SAMPANG, Pilar Pos || Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2025 menggelontorkan dana melalui sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang. Kali ini, program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) menyasar Desa Taman dan Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, berupa kegiatan proyek fisik jalan rabat beton. Rabu (04/4/2026).
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut berada di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur, melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Provinsi Jawa Timur.
Dalam papan proyek dilokasi tertulis, pekerjaan dilaksanakan berupa pembangunan jalan perkerasan beton. Program ini menggunakan skema swakelola dengan tipe IV, yang melibatkan Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) PISEW Koncang Jaya sebagai pelaksana.
Adapun total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp500.000.000. Akan Tetapi, proyek yang baru selesai dikerjakan sekitar tiga bulan yang lalu dengan menelan dana Rp500 juta itu menuai sorotan publik.
Alih-alih keberadaan proyek diharapkan kokoh, berkualitas dan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan, khususnya di Kecamatan Sreseh, proyek itu jusru tak sesuai harapan dan tak bertahan lama.
Bagaimana tidak, menurut pantauan media dilokasi pada Jumat (03/4/2026), proyek jalan rabat beton itu menghubungkan antara dua desa: Desa Taman dan Desa Sreseh. Namun, konstruksi beton sudah menunjukkan kerusakan dan retak di beberapa titik.
Adapun bentuk kerusakan tersebut, retak dari samping hingga memanjang ke bagian tengah kontruksi beton. Kondisi itu, menguatkan rendahnya mutu serta kualitas beton hingga pada proses pekerjaan awal diragukan dan diduga tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis).
Ironisnya, menurut warga sekitar, kerusakan beton tersebut disebut telah berlangsung lama setelah satu bulan selesai pekerjaan. Akan tetapi, hingga saat ini belum diperbaiki.
“Retaknya, satu bulan setelah selesai pekerjaan sampai sekarang belum diperbaiki. Ketua kelompok nya pak Jamali dari Desa Taman,” ungkap warga yang ingin identitasnya dirahasiakan kepada pilarpos.com, Jumat (03/4/2026).
Sumber lain juga menguatkan bahwa pekerjaan tersebut pelaksananya merupakan seseorang pria berinisial MJ alias Moh Jamali.
“Itu ketua kelompok nya Moh Jamali, orang dari Desa Taman mas,” kata sumber terpercaya kepada media ini.
Sementara, Ketua Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) PISEW Koncang Jaya, Moh. Jamali, belum memberikan keterangan resmi perihal kerusakan proyek jalan rabat beton tersebut. Upaya konfirmasi media ini melalui pesan hingga panggilan WhatsApp dan telepon seluler telah dilakukan. Namun hingga berita ini diturunkan, Moh Jamali belum merespon meski telah dikonfirmasi. Upaya konfirmasi lanjutkan kepada pihak pelaksana masih terus dilakukan.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











