SAMPANG, Pilar Pos | Mohammad Wijdan, Kepala Desa Ketapang Daya, Kabupaten Sampang, Madura, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Koordinator Wilayah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Madura Raya. Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan kepala desa se-Madura bersama pembina PKDI, Gus Yusuf.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi. Usai dikukuhkan, Wijdan menerima bendera pataka berlambang Garuda bertuliskan PKDI, disambut tepuk tangan meriah para kepala desa.
Dalam sambutannya, Wijdan menekankan pentingnya solidaritas antar–kepala desa di Madura.
“Saya meminta semua kepala desa terus bergandengan tangan. Kita harus kompak, tanpa kekompakan perjuangan kita akan lemah,” ujarnya.
Ia juga membeberkan dua aspirasi utama yang banyak dikeluhkan para kepala desa saat dirinya melakukan kunjungan ke empat kabupaten di Madura, adalah kebutuhan pendampingan hukum dan kebutuhan skema anggaran baru selain Dana Desa.
“Banyak kades tersandung persoalan administratif atau teknis dan tidak tahu harus meminta bantuan ke mana. PKDI harus hadir di garda depan,” tegasnya.
Menurutnya, mengandalkan satu sumber anggaran membuat pembangunan di banyak desa tidak merata.
“Pemerintah perlu membuka ruang pendanaan baru agar desa tidak stagnan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Wijdan juga menyoroti kondisi Kabupaten Sampang yang dinilainya cukup memprihatinkan. Dari total 180 desa, hanya 37 desa dipimpin kepala desa definitif, sementara sekitar 143 desa masih dijabat penjabat (PJ) kades.
“Ini persoalan serius. Kami berharap Ketua PKDI Jawa Timur ikut menyuarakan agar Pilkades Sampang digelar tahun 2026. Jangan sampai kepemimpinan desa terus diserahkan kepada PJ, karena esensi desa ada pada pemimpin hasil pilihan rakyat,” tegasnya.
Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama dan pernyataan kesiapan PKDI Madura mengawal aspirasi kepala desa hingga tingkat provinsi dan nasional.
Penulis : Agus Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pilar Pos











