Sabung Ayam Marak di Batoporo Sampang, Polisi Dituding Lakukan Pembiaran: Kami Sudah Bertindak, Tapi Selalu Bocor

Avatar

- Pewarta

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Screenshot video aktivitas praktik dugaan perjudian sabung ayam di Desa Batoporo Barat (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

Caption: Screenshot video aktivitas praktik dugaan perjudian sabung ayam di Desa Batoporo Barat (Sumber Foto: dok/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Praktik perjudian sabung ayam kembali marak di Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Aktivitas ilegal tersebut disebut telah berlangsung berulang kali tanpa penindakan tegas dari aparat kepolisian setempat. Sabtu, (25/10/2025).

Berdasarkan pantauan warga dan rekaman video, pada Jumat (24/10/2025) arena sabung ayam di kawasan tersebut kembali dipadati pengunjung. Suara ayam aduan dan sorakan penonton terdengar dari kejauhan, menandakan kegiatan berlangsung bebas tanpa hambatan hukum.

“Ramai sekali, seperti tidak ada ketakutan. Mustahil polisi tidak tahu. Sudah sering digerebek, tapi selalu muncul lagi,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Masyarakat mulai menaruh curiga adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan oknum aparat.

“Kalau sudah berkali-kali digerebek tapi tetap buka, ya jelas ada yang melindungi. Setiap dibubarkan cuma formalitas. Dibakar gelanggangnya, beberapa hari kemudian buka lagi,” keluh warga lainnya.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan publik. Aktivitas sabung ayam di lokasi yang sama disebut telah berlangsung berbulan-bulan, menciptakan kesan adanya “zona aman” bagi para pelaku.

BACA JUGA :  Terima Bantuan Mesin Jahit dari SKK Migas-Medco Energi Sampang, Mursidi Kini Siap Perluas Usaha

Warga pun mendesak Kapolres Sampang dan Polda Jawa Timur turun tangan langsung.

“Kalau aparat diam saja, rakyat pasti berpikir ada kongkalikong. Jangan sampai hukum tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” tegas seorang pemuda Kedungdung.

Menanggapi tudingan itu, Kapolsek Kedungdung Iptu Syafriwanto membantah bahwa pihaknya melakukan pembiaran. Ia menegaskan, kepolisian sudah berulang kali melakukan upaya hukum, namun terkendala bocornya informasi setiap kali hendak melakukan penindakan.

BACA JUGA :  Viral di Medsos, Penemuan Mayat Laki-laki Tergeletak di Pinggir Jalan Desa Rapa Daya Sampang

“Dulu yang bakar gelanggang itu saya sendiri. Kami sudah berupaya, tapi akses ke lokasi hanya satu arah. Setiap kali kami bergerak, selalu ada orang di persimpangan jalan yang memberi tahu, sehingga para penjudi membubarkan diri sebelum kami sampai,” kata Iptu Syafriwanto kepada Pilarpos.com, Sabtu (25/10/2025).

Syafriwanto menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk kepala desa, penjabat kepala desa, hingga ulama, untuk bersama-sama menghentikan praktik judi sabung ayam tersebut. Namun, para pelaku disebut kerap bermain “kucing-kucingan” dengan petugas.

“Jadi bukan kami diam dan tidak berbuat, kami sudah bertindak tapi selalu bocor. Yang penting kami sudah berbuat sesuai kemampuan kami untuk menjaga kamtibmas,” ujarnya.

Menurutnya, penindakan langsung membutuhkan strategi dan personel tambahan karena faktor keamanan anggota.

BACA JUGA :  Semarak ! Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Acara Fun Run Polres Pamekasan Diikuti Ribuan Peserta

“Kalau personel kami sedikit, bisa dikepung dan dilempari batu. Sudah beberapa kali kejadian seperti itu,” ungkapnya.

Karena keterbatasan personel di Polsek Kedungdung, ia mengaku telah mengirim surat permohonan bantuan kepada Kapolres Sampang AKBP Hartono untuk melakukan penindakan penangkapan dengan dukungan personel tambahan.

“Bukan berarti kami yang bocorkan, tapi akses menuju lokasi memang mudah dipantau. Itu kendala utama kami,” terangnya.

Di akhir pernyataannya, Iptu Syafriwanto mengajak masyarakat ikut berperan dalam upaya pemberantasan perjudian.

“Saya mohon masyarakat mendukung kami. Jangan dihadang atau dikepung saat kami menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Kadang kami berfikir, membubarkan kegiatan perjudian tapi nyawa dan keselamatan kami juga jadi taruhan,” pungkasnya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi
Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah
Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga
Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli
Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah
Demo Penundaan Pilkades di Sampang Ricuh, Aktivis: Polisi Lebih Bela Penguasa daripada Rakyat
Ribuan Massa Geruduk DPRD Sampang, Aksi Tolak Penundaan Pilkades Berujung Ricuh
Proyek Jembatan Daleman–Pasarenan Rp2,1 Miliar Disorot, AMS Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejari Sampang

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:29 WIB

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:28 WIB

Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah

Sabtu, 22 November 2025 - 14:14 WIB

Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga

Jumat, 21 November 2025 - 11:00 WIB

Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli

Minggu, 16 November 2025 - 08:29 WIB

Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah

Berita Terbaru