Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam

Avatar

- Pewarta

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Seorang Wartawan Saat Berada di Lokasi Proyek Saluran Drainase di Desa Baruh, Sumber Anggaran Tak Jelas (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Seorang Wartawan Saat Berada di Lokasi Proyek Saluran Drainase di Desa Baruh, Sumber Anggaran Tak Jelas (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Pelaksanaan proyek pembangunan saluran drainase di Desa Baruh, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai sorotan. Bangunan yang disebut warga baru dikerjakan sekitar satu bulan lalu itu dilaporkan sudah mengalami keretakan, sementara informasi mengenai sumber anggaran dan program yang mendanai proyek tersebut tidak ditemukan di lokasi.

Hasil pantauan di lapangan pada Minggu (18/10/2026) menunjukkan adanya keretakan pada bagian fisik saluran. Retakan terlihat membentang dari bagian atas hingga ke struktur bawah bangunan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, terlebih proyek itu disebut belum lama dikerjakan.

Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam
Caption: Kondisi Kerusakan Pada Saluran Drainase di Desa Baruh (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Tak hanya persoalan kondisi fisik, aspek transparansi proyek juga menjadi sorotan. Di lokasi pekerjaan tidak terlihat papan informasi proyek yang semestinya dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat untuk mengetahui nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, serta waktu pelaksanaan pekerjaan.

BACA JUGA :  Tiga Remaja Berboncengan Kecelakaan di Pangarengan Sampang, Satu Pelajar Meninggal Dunia

Seorang warga setempat membenarkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan proyek, bukan pembangunan swadaya masyarakat. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti program maupun instansi yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

“Ini proyek, bukan swadaya. Baru sekitar satu bulan yang lalu dikerjakan, tetapi sudah lama tidak ada lagi tukang yang mengerjakan,” ungkap warga tersebut.

Saat ditanya mengenai sumber anggaran dan program yang mendanai pembangunan saluran itu, warga mengaku tidak memiliki informasi yang jelas.

“Saya tidak tahu ini proyek apa, Mas. Jangankan sampeyan, saya warga di sini tidak tahu ini program punya siapa dan dari program apa,” tuturnya.

Kondisi bangunan yang mulai retak, pekerjaan yang disebut telah lama terhenti, serta tidak adanya papan informasi proyek menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait.

BACA JUGA :  Baru Sebulan Selesai Sudah Retak dan Mengelupas, Mutu Rabat Beton Dana Desa Gunung Eleh Sampang Disorot

Keretakan tersebut belum dapat dipastikan penyebabnya tanpa pemeriksaan teknis. Namun, kondisi itu patut menjadi perhatian agar kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dapat diperiksa oleh pihak yang berwenang.

Sorotan juga mengarah kepada pemerintah desa terkait keterbukaan informasi kepada masyarakat. Sebagai pejabat yang memimpin pemerintahan desa, Penjabat (Pj) Kepala Desa Baruh, Sukri, diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai asal-usul proyek, sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, serta kondisi bangunan yang kini mulai menunjukkan kerusakan.

BACA JUGA :  Ganti Rugi Rumpon Belum Tuntas, PNPM Desak Petronas Hentikan Proyek Pasar Ikan di Banyuates Sampang

Upaya konfirmasi telah dilakukan media ini kepada Sukri melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meskipun pesan yang dikirim telah terbaca, ditandai dengan centang biru.

Belum adanya jawaban dari Pj Kades Baruh membuat sejumlah pertanyaan terkait proyek tersebut belum terjawab. Klarifikasi dari pemerintah desa maupun instansi yang bertanggung jawab diperlukan untuk memastikan kejelasan anggaran, pelaksanaan pekerjaan, dan kualitas bangunan.

Hingga berita ini diterbitkan, nilai anggaran, sumber pendanaan, pelaksana proyek, serta penyebab keretakan bangunan tersebut belum diketahui secara pasti. Media ini tetap membuka ruang klarifikasi bagi Sukri maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut
Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi
Stok Solar dan Pertalite Kosong di SPBU Banyuanyar Sampang, Satreskrim Pastikan Pasokan Dijadwalkan Tiba Hari Ini
Pekerja Proyek SDN Komis I Sampang Tewas Usai Tertimpa Kerangka Bangunan, Penerapan K3 Perlu Diusut
Proyek Pokir TK Roudlatul Ulum di Jelgung Sampang Disorot, Dikerjakan Tanpa Papan Informasi dan Material Dipertanyakan
Diduga Abaikan K3, Proyek Jalan Robatal–Karang Penang Digarap CV Ridho Karya Rp10,5 Miliar di Sampang Disorot
Harumkan Nama Pesantren, Santri PP Gedangan Sampang Juara Umum Munada 4
Diduga Lahan Warga Diserobot, Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar di Sampang Tuai Protes

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Stok Solar dan Pertalite Kosong di SPBU Banyuanyar Sampang, Satreskrim Pastikan Pasokan Dijadwalkan Tiba Hari Ini

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Pekerja Proyek SDN Komis I Sampang Tewas Usai Tertimpa Kerangka Bangunan, Penerapan K3 Perlu Diusut

Berita Terbaru