Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah

Avatar

- Pewarta

Minggu, 16 November 2025 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Ilustrasi Petani dan Pupuk

Caption: Ilustrasi Petani dan Pupuk

SAMPANG, Pilar Pos | Keluhan petani di Dusun Tlagah, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, kembali mengemuka. Mereka mengaku sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi menerima pupuk bersubsidi, baik urea maupun phonska. Dugaan kuat, kelangkaan ini dipicu minimnya transparansi pengelolaan oleh kelompok tani (poktan) setempat.

Seorang petani berinisial M menuturkan kepada pilarpos.com bahwa ia terakhir menerima pupuk subsidi empat tahun lalu. Saat itu pun hanya 4 sak, 2 sak urea dan 2 sak phonska. Sejak saat itu hingga 2025, ia mengaku tidak pernah lagi mendapatkan jatah.

BACA JUGA :  HUT ke-16 Bank Sampang, Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Wujud Nyata Kepedulian Sosial

“Bukan saya saja, hampir semua petani di Dusun Tlagah tidak kebagian pupuk. Sudah bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian. Untuk kebutuhan tanaman, kami terpaksa beli pupuk di luar desa dengan harga jauh lebih mahal,” ungkapnya.

Namun keterangan berbeda justru muncul dari Ketua Poktan Militani 3, Muhammad Naheri. Saat dikonfirmasi, ia berdalih bahwa pupuk yang ditebus dari kios, ada yang tidak dibeli petani. Namun, yang tidak dibeli petani ditaruk di toko milik Hj. Fatiyah.

Naheri mengaku setiap tahun poktan nya selalu mendapat pasokan. Setiap kali pengambilan, ia menebus sekitar 9 ton pupuk.

BACA JUGA :  Mencuat Dugaan Pungli Kepengurusan PIP di SDN Gunongsekar 1 Sampang, Kepala Sekolah Bungkam

Akan tetapi, dari data pengambilan yang ada di kios, Poktan Militani 3 tercatat menebus pupuk tiga kali, total 27 ton urea dan phonska.

Yang janggal, dari keterangan Naheri, dari total itu hanya 18 ton yang dikirim ke Dusun Tlagah, sedangkan 9 ton lainnya justru dialihkan ke Dusun Burajeh, wilayah Poktan Militani 1.

“Pupuk tetap kami tebus, tapi banyak anggota yang tidak mau membeli,” kilah Naheri.

Pernyataan itu langsung dipatahkan oleh para petani. Mereka dengan tegas menyatakan tidak pernah ditawari, apalagi diberikan kesempatan menebus pupuk subsidi tersebut.

BACA JUGA :  Kegigihan Kelola Pantai Lon Malang Sampang Sejak 2016, Mastuki Masuk 50 Besar Wonderful Indonesia Awards 2026

Anehnya, petani mengaku tidak pernah menerima jatah, tetapi poktan bersikukuh bahwa petani enggan menebus pupuk. Kontradiksi ini memunculkan kecurigaan adanya penyimpangan dalam distribusi pupuk yang seharusnya menjadi hak petani setempat.

Para petani berharap pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memastikan penyaluran pupuk subsidi berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik manipulasi.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek UKS Rp199 Juta di SDN Dulang 2 Sampang Disorot, Begel Diduga Tak Sesuai, CV Pelaksana Disebut Dipinjam
Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Raih Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026
Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut
Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi
Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam
Stok Solar dan Pertalite Kosong di SPBU Banyuanyar Sampang, Satreskrim Pastikan Pasokan Dijadwalkan Tiba Hari Ini
Pekerja Proyek SDN Komis I Sampang Tewas Usai Tertimpa Kerangka Bangunan, Penerapan K3 Perlu Diusut
Proyek Pokir TK Roudlatul Ulum di Jelgung Sampang Disorot, Dikerjakan Tanpa Papan Informasi dan Material Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

Proyek UKS Rp199 Juta di SDN Dulang 2 Sampang Disorot, Begel Diduga Tak Sesuai, CV Pelaksana Disebut Dipinjam

Minggu, 1 November 2026 - 01:29 WIB

Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Raih Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam

Berita Terbaru