Dicari Orang Hilang dan Dilaporkan ke Polres Pamekasan, Suami Menduga Istri Bekerja Sebagai ART di Surabaya

Avatar

- Pewarta

Kamis, 3 Juli 2025 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Foto surat laporan orang hilang ke Polres Pamekasan dan Foto orang hilang yang dicari diduga bekerja sebagai ART di wilayah Surabaya

Caption: Foto surat laporan orang hilang ke Polres Pamekasan dan Foto orang hilang yang dicari diduga bekerja sebagai ART di wilayah Surabaya

PAMEKASAN, Pilar Pos | Pencarian orang hilang, wanita atas mama Hayyatun Hasanah, warga asal Dusun Barat, Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pergi meninggalkan keluarga (Suami) sejak hari Jumat (10/01/2025) sekira pukul 19.30 Wib dari rumah kontrakan.

Pencarian orang hilang tersebut telah dilaporkan oleh Sukari (Suami) sejak 17 Januari 2025 yang lalu ke Polres Pamekasan nomor: SKOH/1/1/2025/SPKT/Polres Pamekasan.

Akan tetapi, menurut pelapor sampai saat ini belum ada kabar yang signifikan terkait keberadaan sang istri. Sehingga keluarga (suami) sangat mengkhawatirkan keberadaan istrinya yang hilang diduga pergi tanpa izin itu. Kamis, (03/07/2025).

BACA JUGA :  Bea Cukai Bungkam, PCX Laris Tanpa Cukai!

Namun menurut pelapor, istrinya yang hilang itu, saat ini diduga bekerja jadi asisten rumah tangga (ART) di wilayah Surabaya.

Sukari (suami) menyampaikan kronologi kepergian istrinya bernama Hayyatun Hasanah tersebut sejak hari Jumat (10/01/2025) sekira pukul 19.30 Wib meninggalkan rumah kontrakan suaminya dengan membawa Hp merk Oppo dengan nomor 081234820726 yang beralamat di jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih Gg 1, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Sebelumnya kata pelapor, istrinya ada permasalahan dengannya karena anak pelapor dibelikan sepeda motor oleh neneknya (orang tua pelapor). Sedangkan anak sambungnya (anak dari istri hasil perkawinan sebelumnya) tidak dibelikan.

Setelah itu diketahui, Hayyatun Hasanah tersebut sempat tinggal dirumah orang tuanya yang beralamat di dusun Timur, Desa Batukalangan Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  Telan Dana Rp287 Juta, Proyek Rabat Beton di Desa Baruh Sampang Tak Bertahan Lama

“istri saya tidak ada kabar pergi tanpa ijin sejak idul adha 2025 kemarin. Istri saya cemburu sosial, dikira sepeda motor anak saya dibelikan oleh saya, sehingga istri saya pergi dari rumah kontrakan,” ungkapnya.

Namun, saat ini kabar teranyar istrinya saat ini diduga bekerja menjadi Asisten Rumah Tangga ART di Surabaya.

“Saya sangat mengkhawatirkan keberadaan istri saya yang diduga ada di Surabaya bekerja menjadi asisten rumah tangga ART,” tuturnya.

Harapan keluarga (suami/Sukari) saat ini, kepada pihak Kepolisian Polres Pamekasan untuk segera berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, jika menemukan wanita tersebut dipulangkan ke alamat KTP nya.

BACA JUGA :  Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Kelompok Hippa Hanya Jadi Formalitas

“Dimohon kepada pengguna jasa ART (Majikan) di seluruh daerah Surabaya jika memiliki pembantu atas nama wanita tersebut segera memberitahukan kepada pihak Kepolisian terdekat atau dipulangkan ke alamat yang sesuai di KTP bersangkutan, atau menghubungi nomor telepon saya sebagai suami (081235868789),” harapnya.

Sementara itu, Iptu Sri Sugiarto, Kasi Humas Polres Pamekasan saat dikonfirmasi media Pilar Pos melalui pesan WhatsApp nya terkait tindak lanjut laporan kehilangan tersebut, sampai berita ini dimuat belum ada jawaban.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram
Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD
Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua
Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas
Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas
Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Kelompok Hippa Hanya Jadi Formalitas
Meriahkan HUT RI ke-80, Lomba Perahu Dayung di Banyuanyar Sampang Seru dan Penuh Antusiasme
Uang Muka Proyek Pustu di Sampang Belum Cair, Rekanan Kelimpungan

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:39 WIB

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram

Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:19 WIB

Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD

Senin, 25 Agustus 2025 - 22:36 WIB

Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:48 WIB

Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:35 WIB

Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas

Berita Terbaru

Caption: Ketua LPK Trankonmasi Jatim Faris Reza Malik (Kaos Merah) Didampingi Pukuhan Nelayan Saat Diwawancarai Wartawan Usai Laporan ke Kejati Jatim (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Hukum & Kriminal

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

Selasa, 26 Agu 2025 - 19:24 WIB