Proyek Rabat Beton di Desa Temoran Sampang Tak Transparan

Avatar

- Pewarta

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Lokasi Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Temoran, Kecamatan Omben (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Lokasi Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Temoran, Kecamatan Omben (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Setiap proyek pembangunan yang dibiayai dari dana desa (DD) diwajibkan memasang papan nama proyek sebagai wujud transparansi pemerintahan desa kepada masyarakat.

Hal itu sesuai Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP).

Namun, tidak semua pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur melaksanakan peraturan perundangan-undang tersebut.

Sebab, masih banyak ditemukan kegiatan program melalui dana desa (DD) di Kabupaten Sampang yang tidak transparan seperti proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Temoran, Kecamatan Omben.

BACA JUGA :  Sempat Dilarikan ke RS Akibat Kecelakaan, 2 Pelajar di Sampang Saat Ini Dikabarkan Meninggal Dunia

Hal itu terbukti, saat media Pilar Pos pada Selasa (29/07/2025) monitoring ke lokasi proyek rabat beton yang terletak di Dusun Tengah, Desa Temoran itu tidak tampak papan informasi yang terpampang dilokasi.

BACA JUGA :  Walau Pakai Ready Mix: Rabat Beton di Desa Gunung Eleh Sampang, Dalam Hitungan Hari Rusak

Padahal, papan informasi penting sebagai informasi kepada masyarakat tentang jenis kegiatan, lokasi proyek, anggaran, sumber dana, dan pelaksana yang mengerjakan proyek tersebut.

Sehingga, tidak adanya papan informasi proyek yang dibiayai dari dana desa itu, akan berpotensi menimbulkan spekulasi liar atas pelaksanaan proyek tersebut.

Menurut keterangan dari warga proyek jalan rabat beton tersebut baru selesai dikerjakan. “Sekitar satu mingguan yang selesai, dan itu proyeknya Pj Kades,” kata warga setempat, Selasa (29/07/2025).

Penjabat (Pj) Kades Temoran, Syaiful Arif menyampaikan pembangunan jalan rabat beton tersebut merupakan program DD tahun 2025 dengan anggaran Rp100.784.000 Pengerjaan proyek dikerjakan secara manual.

BACA JUGA :  Perusakan Rumpon Nelayan Madura, Petronas Klaim Sudah Berikan Ganti Rugi Diserahkan ke PT Elnusa

“Panjangnya 125 meter. Kalau untuk papan nama masih dipesan,” kata Syaiful saat dikonfimasi awak media.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi
Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah
Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga
Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli
Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah
Demo Penundaan Pilkades di Sampang Ricuh, Aktivis: Polisi Lebih Bela Penguasa daripada Rakyat
Ribuan Massa Geruduk DPRD Sampang, Aksi Tolak Penundaan Pilkades Berujung Ricuh
Proyek Jembatan Daleman–Pasarenan Rp2,1 Miliar Disorot, AMS Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejari Sampang

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:29 WIB

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:28 WIB

Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah

Sabtu, 22 November 2025 - 14:14 WIB

Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga

Jumat, 21 November 2025 - 11:00 WIB

Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli

Minggu, 16 November 2025 - 08:29 WIB

Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah

Berita Terbaru