Pendamping Akui Proyek Rabat Beton di Desa Margantoko Sampang Ada Kesalahan Teknik

Avatar

- Pewarta

Kamis, 14 Agustus 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kondisi Proyek Jalan Rabat Beton Besi Wiremesh yang Berada di Dasar Bukan di tengah Tebal Beton (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Kondisi Proyek Jalan Rabat Beton Besi Wiremesh yang Berada di Dasar Bukan di tengah Tebal Beton (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Dugaan kesalahan petunjuk teknis (Juknis) pada proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Margantoko, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai terang benderang.

Pasalnya, pelaksanaan proyek rabat beton senilai Rp129.402.700 di Dusun Gandih, dari dana desa yang sempat diberitakan dengan dugaan kuat dikerjakan asal-asalan, diakui bahwa memang ada kesalahan teknik pada pekerjaan proyek tersebut.

Hal itu diakui oleh Budi Wibawa, Pendamping Desa (PD) di tingkat Kecamatan Jrengik.

Dirinya mengakui terkait pekerjaan pemasangan besi wiremesh pada proyek pembangunan jalan rabat beton yang dilaksanakan oleh Pemdes Margantoko merupakan bentuk kesalahan teknik yang seharusnya tidak terjadi.

“Benar pak itu memang ada kesalahan, kalau secara teknik pasangan besi wiremesh memang seharusnya berada ditengah tebal beton,” kata Budi Wibawa Pendamping Desa tingkat kecamatan yang mendampingi pekerjaan proyek rabat beton di Desa Margantoko, Selasa (12/08/2025).

Ia mengatakan, bahwa dirinya sudah mewanti-wanti ke pelaksana agar dilaksanakan sesuai RAB dan gambar.

BACA JUGA :  Diduga Gagal Nanjak di Jembatan 5 Tahun Tak Terurus di Tambelangan Sampang, Mobil Pick Up Terjungkal Menelan Nyawa

“Waktu paginya saya pendampingan ke sana besi wiremesh posisinya ada ditengah. Tapi setelah itu kok dirubah,” dalihnya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa pekerjaan yang salah teknik tersebut tidak dilakukan pembongkaran. Akan tetapi kata dia, langsung dilanjut dengan pekerjaan yang sesuai Juknis pada gambar.

“Tidak dibongkar mas, tapi saya sudah suruh ke PJ nya untuk diperbaiki pekerjaannya,” tuturnya.

Disinggung perihal penggunaan bahan material pasir yang meragukan, Budi tidak bisa menjelaskan dikarenakan ada konsultan perencana yang tau dan membuat RAB nya.

BACA JUGA :  Sopir Diduga Alami Microsleep: Kecelakaan Maut di Tol Pasuruan-Probolinggo, Pengasuh Ponpes Bustanul Ulum Pamekasan Meninggal Dunia

“Yang bikin Konsultan bukan saya. Cuman kalau untuk pemasangan besi wiremesh sudah jelas harusnya ada di tengah beton,” tuturnya.

Sementara, Haris, Pj Kades Margantoko menginformasikan kepada media ini, terkait kesalahan teknik pada pekerjaan rabat beton di desanya sudah diperbaiki.

“Sudah diperbaiki,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Margantoko, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengalokasikan dana sebesar Rp129.402.700 untuk pembangunan jalan rabat beton.

Namun, proyek yang saat itu sedang digarap di Dusun Gandih itu diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis).

BACA JUGA :  Dikonfirmasi Ihwal Ganti Rugi Rumpon Nelayan, Bupati Sampang Menghindar dan Blokir Nomor Wartawan

Saat itu, ditemukan pekerjaan pemasangan besi wiremesh yang seharusnya berada ditengah tebal beton, justru diletakkan di dasar tepatnya diatasnya plastik setelah tanah existing. Kondisi itu, akan berpengaruh dalam masa panjang usia rabat beton.

Selain itu, penggunaan bahan material pasir pada pembangunan proyek rabat beton juga diragukan kualitasnya. Sebab, bahan pasir yang digunakan dugaan kuat berkualitas rendah untuk spesifikasi cor beton.

Sesuai papan informasi yang ada dilokasi, proyek rabat beton tersebut dilaksanakan di Dusun Gandih, volume panjang 150 m, lebar 2,5 m, dan tebal 15 cm. Proyek itu bersumber dari dana desa di Margantoko Tahun Anggaran (TA) 2025 dengan masa pelaksanaan 90 hari.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram
Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD
Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua
Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas
Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas
Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Kelompok Hippa Hanya Jadi Formalitas
Meriahkan HUT RI ke-80, Lomba Perahu Dayung di Banyuanyar Sampang Seru dan Penuh Antusiasme
Uang Muka Proyek Pustu di Sampang Belum Cair, Rekanan Kelimpungan

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:39 WIB

Dua Siswa SDN Karanganyar 1 Alami Diare Usai Konsumsi MBG di Sampang, Wali Murid Geram

Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:19 WIB

Aspal Lapen Dana Desa Solor 2024 Rusak Parah Jadi Sorotan Komisi IV Dan I DPRD

Senin, 25 Agustus 2025 - 22:36 WIB

Diduga Langgar Permen PUPR, Hippa Kapasan Jaya di Desa Baturasang Sampang Terancam Tak Bisa Cairkan Termin Kedua

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:48 WIB

Problem Proyek P3-TGAI di Desa Baturasang Sampang Diduga Dikelola Pihak Ketiga, Begini Kata KMB BBWS Brantas

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:35 WIB

Ratusan Nelayan Sampang Demo SKK Migas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon yang Rusak Akibat Survei Seismik Petronas

Berita Terbaru

Caption: Ketua LPK Trankonmasi Jatim Faris Reza Malik (Kaos Merah) Didampingi Pukuhan Nelayan Saat Diwawancarai Wartawan Usai Laporan ke Kejati Jatim (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Hukum & Kriminal

Nelayan Pantura Madura Laporkan Dugaan Korupsi Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

Selasa, 26 Agu 2025 - 19:24 WIB