Telan Dana Rp500 Juta, Proyek Rabat Beton PISEW di Sreseh Sampang Tak Bertahan Lama

Avatar

- Pewarta

Sabtu, 4 April 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Kerusakan Proyek Rabat Beton PISEW Yang Dikerjakan Oleh Kelompok Koncang Jaya Ruas Jalan Desa Taman-Sreseh (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Kerusakan Proyek Rabat Beton PISEW Yang Dikerjakan Oleh Kelompok Koncang Jaya Ruas Jalan Desa Taman-Sreseh (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos || Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2025 menggelontorkan dana melalui sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang. Kali ini, program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) menyasar Desa Taman dan Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh,  berupa kegiatan proyek fisik jalan rabat beton. Rabu (04/4/2026).

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut berada di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur, melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Provinsi Jawa Timur.

Dalam papan proyek dilokasi tertulis, pekerjaan dilaksanakan berupa pembangunan jalan perkerasan beton. Program ini menggunakan skema swakelola dengan tipe IV, yang melibatkan Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) PISEW Koncang Jaya sebagai pelaksana.

BACA JUGA :  Geger ! Mayat Perempuan Asal Pamekasan Ditemukan Mengapung di Perairan Dharma Tanjung Sampang

Adapun total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp500.000.000. Akan Tetapi, proyek yang baru selesai dikerjakan sekitar tiga bulan yang lalu dengan menelan dana Rp500 juta itu menuai sorotan publik.

Alih-alih keberadaan proyek diharapkan kokoh, berkualitas dan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan, khususnya di Kecamatan Sreseh, proyek itu jusru tak sesuai harapan dan tak bertahan lama.

Bagaimana tidak, menurut pantauan media dilokasi pada Jumat (03/4/2026), proyek jalan rabat beton itu menghubungkan antara dua desa: Desa Taman dan Desa Sreseh. Namun, konstruksi beton sudah menunjukkan kerusakan dan retak di beberapa titik.

BACA JUGA :  Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas

Adapun bentuk kerusakan tersebut, retak dari samping hingga memanjang ke bagian tengah kontruksi beton. Kondisi itu, menguatkan rendahnya mutu serta kualitas beton hingga pada proses pekerjaan awal diragukan dan diduga tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis).

Ironisnya, menurut warga sekitar, kerusakan beton tersebut disebut telah berlangsung lama setelah satu bulan selesai pekerjaan. Akan tetapi, hingga saat ini belum diperbaiki.

“Retaknya, satu bulan setelah selesai pekerjaan sampai sekarang belum diperbaiki. Ketua kelompok nya pak Jamali dari Desa Taman,” ungkap warga yang ingin identitasnya dirahasiakan kepada pilarpos.com, Jumat (03/4/2026).

Sumber lain juga menguatkan bahwa pekerjaan tersebut pelaksananya merupakan seseorang pria berinisial MJ alias Moh Jamali.

BACA JUGA :  Ribuan Massa Geruduk DPRD Sampang, Aksi Tolak Penundaan Pilkades Berujung Ricuh

“Itu ketua kelompok nya Moh Jamali, orang dari Desa Taman mas,” kata sumber terpercaya kepada media ini.

Sementara, Ketua Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) PISEW Koncang Jaya, Moh. Jamali, belum memberikan keterangan resmi perihal kerusakan proyek jalan rabat beton tersebut. Upaya konfirmasi media ini melalui pesan hingga panggilan WhatsApp dan telepon seluler telah dilakukan. Namun hingga berita ini diturunkan, Moh Jamali belum merespon meski telah dikonfirmasi. Upaya konfirmasi lanjutkan kepada pihak pelaksana masih terus dilakukan.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi I DPRD Sampang Soroti Dugaan Penguasaan Tanah Percaton Astapah, BPPKAD dan Satpol PP Akan Dipanggil
Salat Iduladha 1447 H di Sampang Berlangsung di Depan Pendopo Trunojoyo, Bupati Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah Islamiyah
Program Ketapang Desa Tambaan Sampang Tuai Tanda Tanya, Tiga Sapi di Kandang Disebut Bukan Aset BUMDes
PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Mendikdasmen, Soroti Krisis Pendidikan dan Politik Seremonial
Dugaan Penyalahgunaan Tanah Percaton Desa Astapah Disorot, Satpol PP Sampang Siapkan Penertiban
Aset Desa Astapah Sampang Diduga Dikuasai Pribadi, Pengakuan Warga dan Kades Bertolak Belakang
Pengambilan BLT Kesra di POS Jrengik Sampang Diduga Libatkan Orang Suruhan, Warga Dibayar Rp100 Ribu
Satgas Pangan Polres Sampang Pastikan Stok Beras Aman, Bulog Siapkan Tambahan 100 Ton

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Sampang Soroti Dugaan Penguasaan Tanah Percaton Astapah, BPPKAD dan Satpol PP Akan Dipanggil

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:23 WIB

Program Ketapang Desa Tambaan Sampang Tuai Tanda Tanya, Tiga Sapi di Kandang Disebut Bukan Aset BUMDes

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

PC PMII Pamekasan Tolak Kedatangan Mendikdasmen, Soroti Krisis Pendidikan dan Politik Seremonial

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:39 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Tanah Percaton Desa Astapah Disorot, Satpol PP Sampang Siapkan Penertiban

Senin, 18 Mei 2026 - 08:40 WIB

Aset Desa Astapah Sampang Diduga Dikuasai Pribadi, Pengakuan Warga dan Kades Bertolak Belakang

Berita Terbaru

Berita

Bani Insan Peduli (BIP) Salurkan 87 Ekor Hewan Qurban 

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:29 WIB

Caption: Moh. Ridho Nur Abdillah, Penulis Opini (Sumber Foto: Ridho/Pilar Pos)

Berita

Nahkoda yang Kehilangan Lautnya

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:09 WIB