56 WIB

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:03 WIB

Pemuda Pancasila dan Komando HAM Sampang Tolak Eksekusi Lahan Gunung Sekar, Siap Tempuh PK ke Mahkamah Agung

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:36 WIB

Sampah Menggunung di Depan Pasar Juklanteng, Warga Soroti Kinerja Kepala Pasar dan DLH Sampang

Berita Terbaru