Penggunaan Material Tak Seragam di Proyek Revitalisasi SDN Jelgung 3 Sampang Disorot, Dugaan Tak Sesuai Spesifikasi Mencuat

Avatar

- Pewarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi dan Lokasi Proyek Revitalisasi di SDN Jelgung 3, Kecamatan Robatal (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi dan Lokasi Proyek Revitalisasi di SDN Jelgung 3, Kecamatan Robatal (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Pelaksanaan proyek revitalisasi di SDN Jelgung 3, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tahun 2026 itu dipertanyakan menyusul temuan sejumlah kondisi di lokasi pekerjaan. Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (13/10/2026), terdapat sejumlah kejanggalan yang dinilai perlu mendapat penjelasan, terutama terkait penggunaan material bangunan dan transparansi pelaksanaan proyek.

Di lokasi, ditemukan material batu bata merah dan putih serta penggunaan material pasir dua jenis yang tak seragam dengan kondisi yang dinilai perlu diperiksa kualitasnya. Sebab, salah satu material pasir terlihat dilokasi berwarna cokelat yang diragukan serta diduga tak sesuai spesifikasi untuk mutu pembangunan proyek yang dibiayai oleh negara.

BACA JUGA :  RKB PAUD Hidayah Arrum Terhenti, Pemkab Sampang Didesak Segera Ambil Solusi

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta Rencana Kerja dan Syarat (RKS) proyek.

Kendati demikian, kualitas material dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh pihak berwenang atau tenaga teknis yang kompeten.

Selain persoalan material, transparansi pelaksanaan proyek juga menjadi perhatian. Pasalnya, berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai kegiatan pembangunan tersebut.

Ketiadaan papan informasi membuat masyarakat kesulitan mengetahui secara langsung rincian pekerjaan, nilai anggaran, pelaksana kegiatan, serta jangka waktu pelaksanaan proyek.

Padahal, keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah penting untuk memastikan masyarakat dapat turut mengawasi penggunaan dana publik.

BACA JUGA :  Pererat Silaturahmi dan Evaluasi Kerja, Wartawan Pilar Pos Gelar Pertemuan Rutin di Pamekasan

Saat dikonfirmasi, Kepala SDN Jelgung 3 Sampang, Quratul Aini, belum menjelaskan secara detail atas temuan dugaan kejanggalan pada pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut. Ia hanya mengarahkan media ini untuk konfirmasi perihal tehnis pekerjaan terhadap konsultan pengawas proyek.

“Silahkan sampeyan hubungi pengawas aja mas. Itu pengawasnya namanya Taufik,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Mohammad Yusuf, mengatakan bahwa program revitalisasi tersebut dilaksanakan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat sekitar.

“Untuk program revitalisasi swakelola, Mas. Artinya, langsung sekolah dan masyarakat sekitar yang mengelola. Persoalan ada temuan dugaan tidak sesuai RAB, sekolah serta pengawas revitalisasi yang paham,” ujarnya.

Yusuf mengarahkan media ini untuk mengonfirmasi persoalan tersebut kepada pihak sekolah dan pengawas. Ia menyebut pengawas kegiatan ditentukan oleh pihak sekolah.

BACA JUGA :  Mahasiswa IAINATA Sampang Tembus Grand Final Putra Putri Kebudayaan Jatim 2026, Usung Gagasan Digitalisasi Budaya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek revitalisasi SDN Jelgung 3 memiliki anggaran sekitar Rp1,3 miliar dan disebut telah dikerjakan sejak sekitar satu bulan yang lalu. Namun, hingga pada 13 Oktober 2026 pantauan media dilokasi tidak ditemukan papan informasi proyek.

Hingga berita ini ditulis, media ini belum memperoleh keterangan langsung dari konsultan pengawas terkait penggunaan material dan tidak terlihatnya papan informasi proyek. Upaya konfirmasi masih dilakukan.

Media ini membuka ruang klarifikasi bagi pihak sekolah, konsultan pengawas, dan pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janggal! Pengadaan Seragam Disdik Sampang Tercatat Dibayar Mei, Belakangan Disebut Batal
Pengadaan Seragam Olahraga Disdik Sampang Disorot, Pembayaran Rp17,4 Juta Tercatat Cair, Realisasi Dipertanyakan
Kuliah Tamu Internasional di UNT Al-Muafa Sampang Bahas Strategi Hadapi Era AI
Rakorda IMMAPSI Jatim di Unesa, Perkuat Visi-Misi Organisasi dan Himpun Aspirasi untuk Kemajuan Pendidikan
KAKI Jatim: SPMB 2026 Surabaya Berjalan Bersih dan Transparan, Layak Jadi Teladan Nasional
Dinsos Sampang Klaim Tak Punya Peran dalam Penjaringan Sekolah Rakyat, Pernyataan Pendamping PKH Justru Berbeda
Peringati HARDIKNAS, PKG Pasean Gelar Seminar Pendidikan Songsong Silaturahim
Semangat Hardiknas 2026, Kacabdin Sampang Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk SDM Unggul

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Penggunaan Material Tak Seragam di Proyek Revitalisasi SDN Jelgung 3 Sampang Disorot, Dugaan Tak Sesuai Spesifikasi Mencuat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Janggal! Pengadaan Seragam Disdik Sampang Tercatat Dibayar Mei, Belakangan Disebut Batal

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Pengadaan Seragam Olahraga Disdik Sampang Disorot, Pembayaran Rp17,4 Juta Tercatat Cair, Realisasi Dipertanyakan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:37 WIB

Kuliah Tamu Internasional di UNT Al-Muafa Sampang Bahas Strategi Hadapi Era AI

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:45 WIB

Rakorda IMMAPSI Jatim di Unesa, Perkuat Visi-Misi Organisasi dan Himpun Aspirasi untuk Kemajuan Pendidikan

Berita Terbaru