SAMPANG, Pilar Pos || Pelaksanaan proyek pembangunan saluran drainase di Desa Baruh, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai sorotan. Bangunan yang disebut warga baru dikerjakan sekitar satu bulan lalu itu dilaporkan sudah mengalami keretakan, sementara informasi mengenai sumber anggaran dan program yang mendanai proyek tersebut tidak ditemukan di lokasi.
Hasil pantauan di lapangan pada Minggu (18/10/2026) menunjukkan adanya keretakan pada bagian fisik saluran. Retakan terlihat membentang dari bagian atas hingga ke struktur bawah bangunan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, terlebih proyek itu disebut belum lama dikerjakan.

Tak hanya persoalan kondisi fisik, aspek transparansi proyek juga menjadi sorotan. Di lokasi pekerjaan tidak terlihat papan informasi proyek yang semestinya dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat untuk mengetahui nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, serta waktu pelaksanaan pekerjaan.
Seorang warga setempat membenarkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan proyek, bukan pembangunan swadaya masyarakat. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti program maupun instansi yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
“Ini proyek, bukan swadaya. Baru sekitar satu bulan yang lalu dikerjakan, tetapi sudah lama tidak ada lagi tukang yang mengerjakan,” ungkap warga tersebut.
Saat ditanya mengenai sumber anggaran dan program yang mendanai pembangunan saluran itu, warga mengaku tidak memiliki informasi yang jelas.
“Saya tidak tahu ini proyek apa, Mas. Jangankan sampeyan, saya warga di sini tidak tahu ini program punya siapa dan dari program apa,” tuturnya.
Kondisi bangunan yang mulai retak, pekerjaan yang disebut telah lama terhenti, serta tidak adanya papan informasi proyek menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait.
Keretakan tersebut belum dapat dipastikan penyebabnya tanpa pemeriksaan teknis. Namun, kondisi itu patut menjadi perhatian agar kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dapat diperiksa oleh pihak yang berwenang.
Sorotan juga mengarah kepada pemerintah desa terkait keterbukaan informasi kepada masyarakat. Sebagai pejabat yang memimpin pemerintahan desa, Penjabat (Pj) Kepala Desa Baruh, Sukri, diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai asal-usul proyek, sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, serta kondisi bangunan yang kini mulai menunjukkan kerusakan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan media ini kepada Sukri melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meskipun pesan yang dikirim telah terbaca, ditandai dengan centang biru.
Belum adanya jawaban dari Pj Kades Baruh membuat sejumlah pertanyaan terkait proyek tersebut belum terjawab. Klarifikasi dari pemerintah desa maupun instansi yang bertanggung jawab diperlukan untuk memastikan kejelasan anggaran, pelaksanaan pekerjaan, dan kualitas bangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, nilai anggaran, sumber pendanaan, pelaksana proyek, serta penyebab keretakan bangunan tersebut belum diketahui secara pasti. Media ini tetap membuka ruang klarifikasi bagi Sukri maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











