Sanggar KBP Sampang Kirim Lima Grup, Ramaikan Lomba Tari Tradisional se-Madura Karang Taruna Expo II

Avatar

- Pewarta

Selasa, 22 September 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Nomor urut 08 salah-satu grup dari sanggar KBP peserta lomba tari tradisional se-Madura Karang Taruna Expo II (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Nomor urut 08 salah-satu grup dari sanggar KBP peserta lomba tari tradisional se-Madura Karang Taruna Expo II (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Sanggar Kharisma Bahari Production (KBP) Kabupaten Sampang menurunkan lima grup dalam Lomba Tari Tradisional se-Madura yang digelar Karang Taruna Kabupaten Sampang melalui Karang Taruna Expo II Tahun 2026, Selasa (22/9/2026) malam.

Lomba yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bhakti Karang Taruna ke-66 tersebut berlangsung meriah di GOR Outdoor Sampang. Sebanyak 25 grup dari berbagai daerah di Madura, mulai Sampang, Pamekasan hingga Sumenep, ambil bagian dalam ajang tersebut.

Antusiasme penonton dan pendukung peserta turut mewarnai jalannya perlombaan. Para penari tampil dengan busana khas Madura, membawakan gerakan tari secara luwes sekaligus menyampaikan alur cerita dan nilai budaya melalui setiap rangkaian gerakan.

BACA JUGA :  Pemecatan Kadus Lon Sabe di Sampang Picu Gelombang Protes, Warga Tlagah Ultimatum Camat Banyuates

Penampilan para peserta dinilai oleh tiga juri yang memiliki kompetensi di bidang seni tari, yakni A Rahman, Ciki Eva Kristiana dan Roro Jamila.

Ketua Sanggar KBP Sampang, Hermawan Kusumahadi, mengatakan keikutsertaan lima grup tersebut menjadi kesempatan bagi para penari binaannya untuk menambah pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang seni tari tradisional.

“Lima grup dari Sanggar KBP kami ikutkan dalam lomba ini. Selain untuk berkompetisi, yang paling penting bagi kami adalah memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk tampil dan terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni tari tradisional,” kata Hermawan.

Kelima grup KBP tampil dengan nomor urut dan jenis tarian berbeda. KBP 1 dengan nomor urut 16 membawakan Tari Kerrabhen Sapeh. Kemudian KBP 2 nomor urut 08 menampilkan Tari Malate Sato’or.

BACA JUGA :  Proyek Sekolah Rakyat Rp200 Miliar di Sampang Baru 73 Persen, Target Rampung Akhir Juni Terancam Molor

Selanjutnya, KBP 3 dengan nomor urut 04 membawakan Tari Pecut. Sementara KBP 4 nomor urut 18 dan KBP 5 nomor urut 25 sama-sama menampilkan Tari Malate Sato’or.

Hermawan menegaskan, keikutsertaan KBP dalam ajang tersebut tidak semata-mata mengejar hasil kompetisi. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi seni tradisional dan kearifan lokal Madura, khususnya di kalangan generasi muda.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa menari, tetapi juga memahami bahwa setiap tari tradisional memiliki cerita, filosofi dan identitas budaya. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus digelar dan didukung,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak ruang yang diberikan kepada para pelaku seni, terutama generasi muda, untuk tampil, belajar dan berkompetisi secara sehat.

BACA JUGA :  Korupsi PEN Rp12 Miliar: Empat Tersangka Dinilai Belum Cukup, Aktivis Tekan Kejari Sampang Kembangkan Kasus

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi para penari muda untuk terus berkarya. Harapan kami grup KBP bisa masuk tiga besar dan semoga bisa juara. Namun, menang atau kalah itu bagian dari proses. Yang terpenting mereka berani tampil, terus belajar dan ikut menjaga seni tradisional Madura,” tuturnya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lansia Asal Pamekasan Ditemukan di Sampang Setelah Sehari Dicari Keluarga
Seorang Kakek Tersesat Tak Tahu Jalan Pulang, Polsek Sampang Berhasil Ungkap Identitas dan Asal Daerahnya
Kebakaran Hanguskan Rumah dan Gudang Rongsok di Sampang, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Tiga Hari Dicari, Lansia Hilang di Jrengik Sampang Ditemukan Meninggal di Persawahan
Tragis, Pemuda 26 Tahun di Sampang Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi
Wartawan Sampang Gelar Doa Bersama, Titip Harapan Keselamatan Lima Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Gunung Krakatau
AMPG Bangun Sumur Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Sampang
Dimediasi Tokoh Agama dan Masyarakat, Kasus Dugaan Penganiayaan di Tlagah Sampang Berujung Damai

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 23:00 WIB

Sanggar KBP Sampang Kirim Lima Grup, Ramaikan Lomba Tari Tradisional se-Madura Karang Taruna Expo II

Sabtu, 19 September 2026 - 23:27 WIB

Lansia Asal Pamekasan Ditemukan di Sampang Setelah Sehari Dicari Keluarga

Sabtu, 19 September 2026 - 20:58 WIB

Seorang Kakek Tersesat Tak Tahu Jalan Pulang, Polsek Sampang Berhasil Ungkap Identitas dan Asal Daerahnya

Jumat, 18 September 2026 - 20:39 WIB

Kebakaran Hanguskan Rumah dan Gudang Rongsok di Sampang, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 20:50 WIB

Tiga Hari Dicari, Lansia Hilang di Jrengik Sampang Ditemukan Meninggal di Persawahan

Berita Terbaru