Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas

Avatar

- Pewarta

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Pekerjaan Proyek P3-TGAI Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang yang Diduga Dikelola Oleh Pihak Ketiga (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Pekerjaan Proyek P3-TGAI Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang yang Diduga Dikelola Oleh Pihak Ketiga (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Problem proyek program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) berupa pembangunan saluran irigasi melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Kapasan Jaya senilai Rp195 juta melalui APBN TA 2025 di Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, yang diduga kuat dikelola oleh pihak ketiga terus menjadi sorotan tajam. Sabtu (23/08/2025).

Selain terindikasi menabrak regulasi, proyek dari kementerian PUPR melalui BBWS Brantas Jatim dengan penerima Hippa Kapasan Jaya struktur fisik bangunan juga diragukan.

Sebab, dari awal pelaksanaan, proyek ini menuai sorotan. Hasil pantauan Pilar Pos pada Rabu (20/08/2025) di lapangan, menemukan sejumlah kejanggalan. Pekerjaan galian dan pasangan batu pondasi tidak terlihat, susunan batu saluran juga minim dan tidak terisi penuh. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat proyek tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menanggapi hal itu, Karman, Konsultan Manajemen Balai (KMB) pembantu Tim Pelaksana Balai (TPB) BBWS Brantas Jatim yang ditugaskan di Sampang mengatakan kalau dilihat dari gambar (Foto), ia mengakui bahwa untuk pasangan batu memang tidak terisi penuh, hal itu sudah bentuk kekeliruan. Namun dirinya masih ingin memastikan sendiri kelokasi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, harus disesuaikan.

BACA JUGA :  Ironis ! Saat LSM Lasbandra Audiensi, Dishub Sampang Akui Biarkan Adanya Parkir Liar Tanpa Retribusi

Lebih lanjut Karman mengatakan, bahwa pihaknya sudah mencoba melakukan klarifikasi kepada bagian asisten tenaga ahli (Asta) lapangan tentang informasi adanya ketidaksesuaian proyek tersebut, namun masih belum ada jawaban.

Disinggung perihal tetang pengakuan Ketua Hippa P3A Kapasan Jaya yang mengaku tidak ikut mengelola dana maupun pekerjaan fisik proyek alias dikelola oleh pihak ketiga, Karman menyebut hal itu sebuah persoalan internal kelompok Hippa.

“Artinya kami tidak tau banyak soal itu karena sudah urusan internal dan memang bukan tupoksi kami. Tapi apapun itu dilapangan, sesuai dengan peruntukannya bahwa pelaksana itu harus kelompok Hippa,” kata Karman KMB BBWS Brantas wilayah Sampang, Jumat (22/08/2025).

“Jadi kalau memang ada pekerjaan yang tidak dilaksanakan oleh Hippa selaku penerima bantuan, itu sudah tidak sesuai,” tambahnya.

Namun, terkait temuan di proyek fisik yang diduga tak sesuai perencanaan dan soal pengakuan Ketua Hippa bahwa dikelola pihak ketiga, dirinya masih mau menunggu klarifikasi dari bawah.

BACA JUGA :  Meriahkan HUT RI ke-80, Lomba Perahu Dayung di Banyuanyar Sampang Seru dan Penuh Antusiasme

“Makanya kita akan klarifikasi dulu minta kepada Asta lapangan untuk klarifikasi juga terkait hal itu,” tuturnya.

Karman menegaskan bahwa terkait pelaksanaan pekerjaan proyek P3-TGAI secara regulasi dan sesuai peruntukannya, harus dikerjakan dan dikelola oleh kelompok Hippa.

“Kita akan kroscek dulu kebawah seperti apa, kalau memang ada beberapa yang tidak sesuai, kita meminta untuk dirubah dan harus disesuaikan,” tegas Karman.

Sekedar diketahui, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, saat ini mendapatkan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) berupa pembangunan saluran irigasi melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Kapasan Jaya. Proyek senilai Rp195 juta yang bersumber dari APBN tahun 2025 itu mulai dikerjakan, Kamis (21/08/2025).

BACA JUGA :  Uang Muka Proyek Pustu di Sampang Belum Cair, Rekanan Kelimpungan

Namun, sejak awal pelaksanaan, proyek ini menuai sorotan. Hasil pantauan Pilar Pos di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan. Pekerjaan galian dan pasangan batu pondasi tidak terlihat, susunan batu saluran juga minim dan tidak terisi penuh. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat proyek tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Akan tetapi, proyek yang seharusnya dikerjakan secara swakelola oleh kelompok P3A Kapasan Jaya diduga justru dikelola oleh pihak ketiga.

Hal itu dibenarkan langsung oleh Nahruddin, Ketua P3A Kapasan Jaya. Ia mengaku hanya dijadikan formalitas sebagai ketua kelompok tanpa pernah terlibat dalam pengelolaan proyek.

“Iya, memang benar itu lokasi Hippa kami, tapi saya hanya diatasnamakan saja. Bukan kelompok yang mengelola, ada pihak lain yang nge-sub. Bahkan orang yang punya program proyek sendiri langsung koordinasi ke pihak yang ambil sub,” ungkap Nahruddin kepada Pilar Pos, Rabu (20/08/2025) saat itu.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram
Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD
Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua
Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas
Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Kelompok Hippa Hanya Jadi Formalitas
Meriahkan HUT RI ke-80, Lomba Perahu Dayung di Banyuanyar Sampang Seru dan Penuh Antusiasme
Uang Muka Proyek Pustu di Sampang Belum Cair, Rekanan Kelimpungan
Ketua DPRD Sampang Sumbang Hadiah Lomba Perahu Dayung Peringatan HUT RI ke-80 di Banyuanyar

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:39 WIB

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram

Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:19 WIB

Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD

Senin, 25 Agustus 2025 - 22:36 WIB

Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:48 WIB

Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:35 WIB

Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas

Berita Terbaru

Caption: Ketua LPK Trankonmasi Jatim Faris Reza Malik (Kaos Merah) Didampingi Pukuhan Nelayan Saat Diwawancarai Wartawan Usai Laporan ke Kejati Jatim (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Hukum & Kriminal

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

Selasa, 26 Agu 2025 - 19:24 WIB