Dari Keluarga Terduga Korban Pembunuhan di Pamekasan Tuntut Jaksa Dan Pengadilan

PilarPos

- Pewarta

Senin, 2 Februari 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar sketsa pembunuhan.

Gambar sketsa pembunuhan.

Pamekasan, Pilar Pos |Muniram, orang tua almarhum M sekaligus saksi mata, korban pembunuhan di Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kembali menyuarakan tuntutan keadilan kepada kejaksaan atas perkara yang menewaskan anaknya untuk tuntutannya di pertimbangkan karena terlalu ringan. Senin (02/02/26).

Muniram menegaskan, anaknya tewas dibunuh oleh tiga orang pelaku, masing-masing berinisial S, R, dan A, yang melakukan aksi kekerasan di teras rumah korban.

Diketahui, Erwan Susiyanto selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa S dengan 14 tahun penjara, R 10 tahun penjara dan A 5 tahun penjara.

Saya, Muniram, selaku orang tua almarhum, memohon kepada Bapak Hakim dan Bapak Jaksa agar mengadili perkara ini seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Muniram.

Menurutnya, hukuman yang dijatuhkan belum sebanding dengan perbuatan para pelaku yang menghilangkan nyawa anaknya di teras rumah, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi keluarga.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Pamekasan Jenguk Zaini Wer Wer di RSUD SMART Pamekasan Usai Dioperasi

Tuntutan Jaksa dipengadilan kemarin saya nilai tidak sebanding dengan tindakan pembunuhan yang dilakukan di teras rumah. Bagi saya, kejadian ini jelas bukan perbuatan spontan, melainkan diduga kuat sudah direncanakan sejak awal,” imbuhnya. Minggu (01/02/26).

Muniram berharap majelis hakim dan jaksa penuntut umum dapat mempertimbangkan kembali rasa keadilan bagi keluarga korban, serta menjatuhkan putusan yang benar-benar mencerminkan keadilan hukum.

Saya hanya bisa berdoa semoga Bapak Hakim dan Bapak Jaksa dapat memenuhi rasa keadilan bagi saya sebagai orang tua korban,” pungkasnya.

Kasus pembunuhan di Ambender tersebut sebelumnya menyita perhatian publik, karena korban tewas di teras rumahnya sendiri dan disaksikan oleh keluarga, termasuk orang tuanya. Hingga kini, keluarga korban masih menaruh harapan besar pada penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan.

BACA JUGA :  Tidak Beres! Baru Berjalan di Tahun 2026 PPIH Asal Jember Melakukan Penipuan, Kini Resmi Dilaporkan

Sementara itu, Anton Arifullah Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Ardian Junaedi memberikan penjelasan terkait peran masing-masing terdakwa berdasarkan berkas perkara dan fakta persidangan, ketiga terdakwa telah dituntut dengan Pasal 340 KUHP.

Menurutnya, pelaku utama pembacokan adalah terdakwa S, sedangkan R hanya memegang tangan korban, dan A tidak terlibat langsung dalam aksi pembacokan.

Ardian menjelaskan, korban sempat melakukan perlawanan dengan berusaha membacok lebih dahulu, namun serangan tersebut dapat dihindari. Dalam situasi tersebut, S kemudian melakukan pembacokan hingga korban terjatuh dan terungkup di teras rumah, meski korban sudah dalam kondisi kehabisan tenaga, korban masih sempat berusaha mengambil senjata tajam, namun upaya tersebut terhenti karena tangan korban dipegang oleh R. Senin (02/03/26).

BACA JUGA :  Polres Sampang Tak Ikutsertakan Sopir di Pelimpahan, Bea Cukai Madura Diduga Sembunyikan Merk Rokok Ilegal

Sementara itu, A disebut berupaya melerai dan tidak membantu pembacokan, sehingga menjadi pertimbangan majelis hakim menjatuhkan vonis lebih ringan,” ujarnya.

Ardian juga mengungkapkan kronologi awal kejadian, yang bermula saat S berboncengan dengan ayahnya dan dihadang oleh korban hingga terjadi pembacokan. Setelah itu, S pulang dan menghubungi R dan A untuk meminta klarifikasi kepada korban di rumahnya. Namun setibanya di lokasi, korban kembali melakukan pembacokan, sehingga terjadi aksi balasan.

Fakta persidangan menyebutkan bahwa S datang tanpa niat untuk membunuh. Peristiwa tersebut berkembang secara spontan akibat rangkaian kejadian sebelumnya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang Anak Gadis Diduga Dicabuli Ayah Tiri, Polres Sampang Siapkan Jerat Pidana Terhadap Pelaku Bejat
Kasat Reskrim Polres Sampang Raih Penghargaan Tertinggi, Deretan Pengungkapan Kasus Jadi Bukti Dedikasi
PDIP Sampang Apresiasi Kinerja Polres, Desak 14 Terduga Pelaku Dugaan Rudapaksa Anak yang Buron Segera Ditangkap
MDW Apresiasi Kinerja Satreskrim Polres Sampang Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Dorong Kepolisian Segera Tangkap 15 Pelaku Lainnya
Diduga Gelapkan Motor Honda Beat, Pria Asal Blaban Batu Marmar Dilaporkan ke Polisi
Dugaan Pencabulan Gadis Dibawah Umur: Polres Sampang Amankan 12 Terduga Pelaku, 15 Tersangka Lainnya Dalam Pengejaran
Dua Pria di Sampang Terlibat Pertikaian Bersenjata Tajam, Keduanya Alami Luka
Warga Mengapresiasi Kinerja Polsek Tamberu, Berhasil Menangkap Dugaan Pelaku Pencurian

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:07 WIB

Seorang Anak Gadis Diduga Dicabuli Ayah Tiri, Polres Sampang Siapkan Jerat Pidana Terhadap Pelaku Bejat

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:43 WIB

Kasat Reskrim Polres Sampang Raih Penghargaan Tertinggi, Deretan Pengungkapan Kasus Jadi Bukti Dedikasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:01 WIB

PDIP Sampang Apresiasi Kinerja Polres, Desak 14 Terduga Pelaku Dugaan Rudapaksa Anak yang Buron Segera Ditangkap

Senin, 13 Juli 2026 - 11:23 WIB

MDW Apresiasi Kinerja Satreskrim Polres Sampang Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Dorong Kepolisian Segera Tangkap 15 Pelaku Lainnya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:14 WIB

Diduga Gelapkan Motor Honda Beat, Pria Asal Blaban Batu Marmar Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru