Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli

Avatar

- Pewarta

Jumat, 21 November 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Ilustrasi

Caption: Ilustrasi

SAMPANG, Pilar Pos | Pemerintah Desa (Pemdes) Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, diduga melakukan pungutan liar (pungli) dalam proses penerbitan surat akta jual beli tanah. Besaran pungutan yang diminta mencapai 10 persen dari nilai transaksi, yakni sekitar Rp120 juta, Jumat (21/11/2025).

Dugaan tersebut disampaikan oleh Ansory, warga Tamberu Daya. Ia menuturkan bahwa saudaranya, Muzekki, membeli sebidang tanah di Desa Tamberu Barat dari seorang penjual bernama Cardas dengan nilai transaksi Rp1,2 miliar.

“Saudara saya membeli tanah kepada Cardas seharga Rp1,2 miliar. Lalu pihak Pemdes memungut biaya sebesar 10 persen untuk penerbitan akta jual beli, yaitu sekitar Rp120 juta,” ujar Ansory.

Menurut Muzekki, uang tersebut dibayarkan oleh pihak penjual. Namun ia menilai pungutan itu tidak wajar lantaran dokumen yang diterbitkan bukan akta notaris, melainkan hanya surat keterangan desa.

BACA JUGA :  Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua

“Yang bayar memang penjual, mas. Tapi tanpa transaksi jual beli kan tidak mungkin bayar. Kita masih maklumi kalau lewat notaris, tapi ini hanya sepucuk surat dari Pemdes Tamberu Barat,” ungkapnya.

Ansory berharap Pemdes segera menyelesaikan dokumen resmi melalui notaris, mengingat dana sebesar Rp120 juta disebut sudah diterima pihak desa.

Dugaan pungli itu juga diperkuat oleh Kippon, saksi dalam transaksi tersebut.

“Pembayaran 10 persen itu benar. Pembayarannya langsung ke Pj Kades. Dan yang dijanjikan hanya surat keterangan dari Pemdes. Kalau lewat notaris, itu memang tanggung jawab pembeli,” ujarnya.

Sementara itu, Rifandi, Pj Kepala Desa Tamberu Barat, membantah menerima uang sebesar 10 persen dari transaksi tersebut.

BACA JUGA :  Pengadaan Seragam Olahraga Disdik Sampang Disorot, Pembayaran Rp17,4 Juta Tercatat Cair, Realisasi Dipertanyakan

“Tidak benar kalau saya menerima 10 persen. Penjual itu sepupu saya. Mereka hanya minta dibuatkan surat perjanjian jual beli tanah, bukan akta notaris,” kata Rifandi.

Meski begitu, Rifandi mengakui bahwa sebagian besar urusan jual beli tanah dikoordinasikan melalui Ketua BPD Tamberu Barat, Mas Antok, yang disebut sebagai pihak yang disebut mentor.

“Semua rembukan soal jual beli tanah itu sebenarnya dengan Mas Antok. Silakan tanya ke beliau. Dan memang ada perantara,” tambahnya.

Rifandi juga mengklaim tidak mengetahui soal uang Rp120 juta. Ia menyebut ada dana Rp60 juta telah dikembalikan kepada penjual.

BACA JUGA :  LPG 3 Kg Langka dan Mahal, DPRD Sampang Warning dan Larang Dapur MBG Gunakan Gas Subsidi

“Kalau disebut Rp120 juta itu tidak benar. Yang saya tahu, uang sudah dikembalikan ke Cardas sebesar Rp60 juta,” tegasnya. Kamis, (20/11/2025).

Informasi yang dihimpun, bahwa tidak ada peraturan desa (Perdes) di Kabupaten Sampang, termasuk di Tamberu Barat, yang mengatur pungutan biaya 10 persen untuk penerbitan surat jual beli tanah. Pungutan tanpa dasar hukum itu berpotensi kuat dikategorikan sebagai pungutan liar.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek UKS Rp199 Juta di SDN Dulang 2 Sampang Disorot, Begel Diduga Tak Sesuai, CV Pelaksana Disebut Dipinjam
Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Raih Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026
Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut
Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi
Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam
Stok Solar dan Pertalite Kosong di SPBU Banyuanyar Sampang, Satreskrim Pastikan Pasokan Dijadwalkan Tiba Hari Ini
Pekerja Proyek SDN Komis I Sampang Tewas Usai Tertimpa Kerangka Bangunan, Penerapan K3 Perlu Diusut
Proyek Pokir TK Roudlatul Ulum di Jelgung Sampang Disorot, Dikerjakan Tanpa Papan Informasi dan Material Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

Proyek UKS Rp199 Juta di SDN Dulang 2 Sampang Disorot, Begel Diduga Tak Sesuai, CV Pelaksana Disebut Dipinjam

Minggu, 1 November 2026 - 01:29 WIB

Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Raih Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pekerja Tewas Usai Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Proyek SDN Komis I Sampang, Lasbandra Desak Dugaan Kelalaian K3 Diusut

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Kebakaran Pasar Tambelangan, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya, Damkar Sampang Tak Ada di Lokasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Drainase Desa Baruh Sampang Rusak Meski Baru Digarap, Sumber Anggaran Tak Jelas, Dikonfirmasi Pj Kades Bungkam

Berita Terbaru