SAMPANG, Pilar Pos | Proyek peningkatan struktur Jalan Labuhan–Sreseh di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh CV Kencana Bahari senilai Rp1.984.717.000 itu, dikeluhkan warga karena diduga tak sesuai petunjuk teknis (Juknis). Selasa, (12/08/2025).
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan itu digarap oleh CV Kencana Bahari dengan nilai kontrak sebesar Rp1.984.717.000, bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025.
Peningkatan jalan ini diharapkan memperlancar akses transportasi masyarakat, khususnya di jalur penghubung antara Labuhan dan Sreseh.
Akan tetapi, proyek yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang dengan nomor kontrak 01.32/09.02/KONTRAK/434.207/VII/2025 ini menuai keluhan warga.
Menurut pantauan warga, pekerjaan pada pembangunan plengsengan ditemukan minimnya galian tanah pondasi.
Kondisi itu kata warga, akan berpengaruh dalam masa panjang. Sehingga kuat dugaan proyek yang sedang digarab itu, tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang telah ditentukan.
Sebab kata warga yang mengaku turun ke lokasi, pembangunan plengsengan itu pekerjaan minim pada galian pondasi. Sedangkan sepengetahuannya, di lokasi tersebut apabila musim hujan curah air dari jalan yang menurun sangatlah deras.
“Kami sebagai warga merasa khawatir dengan pembangunan plengsengan yang minim galian pondasi. Batunya terlihat hanya numpang, kalau nanti hujan saya khawatir akan roboh tergerus air,” keluh warga yang enggan namanya dipublikasi. Minggu, (10/08/2025).
Menurut informasi yang ia dapat, selain pembangunan plengsengan, nantinya juga akan ada pekerjaan jalan betonisasi bertulang.
“Kabarnya nanti pekerjaan bukan hanya pekerjaan plengsengan mas, ada pekerjaan rabat beton bertulang juga. Soalnya, besi wiremesh sudah ada dilokasi,” tuturnya.
“Harapan saya sebagai warga, ingin pekerjaan itu maksimal dan tepat mutu karena jalan itu memang diharapkan warga sejak dulu,” imbuhnya.
Sementara itu, Samsul, pelaksana lapangan saat dikonfirmasi Pilarpos.com, memilih irit bicara. Dirinya hanya mengatakan bahwa proyek tersebut nantinya ada tiga item pekerjaan pembangunan tanpa dijelaskan pekerjaan apa saja.
“Ada tiga Item mas,” katanya singkat.
Ditanya soal volume panjang dan ukuran kedalaman galian tanah pondasi pada pekerjaan plengsengan?. Hingga berita ini dimuat, Samsul memilih bungkam alias tidak menjawab apa yang telah dikonfirmasi media ini.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos