JEMBER, Pilar Pos – Harapan NM (31) Warga Pamekasan berubah menjadi penantian panjang yang tak pasti. Kasus dugaan penipuan kerjasama catering untuk jamaah Haji Madinah 2026 yang melibatkan salah satu oknum tokoh pelaksana di Jember kini menuai desakan kuat dari para korban agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas, terutama Ormas MADAS Nusantara yang mengawal kasus tersebut. Selasa, 29/09/2026.
Hingga saat ini, pihak pelapor asal Pamekasan Madura mengeluhkan bahwa oknum terlapor belum juga memenuhi panggilan pemeriksaan atau mendapat tindakan penahanan dari pihak kepolisian. Padahal, sejumlah saksi korban telah berulang kali memberikan keterangan dan melengkapi berkas penyelidikan di Polres Jember.
“Janji Manis Jalur Cepat dan Kerugian Ratusan Juta. Modus yang digunakan oleh oknum tersebut adalah dengan menjanjikan kerja sama catering haji Madinah 2026 untuk kapasitas 2600 jamaah haji tahun 2026, para korban dan vendor rela menyiapkan Dapur Besar catering di Madinah dengan segala kebutuhannya berdasarkan arahan oknum tersebut dan berdasarkan perjanjian yang sudah dibuat,” Ujar YS.
Secara fisik dan mental, korban mengalami trauma mendalam juga kerugian yang tidak sedikit.Dana besar dan persiapan sudah rampung mencapai 90% hanya tinggal pelaksanaan di Hari H saja karena mengira jadwal yang dijanjikan sudah pasti. Namun, kenyataannya ketika mendekati hari H pelaksanaan tersebut pihak oknum sulit untuk dihubungi hingga hari pelaksanaan terlewati.
Kerugian material kolektif ditaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, mengingat kurs Indonesia – Arab Saudi yang berbeda mata uang dari Rupiah ke Riyal biaya yang dikeluarkan pihak supliyer dan vendor catering.
Pihak korban mendesak agar Polres Jember mempercepat proses hukum perkaranya.
Ormas MADAS Nusantara meminta penyidik untuk segera memanggil paksa oknum pelaksana tersebut guna mempertanggungjawabkan dana jemaah yang diduga digelapkan.
“Kami meminta transparansi dan kepastian hukum yang jelas dari pihak kepolisian. Jangan sampai perkara ini berlarut-larut tanpa adanya pemanggilan resmi terhadap oknum terkait, sementara korban telanjur menderita kerugian yang sangat besar,” tegas Abdus Samad ketua DPD MADAS Nusantara Kabupaten Pamekasan saat diwawancarai.
Imbauan Resmi Otoritas Terkait
Berkaca dari maraknya kasus serupa, pihak Kementerian Haji Jember resmi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memercayai tawaran program kerjasama serupa sekalipun berkaitan dengan petugas haji yang ditugaskan.











