Telan Rp1,9 Miliar, Proyek Peningkatan Jalan Labuhan-Sreseh Sampang Dikerjakan CV Kencana Bahari Tak Bertahan Lama

Avatar

- Pewarta

Kamis, 20 November 2025 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kerusakan yang Retak di Salah-satu Titik Pada Proyek Peningkatan Jalan Labuhan-Sreseh Dikerjakan CV Kencana Bahari (Sumber Foto: Pilar Pos)

Caption: Kerusakan yang Retak di Salah-satu Titik Pada Proyek Peningkatan Jalan Labuhan-Sreseh Dikerjakan CV Kencana Bahari (Sumber Foto: Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Proyek peningkatan struktur Jalan Labuhan–Sreseh di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali menuai sorotan. Pekerjaan dengan anggaran Rp1,9 miliar yang dikerjakan CV Kencana Bahari itu sudah mengalami kerusakan, padahal baru rampung sekitar dua bulan lalu, Kamis (20/11/2025).

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan peningkatan jalan tersebut memiliki nilai kontrak Rp1.984.717.000 yang bersumber dari APBD 2025. Proyek ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang dengan nomor kontrak 01.32/09.02/KONTRAK/434.207/VII/2025.

BACA JUGA :  Proyek Saluran DD Diduga Tumpang Tindih di Desa Pangongsean, Sekcam Torjun Sampang: Itu Menyalahi Aturan

Alih-alih memberikan akses transportasi lebih baik bagi masyarakat, kondisi jalan justru sudah menunjukkan retakan memanjang di sejumlah titik. Temuan ini memperkuat dugaan rendahnya mutu pekerjaan yang didanai APBD.

Telan Rp1,9 Miliar, Proyek Peningkatan Jalan Labuhan-Sreseh Sampang Dikerjakan CV Kencana Bahari Tak Bertahan Lama
Caption: Kondisi Besi Wiremesh yang Diletakkan di Lantai Dasar (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

Pantauan Pilarpos.com mendapati indikasi pekerjaan tidak sesuai standar teknis. Saat proses pengerjaan berlangsung, besi wiremesh terlihat diletakkan di lantai dasar, bukan pada posisi tengah tebal beton sebagaimana ketentuan. Padahal, wiremesh berfungsi sebagai tulangan yang meningkatkan kekuatan dan mencegah keretakan pada betonisasi.

BACA JUGA :  Viral di Medsos, Warga Tagih Janji Bupati Sampang Akan Perbaiki Jalan Tapaan-Olor yang Tak Terealisasi

Seorang warga sekitar membenarkan bahwa proyek tersebut baru selesai sekitar dua bulan lalu.

“Proyek ini baru sekitar dua bulan selesai dikerjakan, mas. Tapi sudah banyak yang retak,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Sampang, Amirul Kusnan, belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA :  Dikerjakan Cv Ridho Karya, Proyek Pembangunan Labkesda Rp8 Miliar di Sampang Tak Lengkapi K3

Diamnya pihak terkait semakin memperkuat pertanyaan publik soal pengawasan, kualitas material, hingga dugaan adanya praktik asal jadi demi mengejar penyelesaian proyek.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mayat Berjenis Kelamin Laki-Laki Diduga Dibakar Oleh OTK di Batumarmar
Serobot Tanah Tanpa Ijin, Warga Bulangan Barat Berujung Lapor Polisi
Kesal, Macet Panjang Akibat Mobil Pengangkut Tembakau Lelet Masuk Gudang Diduga Milik H. Her
Warga Pantura Resah, Adanya Perahu Jaring Ikan Pukat Harimau Yang Berdampak Merusak Ekosistem Laut
Tiket Masuk Pantai Slopeng Sumenep Diduga Dipalsukan, Terlihat Karcis Berupa Foto Copy
BNNK Sidoarjo Perangi Peredaran Gelap Narkoba Melalui Pencegahan, Rehabilitasi dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045 di HANI 2025
Cuaca Madura Hari Ini: Waspada Hujan Petir Pagi Hari, Selebihnya Berawan
Yayasan Ponpes Al Kholiqi Resmikan Cabang Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Ngawi

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 22:54 WIB

Telan Rp1,9 Miliar, Proyek Peningkatan Jalan Labuhan-Sreseh Sampang Dikerjakan CV Kencana Bahari Tak Bertahan Lama

Kamis, 6 November 2025 - 22:08 WIB

Mayat Berjenis Kelamin Laki-Laki Diduga Dibakar Oleh OTK di Batumarmar

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 18:57 WIB

Serobot Tanah Tanpa Ijin, Warga Bulangan Barat Berujung Lapor Polisi

Senin, 8 September 2025 - 20:32 WIB

Kesal, Macet Panjang Akibat Mobil Pengangkut Tembakau Lelet Masuk Gudang Diduga Milik H. Her

Rabu, 13 Agustus 2025 - 15:58 WIB

Warga Pantura Resah, Adanya Perahu Jaring Ikan Pukat Harimau Yang Berdampak Merusak Ekosistem Laut

Berita Terbaru