FORMABES Datangi RS Nindhita Sampang, Desak Pertanggungjawaban Dugaan Malpraktik

Avatar

- Pewarta

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Formabes Sampang saat audiensi dengan RD Nindhita (Sumber Foto: Safii/Pilar Pos)

Caption: Formabes Sampang saat audiensi dengan RD Nindhita (Sumber Foto: Safii/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Forum Madura Bersatu (Formabes) menggelar audiensi ke Rumah Sakit (RS) Nindhita, Sampang, Madura, Jawa Timur, Jumat (3/10/2025). Aksi ini menindaklanjuti dugaan malpraktik yang menyebabkan seorang pasien mengalami trauma dan kesakitan dugaan akibat salah diagnosa.

Kedatangan Formabes diterima langsung Direktur RS Nindhita dr. Abdul Qodir Munsy, didampingi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sampang serta perwakilan Dinas Kesehatan setempat.

BACA JUGA :  Gaungkan Gerakan Peduli Tanpa Narkoba, Satreskoba Sampang Ajak Pelajar dan Masyarakat Jauhi Barang Haram

Sekjen Formabes Sampang, Hari W, menegaskan tindakan pihak rumah sakit tanpa diagnosa medis yang jelas tidak dapat dibenarkan.

“RS Nindhita harus bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan tanpa memperhatikan SOP. Jika tidak, kami siap menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Hari menambahkan, pihaknya turun setelah menerima aduan keluarga pasien.

BACA JUGA :  Sukses, Lounching Perdana SPPG Bindang Siap Didistribusikan

“Jika terbukti melakukan malpraktik, kami mendesak pemerintah mencabut izin operasional RS Nindhita agar tidak ada korban lain,” tegasnya.

Samhari, keluarga pasien, juga menuntut keadilan. “Masak dilakukan operasi tanpa diagnosa medis, hasilnya nihil. Saudara kami trauma berat. Kami menuntut ganti rugi materil dan immateril,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur RS Nindhita dr. Abdul Qodir Munsy menyebut audiensi ini sebagai masukan bagi perbaikan layanan.

BACA JUGA :  Pemuda di Tambelangan Sampang Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar, Diduga Melukai Diri Sendiri

“Ini hanya miskomunikasi antara bahasa medis dengan pemahaman masyarakat awam. Namun kami tetap siap bertanggung jawab, terutama dari sisi kemanusiaan,” jelasnya.

Penulis : Safii

Editor : Agus Junaidi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fokus Tingkatkan Kemandirian Warga, Program PPM Medco Energi Tahun 2026 Menyasar Enam Desa dan Satu Pulau di Sampang
Proyek Sekolah Rakyat Rp200 Miliar di Sampang Baru 73 Persen, Target Rampung Akhir Juni Terancam Molor
Komisi I DPRD Sampang Soroti Dugaan Penguasaan Tanah Percaton Astapah, BPPKAD dan Satpol PP Akan Dipanggil
Salat Iduladha 1447 H di Sampang Berlangsung di Depan Pendopo Trunojoyo, Bupati Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah Islamiyah
Program Ketapang Desa Tambaan Sampang Tuai Tanda Tanya, Tiga Sapi di Kandang Disebut Bukan Aset BUMDes
PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Mendikdasmen, Soroti Krisis Pendidikan dan Politik Seremonial
Dugaan Penyalahgunaan Tanah Percaton Desa Astapah Disorot, Satpol PP Sampang Siapkan Penertiban
Aset Desa Astapah Sampang Diduga Dikuasai Pribadi, Pengakuan Warga dan Kades Bertolak Belakang

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:26 WIB

Fokus Tingkatkan Kemandirian Warga, Program PPM Medco Energi Tahun 2026 Menyasar Enam Desa dan Satu Pulau di Sampang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Sampang Soroti Dugaan Penguasaan Tanah Percaton Astapah, BPPKAD dan Satpol PP Akan Dipanggil

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:04 WIB

Salat Iduladha 1447 H di Sampang Berlangsung di Depan Pendopo Trunojoyo, Bupati Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah Islamiyah

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:23 WIB

Program Ketapang Desa Tambaan Sampang Tuai Tanda Tanya, Tiga Sapi di Kandang Disebut Bukan Aset BUMDes

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Mendikdasmen, Soroti Krisis Pendidikan dan Politik Seremonial

Berita Terbaru