Proyek ADK di Dalpenang Sampang Kurang Transparan, Warga Resah Jalan Tak Mulus Terkesan Membuang Anggaran

Avatar

- Pewarta

Minggu, 20 Juli 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Jalan yang tidak merata di proyek ADK pekerjaan pemasangan U-ditch tertutup di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Jalan yang tidak merata di proyek ADK pekerjaan pemasangan U-ditch tertutup di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Proyek pekerjaan pemasangan saluran U-ditch tertutup di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan tajam. Sebab, proyek yang baru selesai dikerjakan kurang satu pekan ini kurang transparan. Minggu, (20/07/2025).

Bagaimana tidak, saat media Pilar Pos monitoring ke lokasi pada Minggu (20/07/2025) di sepanjang jalan proyek saluran U-ditch tidak terlihat papan informasi yang terpasang dilokasi. Selain tidak ada papan informasi, hasil pekerjaan pemasangan saluran U-ditch tersebut di salah-satu titik terlihat lebih tinggi dari permukaan jalan, sehingga membuat jalan tak mulus dan tidak datar.

Salain itu, adanya proyek saluran U-ditch tersebut membuat warga setempat merasa resah. Warga menilai proyek yang sudah selesai dikerjakan itu, terkesan hanya membuang-buang anggaran.

BACA JUGA :  Kopri PMII Sampang: Keadilan untuk Korban Pencabulan Robatal Jangan Ditunda

Menurut warga sekitar saat ditanya media ini mengungkapkan bahwa dirinya selaku warga di Kelurahan Dalpenang merasa tidak ada sosialisasi sebelumnya terkait rencana akan ada pekerjaan proyek saluran U-ditch di sekitar rumahnya.

“Ini kurang dari satu minggu yang selesai dikerjakan. Anehnya sebelum pekerjaan ini digelar tidak ada sosialisasi sebelumnya ke warga, tiba-tiba ada bahan material datang untuk proyek saluran,” ungkap warga sekitar yang ingin identitasnya dirahasiakan, Minggu (20/07/2025).

Menurutnya, proyek tersebut terkesan hanya membuang-buang anggaran. Sebab kata dia, realisasi proyek tidak memprioritaskan kebutuhan warga setempat, kerena yang dikerjakan adalah proyek saluran. Sementara lanjut warga, dilokasi sudah ada saluran yang lama dan posisinya masih aktif dan layak dipakai dan tempatnya lebih strategis dari pada saluran yang baru selesai digarap.

BACA JUGA :  Terkuak, Proyek Rabat Beton di Desa Somber Sampang Merupakan Program DD TA 2024 Lompat Tahun Anggaran

“Saluran yang baru ini ada di depan rumah warga dan itu berpotensi mengundang penyakit demam berdarah dan akan berakibat bau tak sedap kerena pastinya air akan menggenang dan akan menjadi sarang nyamuk. Kenapa kok tidak dianggarkan untuk pekerjaan jalan rabat beton saja, kan lebih bermanfaat,” keluhnya warga.

Sementara itu, Moh. Junaidi, Lurah Dalpenang, Kecamatan Sampang, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa proyek pekerjaan pemasangan U-ditch diwilayahnya merupakan program Alokasi Dana Kelurahan (ADK) tahun 2025. Terkait papan informasi dirinya mengaku sempat terpasang dilokasi, dan saat ini dicopot karena ada sesuatu yang dikhawatirkan.

BACA JUGA :  Rokok Ilegal Merek Gico Marak di Pamekasan, Pedagang: Murah, Tapi Takut Razia

Lebih jauh Moh. Junaidi menjelaskan, bahwa adanya proyek tersebut merupakan permintaan warga dan ketua rukun tetangga (RT). Namun perihal besaran anggaran dan volume dari dana proyek itu, Junaidi mengaku lupa.

“Itu Program ADK, anggaran saya lupa. Proyek itu sebetulnya permintaan warga dan RT, hanya memang Saya tempatkan dan ditaruk disana. Kalau papan informasi dulu dipasang tapi saat ini masih disimpan dan ditaruk di Ketua RT,” katanya.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Menjabat Kapolres Sampang, AKBP Hartono Emban Tugas Baru di Polda Jatim
Sebanyak 733 Perempuan di Sampang Resmi Menyandang Status Janda Selama Enam Bulan 2026, Cerai Gugat Mendominasi
Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Dievaluasi, BBWS Brantas Pastikan Temuan Telah Diperbaiki
DPD GMPK Sampang Optimistis Dr. Sudaryono Mampu Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional
Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi
Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sokobanah Ditemukan Mengapung di Pantai Paniniran Sampang
PPM 2026 Mulai Disiapkan, SKK Migas dan Medco Energi Libatkan Pemda hingga Kelompok Masyarakat
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil di Jalan Raya Camplong Sampang

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:58 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Menjabat Kapolres Sampang, AKBP Hartono Emban Tugas Baru di Polda Jatim

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:02 WIB

Sebanyak 733 Perempuan di Sampang Resmi Menyandang Status Janda Selama Enam Bulan 2026, Cerai Gugat Mendominasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:20 WIB

Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Dievaluasi, BBWS Brantas Pastikan Temuan Telah Diperbaiki

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

DPD GMPK Sampang Optimistis Dr. Sudaryono Mampu Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Proyek P3-TGAI P3A Bumi Rejeki di Pangongsean Sampang Disinyalir Sarat Korupsi

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita

AKBP Wahyu Hidayat Resmi Menjabat Kapolres Pamekasan

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:22 WIB