Rokok Ilegal Merek PCX Marak di Pamekasan, Toko Kelontong: “Untung Besar, Tapi Takut Razia”

PilarPos

- Pewarta

Kamis, 19 Juni 2025 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Pilar Pos | Peredaran rokok ilegal merek PCX di wilayah Pamekasan, Madura, semakin mengkhawatirkan. Rokok tanpa pita cukai ini kini makin mudah ditemukan, terutama di pasar tradisional dan toko-toko kelontong kecil di pedesaan.

Berdasarkan pantauan di beberapa lokasi, rokok PCX dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan rokok legal. Harga yang miring membuat banyak konsumen beralih, meskipun mereka mengetahui bahwa produk tersebut tidak memiliki izin edar resmi.

BACA JUGA :  Makin Leluasa, Rokok Ilegal PCX Tembus Pasar Tradisional di Pamekasan

Seorang pemilik toko kelontong di Kecamatan Palengaan, yang meminta namanya dirahasiakan, mengaku bahwa rokok ilegal PCX menjadi salah satu barang dagangan yang paling laku.

“Laku keras mas, harganya murah, untungnya lumayan. Pembeli banyak yang nyari. Tapi kami juga was-was, takut kalau ada razia,” ujarnya saat ditemui di tokonya, Sabtu (21/6).

BACA JUGA :  Wujud Sinergitas, Suasana Akrab Terlihat Saat Kapolres Pamekasan Silaturrahmi Ke Kompi 516/CY Pamekasan

Menurut pengakuannya, rokok PCX biasanya masuk melalui jalur tidak resmi dan diedarkan oleh agen yang datang langsung ke toko-toko.

“Biasanya mereka kirim langsung pakai motor, tidak berani terang-terangan. Mereka juga pesannya, jangan dipajang di etalase,” tambahnya.

BACA JUGA :  Identitas Penemuan Mayat Laki-laki di Sampang yang Viral di Medsos Akhirnya Terungkap, Begini Kronologinya

Meski penjual mendapat keuntungan, sebagian besar tetap merasa cemas karena aktivitas ini melanggar hukum. Pedagang berharap ada solusi dari pihak terkait agar usaha kecil mereka tidak terus menjadi sasaran risiko. (*)

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram
Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD
Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua
Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas
Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas
Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Kelompok Hippa Hanya Jadi Formalitas
Meriahkan HUT RI ke-80, Lomba Perahu Dayung di Banyuanyar Sampang Seru dan Penuh Antusiasme
Uang Muka Proyek Pustu di Sampang Belum Cair, Rekanan Kelimpungan

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:39 WIB

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram

Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:19 WIB

Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD

Senin, 25 Agustus 2025 - 22:36 WIB

Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:48 WIB

Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:35 WIB

Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas

Berita Terbaru

Caption: Ketua LPK Trankonmasi Jatim Faris Reza Malik (Kaos Merah) Didampingi Pukuhan Nelayan Saat Diwawancarai Wartawan Usai Laporan ke Kejati Jatim (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Hukum & Kriminal

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

Selasa, 26 Agu 2025 - 19:24 WIB