Dikerjakan Cv Ridho Karya, Proyek Pembangunan Labkesda Rp8 Miliar di Sampang Tak Lengkapi K3

Avatar

- Pewarta

Minggu, 10 Agustus 2025 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Pekerjaan Pembangunan Labkesda, Terlihat Salah-Satu Pekerja Memakai Rompi yang Tidak Menggunakan APD Seperti Sepatu dan Helmet (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

Caption: Pekerjaan Pembangunan Labkesda, Terlihat Salah-Satu Pekerja Memakai Rompi yang Tidak Menggunakan APD Seperti Sepatu dan Helmet (Sumber Foto: Agus Junaidi/Pilar Pos)

SAMPANG, Pilar Pos | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tahun 2025 ini menggelontorkan dana sebesar Rp8.077.300.000 untuk pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Proyek yang terletak di Jalan Halim Perdana Kusuma itu, saat ini mulai digarab, Minggu (10/08/2025).

Sesuai papan informasi, proyek tersebut digarap oleh CV Ridho Karya, dengan nilai kontrak Rp8.077.300.000, bersumber dana melalui APBD Kabupaten Sampang tahun 2025. Adapun waktu pelaksanaan, terhitung 150 hari dari nomor kontrak: 027/924/YANKES-SDK/434.203/2025 tertanggal 01 Agustus 2025.

BACA JUGA :  CV Putri Jihan Jadi Pemenang Lelang, Proyek Tambatan Perahu Pelabuhan Tanglok di Sampang Belum Dimulai

Namun, proyek yang melekat pada Dinkes Sampang, yang dikerjakan oleh CV Ridho Karya ini ditemukan ada kejanggalan. Sebab, saat awal media kelokasi beberapa pekerja pada proyek tersebut kedapatan saat bekerja tidak dilengkapi dengan kelengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Seperti, pantauan media pada Sabtu (09/08/2025) terlihat beberapa pekerja dilokasi, memakai rompi orange tidak menggunakan sepatu dan helmet.

K3, merupakan alat pelindung diri (APD) yang bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Kontraktor, dalam perjanjian kontrak pastinya telah menyepakati untuk menyediakan Safety APD K3. Hal itu, sudah masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB) yang harus dibelanjakan sepenuhnya untuk menjamin keselamatan para pekerja.

BACA JUGA :  Walau Pakai Ready Mix: Rabat Beton di Desa Gunung Eleh Sampang, Dalam Hitungan Hari Rusak

Anam, konsultan pengawas lapangan CV Nanda Graha Konsultan saat diwawancarai Pilarpos.com, mengatakan bahwa progres proyek itu saat ini mencapai 12 persen. Menurut pantauannya, proyek tersebut baru dikerjakan sekitar satu minggu yang lalu.

“Saat ini masih pekerjaan pondasi dan pengeboran Strous dengan kedalaman 6 meter, besi ulir ukuran D13 diameter Strous 30 cm,” katanya, Sabtu (09/08/2025).

“Saya selaku pengawas lapangan berharap kepada pelaksana untuk mengedepankan kualitas dan sesuai spek agar lebih kuat,” imbuhnya.

Terpisah, Direktur CV Ridho Karya Edy Widodo menjelaskan, bahwa proyek pembangunan Labkesda itu akan dibangun dengan satu lantai dengan batas waktu pekerjaan sampai 28 Desember 2025.

BACA JUGA :  Skandal Rp21 Miliar Dana Ganti Rumpon Nelayan Madura: Petronas Disorot, Kejati Jatim Bergerak

Terkait pekerja ditemukan tidak memakai APD K3, dirinya berkilah bahwa pekerja dilapangan saat bekerja memakai K3. Bahkan ia juga memastikan dilokasi sudah dipersiapkan APD K3 yang lengkap.

“Pekerja pakai K3. K3 di lokasi siap semua, pagi waktu briefing dipakai semua,” kata Edy Widodo kepada Pilar Pos.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Pilar Pos

Follow WhatsApp Channel pilarpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi
Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah
Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga
Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli
Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah
Demo Penundaan Pilkades di Sampang Ricuh, Aktivis: Polisi Lebih Bela Penguasa daripada Rakyat
Ribuan Massa Geruduk DPRD Sampang, Aksi Tolak Penundaan Pilkades Berujung Ricuh
Proyek Jembatan Daleman–Pasarenan Rp2,1 Miliar Disorot, AMS Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejari Sampang

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:29 WIB

Proyek Pemeliharaan Saluran Skunder Buleung di Pangelen Sampang Rp320 Juta Diduga Asal Jadi

Sabtu, 22 November 2025 - 21:28 WIB

Rumah Reyot Ambruk Tengah Malam, Dua Perempuan di Sampang Terpaksa Bertahan Tanpa Uluran Tangan Pemerintah

Sabtu, 22 November 2025 - 14:14 WIB

Proyek Saluran Irigasi Pasar Waru disorot Warga, Diduga Tidak Mematuhi SOP dan Membahayakan Warga

Jumat, 21 November 2025 - 11:00 WIB

Urus Surat Akta Tanah Kena 10 Persen, Pemdes Tamberu Barat Sampang Dibidik Dugaan Pungli

Minggu, 16 November 2025 - 08:29 WIB

Pupuk Subsidi Diduga Bermasalah, Petani Mambuluh Barat Sampang Bertahun-tahun Mengaku Tak Pernah Terima Jatah

Berita Terbaru